About

Kamis, 29 Oktober 2026

Jum'at 30 Oktober 2026 PAK

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: PAK

Hari/Tanggal: Jumat, 30 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Mengenal sikap tanggung jawab

Pertemuan ke: 3

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


  

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menjelaskan arti tanggung jawab serta menunjukkan contoh perilaku tanggung jawab di lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa setiap tugas dan kewajiban harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk tanggung jawab.
  • Meaningful (Bermakna): Murid menghubungkan materi sikap tanggung jawab dengan kebiasaan sehari-hari, seperti mengerjakan tugas, menjaga barang, melaksanakan piket, merapikan tempat belajar, dan membantu orang lain.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid mengikuti kegiatan pembelajaran dan sumatif dengan suasana tenang dan menyenangkan melalui soal bergambar atau soal sederhana yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap tanggung jawab.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap tanggung jawab di lingkungan sekolah.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku tidak bertanggung jawab.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap tanggung jawab.
  5. Membedakan perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.
  6. Membiasakan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

📌 MATERI: Sikap Tanggung Jawab

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Latihan dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D. Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan dalam kegiatan kita. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah.

Anak-anak, siapa yang tadi sudah merapikan tempat tidur? Siapa yang sudah menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri? Ketika mendapat tugas dari guru, apa yang harus kita lakukan?

Nah, melaksanakan tugas dengan baik, menjaga barang, melaksanakan piket, dan membantu orang tua sesuai kemampuan merupakan contoh sikap tanggung jawab.

Hari ini kita akan belajar dan mengerjakan Sumatif Harian 2 tentang sikap tanggung jawab. Bacalah setiap soal dengan teliti, kerjakan dengan jujur, tenang, dan percaya diri. 🌷


A. Apa Itu Tanggung Jawab?

Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik serta bersedia menjaga dan menyelesaikan apa yang menjadi tugas kita.

Anak yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugasnya dan tidak menyalahkan orang lain.

Contoh sikap tanggung jawab:

  • mengerjakan tugas sekolah;
  • menjaga barang milik sendiri;
  • merapikan tempat belajar;
  • melaksanakan piket;
  • menjaga kebersihan;
  • mengembalikan barang ke tempatnya;
  • membantu orang tua sesuai kemampuan.

B. Sikap Tanggung Jawab di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap tanggung jawab di sekolah:

  1. Mengerjakan tugas yang diberikan guru.
  2. Membawa perlengkapan belajar sendiri.
  3. Menjaga buku dan alat tulis.
  4. Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  5. Menjaga kebersihan kelas.
  6. Merapikan meja dan kursi setelah digunakan.
  7. Mengembalikan buku ke tempatnya.
  8. Menjaga fasilitas sekolah.
  9. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik.
  10. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.

C. Sikap Tanggung Jawab di Lingkungan Keluarga

Contoh sikap tanggung jawab di rumah:

  1. Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  2. Menyimpan mainan setelah digunakan.
  3. Menjaga barang milik sendiri.
  4. Membantu orang tua sesuai kemampuan.
  5. Menjaga kebersihan rumah.
  6. Merapikan perlengkapan sekolah.
  7. Mengerjakan pekerjaan rumah yang menjadi tugasnya.
  8. Merawat hewan atau tanaman jika diberi tugas.
  9. Menyelesaikan tugas sekolah di rumah.
  10. Mematuhi aturan yang telah disepakati keluarga.

D. Perilaku Tidak Bertanggung Jawab

Perilaku tidak bertanggung jawab adalah tidak melaksanakan tugas atau kewajiban yang menjadi tanggungannya dengan baik.

Contohnya:

  1. Tidak mengerjakan tugas sekolah.
  2. Menyuruh teman mengerjakan tugasnya.
  3. Tidak melaksanakan piket.
  4. Merusak barang lalu tidak mau mengaku.
  5. Membiarkan mainan berserakan.
  6. Tidak menjaga barang milik sendiri.
  7. Membuang sampah sembarangan.
  8. Menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri.
  9. Tidak menyelesaikan tugas kelompok.
  10. Tidak mau memperbaiki kesalahan.

E. Manfaat Bersikap Tanggung Jawab

Kita harus membiasakan sikap tanggung jawab karena dapat:

🌱 melatih kita menjadi anak yang mandiri;
🌱 membuat kita dapat dipercaya oleh guru dan teman;
🌱 membuat pekerjaan selesai dengan baik;
🌱 melatih kita menjaga amanah;
🌱 menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman;
🌱 membiasakan kita berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.


