About

Kamis, 23 Juli 2026

Jum'at, 24 Juli 2026 - Pendidikan Anti Korupsi dan Pembiasaan Adab

 Nama Guru                : Fitka Afrillita, S.Pd 

Satuan Pendidikan    : SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

Mata Pelajaran         : PAK dan Pembiasaan Adab

Kelas / Semester        : 2D / I

Hari, Tanggal             : Jum'at, 23 Juli 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, Ananda hebat kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga Ananda semua sehat, bahagia, dan siap belajar dengan semangat. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum mulai belajar, yuk kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah. Semoga kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan mendapat berkah dari Allah Swt. ✨

Kemarin kita sudah belajar tentang intusi bilangan dan jenis - jenis perasaan, hari ini kita akan mempelajari materi pendidikan anti korupsi yaitu tentang sikap jujur  Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan rapi dan teliti, serta jangan malu untuk bertanya jika ada yang belum dimengerti. 🌈

Bu Guru yakin Ananda kelas 2.D adalah anak-anak yang rajin, semangat, dan hebat. Yuk, belajar dengan gembira agar ilmu yang kita dapatkan menjadi bermanfaat.

Selamat belajar, Ananda kelas 2.D! Tetap semangat, selalu berbuat baik, dan jadilah anak yang membanggakan orang tua, guru, dan agama. 🌟

📌 Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. PAK: Siswa dapat menyebutkan contoh sikap jujur

📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

PAK:

  1. Menyebutkan minimal 3 sikap jujur

📌 Materi Pendidikan Anti Korupsi:

SIKAP JUJUR



Apa itu Jujur?

Jujur adalah berkata dan berbuat sesuai dengan kenyataan. Orang yang jujur tidak berbohong, tidak menipu, dan mau mengakui kesalahan.


Mengapa Kita Harus Jujur?

Jika kita jujur:

  • 🌟 Teman akan percaya kepada kita.
  • 🌟 Guru dan orang tua akan bangga.
  • 🌟 Hati menjadi tenang.
  • 🌟 Memiliki banyak teman.

Contoh Sikap Jujur

Di Sekolah

  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Mengakui jika lupa membawa PR.
  • Mengembalikan barang teman yang ditemukan.
  • Tidak menyontek saat ulangan.

Di Rumah

  • Mengatakan jika memecahkan gelas.
  • Mengakui jika belum mengerjakan tugas.
  • Tidak mengambil uang tanpa izin.

Saat Bermain

  • Bermain sesuai aturan.
  • Mengakui jika kalah.
  • Tidak curang saat bermain.

Contoh Perilaku Tidak Jujur

Berbohong kepada orang tua.

Menyontek pekerjaan teman.

Mengaku memiliki barang yang bukan miliknya.

Menyembunyikan kesalahan.


Cara Membiasakan Sikap Jujur

Berkata apa adanya.

Berani mengakui kesalahan.

Tidak mengambil barang milik orang lain.

Mengembalikan barang yang ditemukan.

Meminta maaf jika melakukan kesalahan.


ASESMEN:



Ayo Berdiskusi!

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa arti sikap jujur?
  2. Mengapa kita harus bersikap jujur?
  3. Sebutkan dua contoh sikap jujur di sekolah!
  4. Apa yang kamu lakukan jika menemukan pensil milik teman?
  5. Bagaimana perasaanmu setelah berkata jujur?

 

Pembiasaan Adab

Adab Menuntut Ilmu

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menjelaskan pentingnya belajar serta menunjukkan adab yang baik ketika menuntut ilmu.

Pengertian Belajar

Belajar adalah kegiatan mencari ilmu agar menjadi orang yang berpengetahuan, berakhlak baik, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Sebagai seorang muslim, belajar merupakan perbuatan yang baik dan dianjurkan dalam agama.

Pentingnya Belajar

Belajar penting karena:

  • Menambah pengetahuan dan wawasan.
  • Membantu kita memahami mana yang baik dan mana yang kurang baik.
  • Membentuk sikap disiplin, rajin, dan bertanggung jawab.
  • Membantu meraih cita-cita.
  • Menjadi bekal untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Adab Menuntut Ilmu

Saat belajar, kita harus membiasakan adab yang baik, di antaranya:

  1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
  2. Datang ke sekolah tepat waktu.
  3. Menghormati dan mematuhi guru.
  4. Mendengarkan penjelasan guru dengan sungguh-sungguh.
  5. Bertanya dengan sopan apabila belum memahami pelajaran.
  6. Menjaga kebersihan dan kerapian tempat belajar.
  7. Rajin membaca, mengulang pelajaran, dan mengerjakan tugas.

Contoh Perilaku Adab Menuntut Ilmu

  • Duduk dengan rapi saat guru menjelaskan.
  • Mengangkat tangan sebelum bertanya.
  • Tidak mengganggu teman yang sedang belajar.
  • Mengucapkan salam ketika bertemu guru.
  • Mengerjakan tugas dengan jujur dan penuh tanggung jawab.

Pesan

Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umat Islam mencintai ilmu. Dengan belajar dan memiliki adab yang baik, ilmu yang diperoleh akan bermanfaat bagi kehidupan.

Kesimpulan

Belajar merupakan kewajiban yang membawa banyak manfaat. Agar ilmu menjadi berkah, setiap peserta didik harus memiliki adab yang baik, seperti menghormati guru, berdoa, bersungguh-sungguh, dan rajin belajar. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.


Rabu, 22 Juli 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - Matematika dan Bahasa Indonesia

Nama Guru                : Fitka Afrillita, S.Pd 

Satuan Pendidikan    : SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

Mata Pelajaran         : Seni Rupa, Bahasa Indonesia dan Matematika

Kelas / Semester        : 2D / I

Hari, Tanggal             : Kamis, 23 Juli 2026


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah mengenal kembali unsur garis dalam seni rupa, mengenal bendera negara kita serta mendengarkan percakapan yang berkaitan dengan perasaan. Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai macam jenis perasaan serta intuisi bilangan cacah sampai 100. Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat ya! 🌈

Selamat belajar, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! Semangat Selalu! 🌟


📌 Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

📌 Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Bahasa Indonesia: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.
  2. Matematika: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Bahasa Indoensia: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
  2. Matematika: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100

📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

Bahasa Indonesia: 

  1. Mendengarkan percakapan dengan penuh perhatian.
  2. Menyebutkan informasi pokok (siapa, apa, kapan, di mana) yang terdapat dalam percakapan.
  3. Menemukan kata atau kalimat yang menunjukkan perasaan tokoh dalam percakapan
  4. Mengenali dan menyebutkan jenis perasaan (senang, sedih, marah, takut, bangga, malu) yang disampaikan dalam percakapan.

Matematika:

  1. Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 100 dengan benar
  2. Menghubungkan lambang bilangan dengan banyak benda sampai 100 secara tepat.
  3. emperkirakan banyak benda dan membandingkan hasil perkiraan dengan jumlah sebenarnya.
  4. Membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 100 menggunakan intuisi bilangan.
  5. Menentukan bilangan yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak dalam berbagai situasi sederhana

📌 Materi Bahasa Indonesia:

Menemukan Informasi Penting dari Percakapan


Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih untuk saling menyampaikan informasi, pendapat, atau perasaan.

Informasi penting adalah hal utama yang ingin disampaikan dalam percakapan. Saat mendengarkan percakapan, kita dapat menemukan:

1.       Siapa yang berbicara?

2.       Apa yang sedang dibicarakan?

3.       Di mana percakapan terjadi?

4.       Kapan peristiwa terjadi? (jika ada)

5.       Bagaimana perasaan tokoh dalam percakapan?

 


Perasaan adalah sesuatu yang kita rasakan saat mengalami suatu kejadian. Setiap orang bisa memiliki perasaan yang berbeda.

Cara Menyampaikan Perasaan dengan Baik

  • Berbicara dengan sopan.
  • Mengatakan apa yang dirasakan dengan jujur.
  • Mendengarkan teman saat berbicara.
  • Meminta bantuan jika merasa sedih atau takut.

Hubungan Percakapan dengan Perasaan

Saat mendengarkan percakapan, kita dapat mengetahui perasaan tokoh melalui kata-kata dan ekspresi yang mereka sampaikan.

Contoh:

  • "Aku sangat senang hari ini." → 😊 Senang
  • "Aku sedih karena kehilangan buku." → 😢 Sedih
  • "Aku takut gelap." → 😨 Takut
  • "Aku bangga bisa membaca lancar." → 😌 Bangga

 Asesmen:


📌 Materi Matematika



A. Mengenal Intuisi Bilangan (Number Sense)

Intuisi bilangan (number sense) adalah kemampuan memahami makna suatu bilangan. Siswa tidak hanya mengenal angka, tetapi juga memahami bahwa angka menunjukkan banyaknya suatu benda.