Ø Soal Asesmen/Latihan

A. Pilihan Ganda

1. Rani mendapat tugas dari guru. Rani mengerjakan tugas tersebut sampai selesai. Sikap Rani adalah ....
A. malas
B. tanggung jawab
C. tidak peduli

2. Setelah bermain, sebaiknya kita ....
A. meninggalkan mainan
B. menyuruh orang lain merapikannya
C. merapikan mainan

3. Andi mendapat jadwal piket. Sikap yang bertanggung jawab adalah ....
A. melaksanakan piket
B. pulang lebih dahulu
C. bersembunyi dari teman

4. Jika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, sebaiknya kita ....
A. menyalahkan teman
B. mengaku dan meminta maaf
C. meninggalkannya

5. Contoh tanggung jawab di rumah adalah ....
A. membiarkan kamar berantakan
B. merapikan tempat tidur
C. membuang mainan sembarangan

B. Isian

1. Melaksanakan tugas dengan baik merupakan sikap ....

2. Setelah menggunakan mainan, kita harus .... kembali.

3. Siswa yang mendapat jadwal piket harus melaksanakan ....

4. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani .... kesalahan.

5. Menjaga barang milik sendiri merupakan contoh sikap ....


Ø Kunci Jawaban/uraian:

A. Pilihan Ganda

  1. B. tanggung jawab

    (Rani mengerjakan tugas dari guru hingga selesai merupakan ciri anak yang bertanggung jawab).

  2. C. merapikan mainan

    (Merapikan barang setelah digunakan adalah bentuk menjaga kebersihan dan ketertiban).

  3. A. melaksanakan piket

    (Siswa yang bertanggung jawab wajib menjalankan tugas piket sesuai jadwal).

  4. B. mengaku dan meminta maaf

    (Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah bentuk sikap bertanggung jawab).

  5. B. merapikan tempat tidur

    (Merapikan tempat tidur setelah bangun adalah contoh tanggung jawab di rumah).

B. Isian

  1. Tanggung jawab (atau mandiri/terpuji)

  2. Merapikan / mengembalikan

  3. Piket / tugasnya

  4. Mengakui

  5. Tanggung jawab

Jum'at, 30 Oktober 2026 Pembiasaan Adab

  IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Pembiasaan Adab

Hari/Tanggal: Jum'at, 30 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Adab Berbicara: Berkata Baik dan Santun 

Pertemuan ke: 2

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


  

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu membiasakan sikap berkata jujur, santun, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu memahami pentingnya berkata baik dan santun serta menunjukkan perilaku berbicara dengan sopan, mendengarkan orang lain, menggunakan kata-kata yang baik, dan menghargai lawan bicara dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa perkataan yang baik dapat menjaga perasaan orang lain dan merupakan perilaku terpuji yang disukai Allah Swt.

  • Meaningful (Bermakna): Murid mampu menerapkan adab berbicara ketika berinteraksi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui cerita, tanya jawab, permainan memilih perkataan yang baik, dan bermain peran.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian adab berbicara.

  2. Menjelaskan pentingnya berkata baik dan santun.

  3. Mengidentifikasi contoh perkataan yang baik dan tidak baik.

  4. Mengenal penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

  5. Menunjukkan sikap mendengarkan ketika orang lain berbicara.

  6. Mempraktikkan cara berbicara yang baik dan santun dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Adab Berbicara – Berkata Baik dan Santun

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Mengamati gambar, menyimak cerita, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, bermain peran, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku baik dan tidak baik, kartu kata santun, teks cerita, dan video pembelajaran.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini mendapat keberkahan dari Allah Swt. Aamiin. 🤲

Anak-anak, Ibu ingin bertanya. Jika kalian ingin meminjam pensil teman, bagaimana cara memintanya dengan baik?

Benar! Kita bisa berkata, “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

Lalu, jika teman membantu kita, apa yang harus kita ucapkan?

Betul, kita mengucapkan, “Terima kasih.”

Anak-anak, Allah Swt. mengajarkan kita untuk berbuat baik, termasuk melalui perkataan. Perkataan yang baik dapat membuat orang lain merasa senang, sedangkan perkataan kasar dapat menyakiti perasaan mereka.

Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar tentang adab berbicara, yaitu berkata baik dan santun. Mari kita menjadi anak yang sopan, menghargai orang lain, dan selalu menjaga perkataan. 🌷

Ø Uraian Materi

A. Pengertian Adab Berbicara

Adab berbicara adalah tata cara berbicara yang baik, sopan, dan menghormati orang lain.

Kita harus menjaga perkataan ketika berbicara dengan orang tua, guru, teman, maupun orang lain. Berbicara dengan baik merupakan salah satu contoh akhlak terpuji yang harus dibiasakan sejak kecil.

B. Macam-Macam Adab Berbicara

1. Berbicara dengan sopan

Gunakan kata-kata yang baik ketika berbicara kepada orang lain.

Contoh: “Permisi, Bu Guru. Bolehkah saya bertanya?”

2. Mendengarkan ketika orang lain berbicara

Kita harus mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan orang lain.

Contoh: Mendengarkan guru ketika menjelaskan pelajaran.

3. Menggunakan suara yang baik

Berbicaralah dengan suara yang jelas dan tidak membentak atau berteriak kepada orang lain.

Contoh: Berbicara dengan lembut kepada teman.

4. Menggunakan kata-kata santun

Biasakan menggunakan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

Contoh: “Tolong bantu saya merapikan buku ini.”

5. Berkata jujur dan tidak mengejek

Katakan hal yang sebenarnya dan jangan menggunakan perkataan yang menyakiti perasaan orang lain.

Contoh: Mengakui kesalahan dan meminta maaf.



E. Perkataan yang Harus Dihindari

Anak-anak, ada beberapa perkataan dan sikap yang harus kita hindari.

  • Berkata kasar kepada orang lain.

  • Membentak orang tua, guru, atau teman.

  • Mengejek dan menghina teman.

  • Memotong pembicaraan orang lain.

  • Berteriak ketika berbicara di kelas.

  • Berbohong dan menyalahkan orang lain.

Jika kita terbiasa menjaga perkataan, orang lain akan merasa dihargai dan nyaman ketika berbicara dengan kita.

F. Manfaat Berkata Baik dan Santun

  1. Disukai dan dihargai orang lain.

  2. Memiliki hubungan yang baik dengan teman.

  3. Menghindari pertengkaran.

  4. Membuat suasana rumah dan sekolah menjadi nyaman.

  5. Membiasakan diri memiliki akhlak yang terpuji.

  6. Menjaga perasaan orang lain.

G. Kegiatan Praktik Adab Berbicara

Guru mengajak murid mempraktikkan percakapan berikut secara berpasangan.

Situasi 1: Meminjam pensil

Dina: “Rani, tolong pinjamkan pensilmu, ya.”

Rani: “Baik, Dina. Ini pensilnya.”

Dina: “Terima kasih, Rani.”

Rani: “Sama-sama.”

Situasi 2: Tidak sengaja menyenggol teman

Budi: “Maaf, Andi. Aku tidak sengaja menyenggolmu.”

Andi: “Tidak apa-apa, Budi. Lain kali hati-hati, ya.”

Budi: “Baik, terima kasih sudah memaafkanku.”

Melalui kegiatan ini, murid belajar menggunakan kata-kata yang baik, mendengarkan teman, dan berbicara dengan santun.

Ø Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Ketika ingin meminjam pensil teman, kita sebaiknya berkata ....

A. “Berikan pensilmu sekarang!”

B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

C. “Cepat pinjamkan pensilmu!”

2. Saat guru sedang menjelaskan pelajaran, sikap kita adalah ....

A. Mendengarkan dengan baik

B. Mengobrol dengan teman

C. Berteriak di kelas

3. Jika tidak sengaja menyakiti perasaan teman, kita sebaiknya ....

A. Mengejeknya lagi

B. Pura-pura tidak tahu

C. Meminta maaf

4. Ketika berbeda pendapat dengan teman, kita sebaiknya ....

A. Marah kepada teman

B. Menyampaikan pendapat dengan sopan

C. Memaksakan pendapat sendiri

5. Manakah contoh adab berbicara yang baik?

A. Berkata jujur dan santun

B. Memotong pembicaraan orang lain

C. Menghina teman

B. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

6. Ketika menerima bantuan dari teman, kita mengucapkan ....

7. Jika ingin melewati orang lain, kita mengucapkan ....

8. Saat melakukan kesalahan, kita sebaiknya meminta ....

9. Ketika orang lain sedang berbicara, kita harus mendengarkan sampai ....

10. Kita harus menggunakan kata-kata yang baik agar tidak menyakiti ... orang lain.

Ø Kunci Jawaban/Uraian


Ø Kesimpulan dan refleksi:


Rabu, 28 Oktober 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 Matematika

IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Kamis, 29 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Makna simbol  matematika "="

Pertemuan ke: 1

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم




Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan gambar

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyimak penjelasan dan mengamati nilai pada kedua ruas kalimat matematika dengan teliti.

  • Meaningful (Bermakna): Murid menghubungkan makna tanda sama dengan dengan kegiatan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah pensil, buku, atau benda lainnya.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu angka, benda konkret, diskusi, dan tantangan melengkapi kalimat matematika.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal simbol sama dengan (=).

  2. Memahami tanda sama dengan sebagai tanda bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.

  3. Menunjukkan kesamaan nilai menggunakan benda konkret dan gambar.

  4. Membaca kalimat matematika yang menggunakan tanda sama dengan.

  5. Menentukan apakah dua kelompok benda memiliki jumlah yang sama.

  6. Melengkapi kalimat matematika sederhana dengan tanda sama dengan.

  7. Menentukan bilangan yang tepat untuk melengkapi kalimat matematika.

  8. Menyelesaikan masalah sederhana terkait kesamaan nilai dalam kehidupan sehari-hari.


Ø  Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. Aamiin. 🤲✨

Anak-anak sholeh dan sholehah, siapa yang menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya? Benar, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Yang Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai macam tumbuhan, buah-buahan, dan hewan dengan bentuk dan jumlah yang beragam. Masyaallah, betapa besar kebesaran Allah! 🌿🍎

Sekarang, coba perhatikan contoh berikut. Allah menciptakan buah apel yang dapat kita amati saat belajar berhitung. Ibu memiliki 3 buah apel, sedangkan Ayah juga memiliki 3 buah apel.

🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Apakah jumlah apel Ibu dan Ayah sama? Ya, jumlahnya sama, yaitu 3 buah apel.

Dalam matematika, kita menuliskannya dengan kalimat 3 = 3. Simbol = dibaca sama dengan dan menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

Bagaimana jika Ibu memiliki 2 buah apel dan Ayah memiliki 4 buah apel? Apakah jumlahnya sama? Tidak, karena 2 tidak sama dengan 4.

Melalui contoh tersebut, hari ini kita akan belajar memahami makna simbol sama dengan (=), membandingkan nilai pada kedua ruas, serta menentukan apakah kalimat matematika memiliki nilai yang sama.

Anak-anak, dengan belajar matematika, kita dapat melatih ketelitian sekaligus mensyukuri nikmat akal dan ilmu yang Allah Swt. berikan. Yuk, belajar dengan semangat, teliti, dan gembira! 🌸📚


📌 MATERI: MAKNA SIMBOL MATEMATIKA “=”



Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim, pensil, penghapus, gambar benda, papan tulis, dan video pembelajaran.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan pensil yang Ibu bawa. Di tangan kanan Ibu ada 3 pensil, sedangkan di tangan kiri ada 3 pensil. Apakah jumlah pensil di kedua tangan sama?

Jika jumlahnya sama, kita dapat menuliskannya sebagai 3 = 3.

Nah, hari ini kita akan belajar memahami makna simbol sama dengan (=) dan menggunakannya dalam kalimat matematika. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar kegiatan belajar menjadi menyenangkan. 🌟


A. Mengenal Simbol Sama Dengan (=)

Simbol = dibaca sama dengan.

Tanda sama dengan digunakan untuk menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan nilai di sebelah kanan memiliki jumlah atau nilai yang sama.

Contoh:

3 = 3

Artinya, nilai 3 di sebelah kiri sama dengan nilai 3 di sebelah kanan.

Contoh lainnya:

5 = 5

8 = 8

10 = 10

Ingat, tanda sama dengan bukan sekadar tanda untuk menuliskan jawaban. Tanda ini menunjukkan bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.


B. Memahami Tanda Sama Dengan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Di sebelah kiri terdapat 3 apel dan di sebelah kanan terdapat 3 apel.

Karena jumlahnya sama, kalimat matematikanya adalah:

3 = 3

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️

Jumlah pensil di kedua kelompok sama-sama 4.

Jadi:

4 = 4

Anak-anak dapat menggunakan stik es krim, pensil, atau benda lain untuk membuktikan bahwa kedua kelompok memiliki jumlah yang sama.


C. Tanda Sama Dengan pada Kalimat Matematika

Tanda sama dengan juga dapat digunakan pada kalimat matematika yang memuat operasi hitung.

Perhatikan contoh berikut.

1. Penjumlahan

2 + 3 = 5

Artinya, hasil dari 2 ditambah 3 adalah 5. Nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

2. Pengurangan

7 − 2 = 5

Artinya, hasil dari 7 dikurangi 2 adalah 5. Kedua ruas memiliki nilai yang sama.

3. Kesamaan nilai pada kedua ruas

4 + 2 = 3 + 3

Ruas kiri: 4 + 2 = 6

Ruas kanan: 3 + 3 = 6

Karena kedua ruas bernilai 6, maka:

4 + 2 = 3 + 3

Jadi, tanda sama dengan dapat digunakan ketika kedua ruas memiliki nilai yang sama, meskipun bentuk perhitungannya berbeda.


D. Melengkapi Kalimat Matematika

Anak-anak, perhatikan contoh berikut.

Contoh 1

3 + 2 = ...

3 + 2 = 5

Jadi, bilangan yang tepat adalah 5.

Contoh 2

4 + 1 = 2 + ...

Ruas kiri: 4 + 1 = 5.

Agar ruas kanan bernilai 5, maka 2 + 3 = 5.

Jadi:

4 + 1 = 2 + 3

Contoh 3

6 = 4 + ...

Agar kedua ruas memiliki nilai yang sama, kita mencari bilangan yang jika ditambahkan dengan 4 hasilnya 6.

4 + 2 = 6.

Jadi:

6 = 4 + 2


E. Menentukan Kalimat Matematika yang Benar atau Salah

Perhatikan beberapa contoh berikut.

1. 3 + 2 = 5

Benar, karena kedua ruas bernilai 5.

2. 4 + 1 = 6

Salah, karena ruas kiri bernilai 5, sedangkan ruas kanan bernilai 6.

3. 2 + 4 = 3 + 3

Benar, karena kedua ruas bernilai 6.

4. 7 − 2 = 4

Salah, karena ruas kiri bernilai 5, sedangkan ruas kanan bernilai 4.

Untuk mengetahui benar atau salah, kita harus menghitung nilai pada kedua ruas terlebih dahulu.


F. Tanda Sama Dengan dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanda sama dengan dapat membantu kita memahami kesamaan jumlah benda.

Contoh 1

Aisyah memiliki 4 pensil. Bilal juga memiliki 4 pensil.

Kalimat matematikanya:

4 = 4

Jadi, jumlah pensil Aisyah sama dengan jumlah pensil Bilal.

Contoh 2

Di meja terdapat 3 buku dan 2 buku tambahan. Di meja lain terdapat 5 buku.

Kalimat matematikanya:

3 + 2 = 5

Jadi, jumlah buku pada kedua kelompok sama, yaitu 5 buku.


🌟 INGAT!

  • Simbol = dibaca sama dengan.

  • Tanda sama dengan menunjukkan bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.

  • Kedua ruas dapat berupa bilangan, penjumlahan, atau pengurangan.

  • Bentuk perhitungan boleh berbeda, asalkan nilainya sama.

  • Hitung kedua ruas dengan teliti sebelum menentukan benar atau salah.

Ø Soal Asesmen / Post-Test

Petunjuk: Bacalah setiap soal dengan teliti. Hitunglah nilai kedua ruas jika diperlukan, kemudian jawablah dengan benar.

  1. Perhatikan kalimat matematika berikut: 5 = 5. Apa makna tanda sama dengan pada kalimat tersebut?

  2. Rani memiliki 4 pensil. Dita juga memiliki 4 pensil. Tuliskan kalimat matematika yang menunjukkan bahwa jumlah pensil mereka sama.

  3. Lengkapilah kalimat matematika berikut: 3 + 2 = ....

  4. Perhatikan kalimat matematika berikut: 4 + 2 = 3 + 3. Apakah kalimat matematika tersebut benar? Jelaskan alasanmu.

  5. Di sebelah kiri terdapat 7 kelereng. Di sebelah kanan terdapat 5 kelereng dan 2 kelereng tambahan. Tuliskan kalimat matematika yang menunjukkan kesamaan jumlah kelereng tersebut.

Ø Kunci Jawaban/Uraian


Ø Kesimpulan dan Refleksi