Contoh:

1.     Angka 15 berarti ada lima belas benda.

2.     Angka 40 berarti ada empat puluh benda.

3.     Angka 100 berarti ada seratus benda.

Bilangan digunakan untuk menghitung benda di sekitar kita, seperti buku, pensil, buah, atau teman di kelas.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari

  1. Di rak terdapat 28 buku.
  2. Di meja ada 15 pensil.
  3. Di halaman sekolah tumbuh 42 bunga.

Semakin besar bilangannya, semakin banyak jumlah bendanya.


B. Memperkirakan Banyak Benda

Memperkirakan adalah menebak jumlah benda yang mendekati jumlah sebenarnya tanpa menghitung satu per satu.

Saat memperkirakan, kita dapat melihat:

  • ukuran kumpulan benda,
  • banyak sedikitnya benda,
  • kelompok benda yang terlihat.

Contoh: 

🍎 Sekelompok apel tampak memenuhi satu keranjang kecil.

Perkiraan:
"Menurutku ada sekitar 20 apel."

Kemudian dihitung bersama.

Jumlah sebenarnya: 22 apel.

Artinya perkiraan sudah cukup dekat.


C. Menghubungkan Lambang Bilangan dengan Banyak Benda

Setiap lambang bilangan menunjukkan banyaknya benda.

Contoh:

⭐ 18 → ada 18 bintang.

🍎 25 → ada 25 apel.

📚 42 → ada 42 buku.

Semakin banyak bendanya, semakin besar bilangan yang digunakan.

Contoh

Jika terdapat:
🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤

Jumlah anak ayam = 8

Lambang bilangannya adalah 8.


D. Membandingkan Banyak Benda dan Bilangan

Membandingkan berarti menentukan mana yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak.

Gunakan tanda:

  • > = lebih besar dari
  • < = lebih kecil dari
  • = = sama dengan

Contoh 1

Kelompok A = 35 bola

Kelompok B = 42 bola

Karena 42 lebih banyak daripada 35, maka: 35 < 42


Contoh 2

Kelas A memiliki 28 siswa.

Kelas B memiliki 28 siswa.

Maka: 28 = 28


Contoh 3

Kotak merah berisi 67 pensil.

Kotak biru berisi 54 pensil.

Maka: 67 > 54


E. Menjelaskan Hasil Perkiraan

Setelah memperkirakan, siswa dapat menjelaskan alasan hasil perkiraannya dengan kalimat sederhana.

Contoh:

   "Gelas ini saya perkirakan berisi sekitar 30 kelereng karena terlihat hampir penuh."

2.       "Menurut saya ada sekitar 18 buku di meja karena saya melihat ada beberapa tumpukan buku."

3.       "Saya memperkirakan ada sekitar 50 daun karena jumlahnya cukup banyak."

Tidak masalah jika hasil perkiraan berbeda sedikit dari jumlah sebenarnya. Yang penting dapat memberikan alasan yang masuk akal.

Asesmen:

 


 


📌 Refleksi Pembelajaran:

 

Selasa, 21 Juli 2026

Rabu,22 Juli 2026 - Matematika Matematika, Bahasa Indonesia, dan Seni Rupa

Nama Guru                : Fitka Afrillita, S.Pd 

Satuan Pendidikan    : SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

Mata Pelajaran         : Seni Rupa, Bahasa Indonesia dan Matematika

Kelas / Semester        : 2D / I

Hari, Tanggal             : Rabu, 22 Juli 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, Ananda hebat kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga Ananda semua sehat, bahagia, dan siap belajar dengan semangat. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum mulai belajar, yuk kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah. Semoga kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan mendapat berkah dari Allah Swt. ✨

Kemarin kita sudah belajar tentang unsur garis dalam seni rupa dan mengenal bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bahasa Indonesia tentang mengungkapkan perasaan. Hari ini kita masih dengan materi yang sama dengan kemarin terkait Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan rapi dan teliti, serta jangan malu untuk bertanya jika ada yang belum dimengerti. 🌈

Bu Guru yakin Ananda kelas 2.D adalah anak-anak yang rajin, semangat, dan hebat. Yuk, belajar dengan gembira agar ilmu yang kita dapatkan menjadi bermanfaat.

Selamat belajar, Ananda kelas 2.D! Tetap semangat, selalu berbuat baik, dan jadilah anak yang membanggakan orang tua, guru, dan agama. 🌟

📌 Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

📌 Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Bahasa Indonesia: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.
  2. Matematika: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

  3. Seni Rupa: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Bahasa Indoensia: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
  2. Matematika: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100
  3. Seni Rupa: Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar .

📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

Bahasa Indonesia: 

  1. Mendengarkan percakapan dengan penuh perhatian.
  2. Menyebutkan informasi pokok (siapa, apa, kapan, di mana) yang terdapat dalam percakapan.
  3. Menemukan kata atau kalimat yang menunjukkan perasaan tokoh dalam percakapan
  4. Mengenali dan menyebutkan jenis perasaan (senang, sedih, marah, takut, bangga, malu) yang disampaikan dalam percakapan.

Matematika:

  1. Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 100 dengan benar
  2. Menghubungkan lambang bilangan dengan banyak benda sampai 100 secara tepat.
  3. emperkirakan banyak benda dan membandingkan hasil perkiraan dengan jumlah sebenarnya.
  4. Membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 100 menggunakan intuisi bilangan.
  5. Menentukan bilangan yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak dalam berbagai situasi sederhana

Seni Rupa:

  1. Menyebutkan minimal 3 unsur rupa (misalnya titik, garis, bentuk, warna, atau tekstur) dengan benar.
  2. Mengidentifikasi unsur-unsur rupa yang terdapat pada benda-benda di sekitar berdasarkan hasil pengamatan.


📌 Materi Bahasa Indonesia:

Menemukan Informasi Penting dari Percakapan


Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih untuk saling menyampaikan informasi, pendapat, atau perasaan.

Informasi penting adalah hal utama yang ingin disampaikan dalam percakapan. Saat mendengarkan percakapan, kita dapat menemukan:

1.       Siapa yang berbicara?

2.       Apa yang sedang dibicarakan?

3.       Di mana percakapan terjadi?

4.       Kapan peristiwa terjadi? (jika ada)

5.       Bagaimana perasaan tokoh dalam percakapan?

 


Perasaan adalah sesuatu yang kita rasakan saat mengalami suatu kejadian. Setiap orang bisa memiliki perasaan yang berbeda.

Cara Menyampaikan Perasaan dengan Baik

  • Berbicara dengan sopan.
  • Mengatakan apa yang dirasakan dengan jujur.
  • Mendengarkan teman saat berbicara.
  • Meminta bantuan jika merasa sedih atau takut.

Hubungan Percakapan dengan Perasaan

Saat mendengarkan percakapan, kita dapat mengetahui perasaan tokoh melalui kata-kata dan ekspresi yang mereka sampaikan.

Contoh:

  • "Aku sangat senang hari ini." → 😊 Senang
  • "Aku sedih karena kehilangan buku." → 😢 Sedih
  • "Aku takut gelap." → 😨 Takut
  • "Aku bangga bisa membaca lancar." → 😌 Bangga

 Asesmen:


📌 Materi Matematika:


A. Mengenal Intuisi Bilangan (Number Sense)

Intuisi bilangan (number sense) adalah kemampuan memahami makna suatu bilangan. Siswa tidak hanya mengenal angka, tetapi juga memahami bahwa angka menunjukkan banyaknya suatu benda.

Contoh:

1.     Angka 15 berarti ada lima belas benda.

2.     Angka 40 berarti ada empat puluh benda.

3.     Angka 100 berarti ada seratus benda.

Bilangan digunakan untuk menghitung benda di sekitar kita, seperti buku, pensil, buah, atau teman di kelas.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari

  1. Di rak terdapat 28 buku.
  2. Di meja ada 15 pensil.
  3. Di halaman sekolah tumbuh 42 bunga.

Semakin besar bilangannya, semakin banyak jumlah bendanya.


B. Memperkirakan Banyak Benda

Memperkirakan adalah menebak jumlah benda yang mendekati jumlah sebenarnya tanpa menghitung satu per satu.

Saat memperkirakan, kita dapat melihat:

  • ukuran kumpulan benda,
  • banyak sedikitnya benda,
  • kelompok benda yang terlihat.

Contoh: 

🍎 Sekelompok apel tampak memenuhi satu keranjang kecil.

Perkiraan:
"Menurutku ada sekitar 20 apel."

Kemudian dihitung bersama.

Jumlah sebenarnya: 22 apel.

Artinya perkiraan sudah cukup dekat.


C. Menghubungkan Lambang Bilangan dengan Banyak Benda

Setiap lambang bilangan menunjukkan banyaknya benda.

Contoh:

⭐ 18 → ada 18 bintang.

🍎 25 → ada 25 apel.

📚 42 → ada 42 buku.

Semakin banyak bendanya, semakin besar bilangan yang digunakan.

Contoh

Jika terdapat:
🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤

Jumlah anak ayam = 8

Lambang bilangannya adalah 8.


D. Membandingkan Banyak Benda dan Bilangan

Membandingkan berarti menentukan mana yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak.

Gunakan tanda:

  • > = lebih besar dari
  • < = lebih kecil dari
  • = = sama dengan

Contoh 1

Kelompok A = 35 bola

Kelompok B = 42 bola

Karena 42 lebih banyak daripada 35, maka: 35 < 42


Contoh 2

Kelas A memiliki 28 siswa.

Kelas B memiliki 28 siswa.

Maka: 28 = 28


Contoh 3

Kotak merah berisi 67 pensil.

Kotak biru berisi 54 pensil.

Maka: 67 > 54


E. Menjelaskan Hasil Perkiraan

Setelah memperkirakan, siswa dapat menjelaskan alasan hasil perkiraannya dengan kalimat sederhana.

Contoh:

   "Gelas ini saya perkirakan berisi sekitar 30 kelereng karena terlihat hampir penuh."

2.       "Menurut saya ada sekitar 18 buku di meja karena saya melihat ada beberapa tumpukan buku."

3.       "Saya memperkirakan ada sekitar 50 daun karena jumlahnya cukup banyak."

Tidak masalah jika hasil perkiraan berbeda sedikit dari jumlah sebenarnya. Yang penting dapat memberikan alasan yang masuk akal.

Asesmen:

 

 

📌 Materi Seni Rupa:

UNSUR RUPA TITIK DAN GARIS

 

“Pernahkah kalian memperhatikan benda-benda yang ada di kelas?”

“Menurut kalian, apa saja yang membuat setiap benda terlihat berbeda?”

Dapatkah kalian menyebutkan warna, bentuk, atau garis yang kalian lihat pada benda tersebut?”

 

Apa itu Unsur Rupa?

Unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang digunakan untuk membuat sebuah karya seni. Dengan unsur rupa, kita dapat menggambar berbagai benda di sekitar kita.


1. Titik (•)

Titik adalah unsur rupa yang paling kecil. Titik menjadi awal terbentuknya garis, bentuk, dan gambar.

Ciri-ciri Titik

1.     Berukuran sangat kecil.

2.     Tidak memiliki panjang dan lebar.

3.     Dapat dibuat menggunakan pensil, spidol, atau cat.

Manfaat Titik

1.     Membuat pola.

2.     Menghias gambar.

3.     Memberi tekstur pada karya seni.

4.     Membentuk gambar jika dibuat dalam jumlah banyak.


2. Garis

Garis adalah kumpulan titik yang saling berhubungan sehingga membentuk goresan yang memiliki arah dan panjang.

Ciri-ciri Garis

1.     Memiliki panjang.

2.     Memiliki arah.

3.     Dapat lurus atau melengkung.

Macam-macam Garis

➡️ Garis Horizontal (Mendatar) ─────

  • Memberi kesan tenang.
  • Contoh: permukaan laut.

➡️ Garis Vertikal (Tegak) │

  • Memberi kesan kuat dan tinggi.
  • Contoh: batang pohon.

➡️ Garis Diagonal (Miring) /

  • Memberi kesan bergerak.
  • Contoh: jalan menanjak.

➡️ Garis Lengkung 

  • Memberi kesan lembut.
  • Contoh: pelangi.

➡️ Garis Zigzag 

  • Memberi kesan semangat atau tajam.
  • Contoh: petir.

➡️ Garis Spiral 🌀

  • Berputar membentuk lingkaran.
  • Contoh: cangkang siput.

Kegunaan Garis

1.     Membentuk gambar.

2.     Membuat pola hias.

3.     Menunjukkan arah.

4.     Memberikan kesan pada karya seni.

 

Contoh Benda di Sekitar Kita

Unsur Rupa

Contoh

Titik

Bintang, bintik hujan, biji semangka

Garis Tegak

Tiang bendera, batang pohon

Garis Mendatar

Meja, permukaan laut

Garis Miring

Atap rumah

Garis Lengkung

Pelangi, ombak

Garis Zigzag

Petir

 Asesmen:

📌 Refleksi Pembelajaran: