About

Kamis, 20 Agustus 2026

Jum'at, 21 Agutus 2026 - Pembiasaan Adab dan PAK

  Hari, Tanggal             : Kamis 21 Agustus 2026

Nama Guru                : Fitka Afrillita, S.Pd dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S. Pd.

Fase/ Kelas                 : A/ 2D

Mata Pelajaran         :  Pembiasaan Adab dan PAK

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, Ananda hebat kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga Ananda semua sehat, bahagia, dan siap belajar dengan semangat. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum mulai belajar, yuk kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah. Semoga kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan mendapat berkah dari Allah Swt. ✨

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan rapi dan teliti, serta jangan malu untuk bertanya jika ada yang belum dimengerti. 🌈

Bu Guru yakin Ananda kelas 2.D adalah anak-anak yang rajin, semangat, dan hebat. Yuk, belajar dengan gembira agar ilmu yang kita dapatkan menjadi bermanfaat.

Selamat belajar, Ananda kelas 2.D! Tetap semangat, selalu berbuat baik, dan jadilah anak yang membanggakan orang tua, guru, dan agama. 

📌 Mata Pelajaran Pembaisaan Adab:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu membiasakan menghormati guru dan orang tua.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Mendengarkan penjelasan guru dengan baik. 

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menjelaskan arti adab kepada guru.
  2. Menyebutkan contoh adab yang baik kepada guru.

  3. Membiasakan bersikap sopan dan hormat kepada guru


Ø  Materi Pokok: Adab kepada Guru

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, dan latihan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, poster sikap baik dab sikap buruk.

Ø  Apersepsi:

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

Artinya:
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, dan mengetahui hak orang yang berilmu.”
(HR. Ahmad)

Hadis ini mengajarkan kita untuk menghormati orang yang lebih tua dan menghargai orang yang berilmu, termasuk guru.

"Anak yang baik adalah anak yang menghormati gurunya dan menggunakan ilmu yang diajarkan dengan baik.”


Ø  Materi Pembelajaran:

Adab Kepada Guru




Apa Itu Adab kepada Guru?

Guru adalah orang yang mengajarkan ilmu kepada kita. Karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi guru.

Adab artinya sikap yang baik dan sopan.

Jadi, adab kepada guru adalah sikap sopan, hormat, dan baik kepada guru.

Contoh Adab kepada Guru

  1. Mengucapkan salam ketika bertemu guru.

  2. Mendengarkan saat guru berbicara.

  3. Tidak memotong pembicaraan guru.

  4. Mengangkat tangan sebelum bertanya.

  5. Berbicara dengan suara yang sopan.

  6. Mengerjakan tugas yang diberikan guru.

  7. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu guru.

  8. Meminta izin jika ingin keluar kelas.


Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Ketika guru masuk kelas

Siswa: "Assalamu'alaikum, Bu Guru."

Ketika ingin bertanya

Siswa: "Bu Guru, boleh saya bertanya?"

Ketika selesai dibantu

Siswa: "Terima kasih, Bu Guru."


Ø  Soal/Post test:

Latihan

Jawablah dengan benar!

  1. Siapa yang mengajarkan ilmu kepada kita?

  2. Apa yang kita ucapkan ketika bertemu guru?

  3. Apa yang harus dilakukan saat guru menjelaskan?

  4. Bagaimana cara bertanya kepada guru?

  5. Mengapa kita harus menghormati guru?


Ø  Kunci jawaban dan uraian:

  1.       Guru.
  2.       Mengucapkan salam, “Assalamu'alaikum.”
  3.       Mendengarkan dengan baik dan tidak berbicara sendiri.
  4.       Mengangkat tangan dan bertanya dengan sopan.
  5.       Karena guru mengajarkan ilmu kepada kita sehingga kita harus menghormati dan menghargainya.

📌 Materi PAK

📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. PAK: Siswa dapat menyebutkan contoh sikap jujur

📌 Kriteria Pembelajaran:

  1. Menyebutkan minimal 3 sikap jujur

Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

📌 Apersepsi :

Bu Guru meriview pembelajaran yang telah dipelajari sebelum - seblumnya terkait sikap jujur sebagai pengingat murid sebelum melakukan Sumatif Harian 1. berikut materi yang telah kita pelajari

Materi Pendidikan Anti Korupsi:

SIKAP JUJUR



Apa itu Jujur?

Jujur adalah berkata dan berbuat sesuai dengan kenyataan. Orang yang jujur tidak berbohong, tidak menipu, dan mau mengakui kesalahan.


Mengapa Kita Harus Jujur?

Jika kita jujur:

  • 🌟 Teman akan percaya kepada kita.
  • 🌟 Guru dan orang tua akan bangga.
  • 🌟 Hati menjadi tenang.
  • 🌟 Memiliki banyak teman.

Contoh Sikap Jujur

Di Sekolah

  • Mengerjakan tugas sendiri.
  • Mengakui jika lupa membawa PR.
  • Mengembalikan barang teman yang ditemukan.
  • Tidak menyontek saat ulangan.

Di Rumah

  • Mengatakan jika memecahkan gelas.
  • Mengakui jika belum mengerjakan tugas.
  • Tidak mengambil uang tanpa izin.

Saat Bermain

  • Bermain sesuai aturan.
  • Mengakui jika kalah.
  • Tidak curang saat bermain.

Contoh Perilaku Tidak Jujur

Berbohong kepada orang tua.

Menyontek pekerjaan teman.

Mengaku memiliki barang yang bukan miliknya.

Menyembunyikan kesalahan.


Cara Membiasakan Sikap Jujur

Berkata apa adanya.

Berani mengakui kesalahan.

Tidak mengambil barang milik orang lain.

Mengembalikan barang yang ditemukan.

Meminta maaf jika melakukan kesalahan.


Rabu, 19 Agustus 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - Matematika dan Bahasa Indonesia

 Hari, Tanggal             : Rabu 19 Agustus 2026

Nama Guru                : Fitka Afrillita, S.Pd dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S. Pd.

Fase/ Kelas                 : A/ 2D

Mata Pelajaran         :  Bahasa Indonesia, Seni Rupa dan Matematika

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, Ananda hebat kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga Ananda semua sehat, bahagia, dan siap belajar dengan semangat. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum mulai belajar, yuk kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah. Semoga kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan mendapat berkah dari Allah Swt. ✨

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan rapi dan teliti, serta jangan malu untuk bertanya jika ada yang belum dimengerti. 🌈

Bu Guru yakin Ananda kelas 2.D adalah anak-anak yang rajin, semangat, dan hebat. Yuk, belajar dengan gembira agar ilmu yang kita dapatkan menjadi bermanfaat.

Selamat belajar, Ananda kelas 2.D! Tetap semangat, selalu berbuat baik, dan jadilah anak yang membanggakan orang tua, guru, dan agama. 

📌 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1.       Mengidentifikasi kata tanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
  2.       Menjelaskan fungsi kata tanya dengan tepat.
  3.       Memahami informasi dari percakapan sederhana.
  4.       Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang didengar.
  5.       Membuat kalimat tanya sederhana dengan penggunaan kata tanya dan tanda tanya (?) yang tepat.

Ø  Materi Pokok: Kata tanya dan kalimat tanya

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, latihan, dan penugasan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, Gambar/Kartu kata tanya: Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana

Ø  Apersepsi:

Guru menunjukkan sebuah gambar kegiatan sehari-hari, seperti berikut ini!

Kemudian guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid, seperti “Apa yang sedang dilakukan anak pada gambar?”, “Siapa yang sedang membaca?”, “Di mana anak tersebut membaca buku?”, dan “Kapan biasanya kamu membaca buku?”. Setelah itu, guru mengajak murid memperhatikan kata-kata yang digunakan dalam pertanyaan dan menghubungkannya dengan materi yang akan dipelajari.Kemudian anak-anak diajak untuk memperhatikan kata yang digunakan untuk memperoleh informasi dari pertanyaan tersebut.

 

Ø  Materi Pembelajaran:

Kata Tanya dan Kalimat Tanya

Kata tanya adalah kata yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Beberapa kata tanya yang sering digunakan, yaitu:

·         Apa → menanyakan benda, hal, atau kegiatan.

·         Siapa → menanyakan orang.

·         Di mana → menanyakan tempat.

·         Kapan → menanyakan waktu.

·         Mengapa → menanyakan alasan.

·         Bagaimana → menanyakan cara atau keadaan.

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk memperole h informasi dan biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).

 

Contoh:

1.       Siapa nama temanmu?

2.       Apa makanan kesukaanmu?

3.       Di mana kamu tinggal?

4.       Kapan kamu pergi ke sekolah?

5.       Mengapa kita harus menjaga kebersihan?

6.       Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?

 

Ø  Soal/Post test:

Simak percakapan berikut!

Alya: “Rani, kamu pergi ke mana pagi ini?”
Rani: “Aku pergi ke sekolah.”
Alya: “Siapa yang mengantarmu?”
Rani: “Ayah yang mengantarku.”

Jawablah pertanyaan berikut!

1.       Ke mana Rani pergi pagi ini?

2.       Siapa yang mengantar Rani ke sekolah?

3.       Kata tanya “ke mana” digunakan untuk menanyakan ....

4.       Kata tanya “siapa” digunakan untuk menanyakan ....

5.       Buatlah satu kalimat tanya menggunakan kata “kapan”!

 LKPD:

Ø  Kunci jawaban dan uraian:

📌 Mata Pelajaran Matematika:

Ø  Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Ø  Tujuan Pembelajaran: Membandingkan dan mengurutkan bilangan

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang terdapat dalam soal.
  2. Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan percaya diri dalam mengerjakan sumatif harian.

Ø  Materi Pokok: intuisi bilangan (nama dan lambang), mengurutkan bilangan, nilai tempat puluhan dan satuan

Ø  Model/Metode pembelajaran: latihan dan penugasan

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD

Ø  Apersepsi:

Guru mengajak peserta didik mengulang kembali bilangan 1–100 dengan menyebutkannya secara bersama-sama. Selanjutnya, guru memperlihatkan dua kelompok benda atau kartu bilangan dengan jumlah yang berbeda. Guru mengajukan pertanyaan, “Kelompok mana yang memiliki jumlah lebih banyak?” dan “Apa yang dapat kita lakukan untuk menentukan bilangan yang lebih besar dan lebih kecil?”

Ø  Materi Pembelajaran:

 A. Mengenal Intuisi Bilangan (Number Sense)

      Intuisi bilangan (number sense) adalah kemampuan memahami makna suatu bilangan. Siswa tidak hanya mengenal angka, tetapi juga memahami bahwa angka menunjukkan banyaknya suatu benda.

Contoh:

1. Angka 15 berarti ada lima belas benda.

2. Angka 40 berarti ada empat puluh benda.

3. Angka 100 berarti ada seratus benda.



B. Memperkirakan Banyak Benda

     Memperkirakan adalah menebak jumlah benda yang mendekati jumlah sebenarnya tanpa menghitung satu per satu. Saat memperkirakan, kita dapat melihat:

  1.       ukuran kumpulan benda,
  2.       banyak sedikitnya benda,
  3.       kelompok benda yang terlihat.

Contoh: 

🍎 Sekelompok apel tampak memenuhi satu keranjang kecil.

Perkiraan:

"Menurutku ada sekitar 20 apel."

Kemudian dihitung bersama.

Jumlah sebenarnya: 22 apel.

Artinya perkiraan sudah cukup dekat.



C. Menghubungkan Lambang Bilangan dengan Banyak Benda

      Setiap lambang bilangan menunjukkan banyaknya benda.

Contoh:

18 → ada 18 bintang.

🍎 25 → ada 25 apel.

📚 42 → ada 42 buku.

      Semakin banyak bendanya, semakin besar bilangan yang digunakan.



D. Membandingkan Banyak Benda dan Bilangan

      Membandingkan berarti menentukan mana yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak.

Gunakan tanda:

> = lebih besar dari

< = lebih kecil dari

= = sama dengan

Contoh:

Kelompok A = 35 bola

Kelompok B = 42 bola

Karena 42 lebih banyak daripada 35, maka: 35 < 42


NILAI TEMPAT

 

Apa Itu Nilai Tempat?

Nilai tempat adalah nilai suatu angka berdasarkan letaknya dalam bilangan.

Pada bilangan dua angka terdapat:

Puluhan (P) = angka di sebelah kiri.

Satuan (S) = angka di sebelah kanan.


Contoh:

Bilangan 47

Angka 4 berada di tempat puluhan = 40.

Angka 7 berada di tempat satuan = 7.

Jadi: 47 = 40 + 7

 

Cara Menentukan Nilai Tempat

  1.       Lihat angka di sebelah kiri → puluhan.
  2.       Lihat angka di sebelah kanan → satuan.
  3.       Tuliskan nilainya.

Contoh:

63 = 6 puluhan dan 3 satuan.

80 = 8 puluhan dan 0 satuan.

19 = 1 puluhan dan 9 satuan.

 

Ø  Kesimpulan/Refleksi:
Matematika : 
Berdasarkan hasil sumatif harian Matematika yang diikuti oleh 22 murid, diperoleh hasil yang sangat baik. Sebanyak 7 murid memperoleh nilai 100, sedangkan 15 murid lainnya memperoleh nilai di atas KKTP. Secara umum, seluruh murid telah memahami materi intuisi bilangan, membaca dan menulis lambang bilangan, membandingkan dan mengurutkan bilangan, serta menentukan nilai tempat bilangan. Murid mampu menyelesaikan soal dengan baik dan menunjukkan pemahaman terhadap konsep bilangan. Rencana tindak lanjut ebagai tindak lanjut hasil sumatif harian, murid yang telah mencapai hasil belajar dengan baik akan diberikan kegiatan pengayaan berupa latihan soal yang lebih bervariasi untuk memperkuat pemahaman tentang intuisi bilangan, membaca dan menulis lambang bilangan, membandingkan dan mengurutkan bilangan, serta nilai tempat. Selanjutnya, guru akan memberikan latihan dan pendampingan secara berkala untuk mempertahankan kemampuan murid serta memberikan penguatan pada materi yang masih perlu diperdalam. Pembelajaran berikutnya juga akan menggunakan media konkret dan kegiatan yang menyenangkan agar pemahaman konsep bilangan semakin kuat.

Bahasa Indonesia : 

Kesimpulan : Kata tanya digunakan untuk memperoleh informasi dalam sebuah percakapan atau kalimat. Kata tanya yang sering digunakan antara lain apa untuk menanyakan benda atau kegiatan, siapa untuk menanyakan orang, di mana/ke mana untuk menanyakan tempat, kapan untuk menanyakan waktu, mengapa untuk menanyakan alasan, dan bagaimana untuk menanyakan cara atau keadaan. Kalimat tanya digunakan untuk mendapatkan jawaban atau informasi dan biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). Dengan memahami kata tanya, murid dapat membuat dan menjawab pertanyaan dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari. 

Refleksi : Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran, sebagian besar murid telah memahami materi kata tanya dan kalimat tanya dengan baik. Namun, terdapat 4 murid yang masih kurang memahami materi karena kurang fokus dan mudah terdistraksi selama proses pembelajaran. Selain itu, terdapat 1 murid yang masih mengalami kesulitan dalam membaca, sehingga membutuhkan pendampingan khusus dalam memahami materi tertulis. Kendala membaca tersebut berkaitan dengan disleksia, sehingga murid memerlukan strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhannya.

Rencana tindak lanjut: Guru akan memberikan penguatan dan pendampingan secara bertahap kepada 4 murid yang kurang fokus melalui kegiatan yang lebih interaktif dan menarik. Untuk murid yang mengalami kesulitan membaca, guru akan memberikan latihan membaca sederhana secara individual, menggunakan bantuan gambar, kata-kata pendek, dan pengulangan secara bertahap. Pendampingan dilakukan secara konsisten agar murid dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih percaya diri dan mencapai tujuan pembelajaran.


Selasa, 18 Agustus 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - Bahasa Indonesia, Seni Rupa dan Matematika

 Hari, Tanggal             : Rabu 19 Agustus 2026

Nama Guru                : Fitka Afrillita, S.Pd dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S. Pd.

Fase/ Kelas                 : A/ 2D

Mata Pelajaran         :  Bahasa Indonesia, Seni Rupa dan Matematika

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, Ananda hebat kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga Ananda semua sehat, bahagia, dan siap belajar dengan semangat. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum mulai belajar, yuk kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah. Semoga kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan mendapat berkah dari Allah Swt. ✨

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan rapi dan teliti, serta jangan malu untuk bertanya jika ada yang belum dimengerti. 🌈

Bu Guru yakin Ananda kelas 2.D adalah anak-anak yang rajin, semangat, dan hebat. Yuk, belajar dengan gembira agar ilmu yang kita dapatkan menjadi bermanfaat.

Selamat belajar, Ananda kelas 2.D! Tetap semangat, selalu berbuat baik, dan jadilah anak yang membanggakan orang tua, guru, dan agama. 

📌 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang terdapat dalam teks cerita tentang perasaan.
  2. Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan percaya diri dalam mengerjakan sumatif harian.

Ø  Materi Pokok: Menemukan Informasi pada teks cerita tentang perasaan, mengenal jenis-jeis persaan, mengenal penggunaan huruf kapital dan tanda baca titik dan koma.

Ø  Model/Metode pembelajaran: Latihan, dan penugasan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga:  LKPD

Ø  Apersepsi:

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sebelum memulai sumatif harian Bahasa Indonesia, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. Allah menciptakan kita dengan berbagai perasaan, seperti senang, sedih, marah, takut, dan malu. Semua perasaan tersebut merupakan bagian dari nikmat dan kebesaran Allah yang perlu kita syukuri. Kemarin kita juga telah belajar bagaimana menyampaikan perasaan melalui kalimat dengan menggunakan huruf kapital dan tanda baca titik (.) serta koma (,). Nah, hari ini kita akan mengukur pemahaman anak-anak tentang materi tersebut melalui sumatif harian. Mari mengerjakan dengan tenang, teliti, jujur, dan percaya diri sebagai bentuk rasa syukur atas ilmu yang Allah berikan. Semoga Allah memberikan kemudahan. Aamiin.

 

Ø  Materi Pelalajaran:

Rangkuman Materi Sumatif Harian 1

1. Menemukan Informasi pada Teks Cerita tentang Perasaan


  • Bacalah cerita dengan teliti untuk memahami isi cerita.
  • Informasi dapat ditemukan dengan menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana.
  • Perhatikan tokoh, kejadian, dan perasaan tokoh dalam cerita.
  • Contoh: Jika tokoh merasa senang karena mendapat hadiah, informasi pentingnya adalah tokoh merasa senang karena mendapat hadiah.

2. Mengenal Jenis-Jenis Perasaan


Beberapa jenis perasaan yang sering kita alami:
  • 😊 Senang → merasa bahagia atau gembira.
  • 😢 Sedih → merasa tidak bahagia atau ingin menangis.
  • 😡 Marah → merasa kesal atau tidak suka.
  • 😨 Takut → merasa khawatir terhadap sesuatu.
  • 😮 Terkejut → merasa kaget karena sesuatu yang tidak diduga.
  • 😍 Sayang → merasa cinta dan peduli kepada seseorang.
  • 😔 Kecewa → merasa sedih karena sesuatu tidak sesuai harapan.

3. Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital digunakan pada:

  • Awal kalimatIbu pergi ke pasar.
  • Nama orangSiti, Budi, dan Rani.
  • Nama tempatBandar Lampung, Jakarta.
  • Nama hari dan bulanSenin, Agustus.
  • Nama negaraIndonesia.

Contoh:
❌ rani pergi ke sekolah pada hari senin.
Rani pergi ke sekolah pada hari Senin.

4. Penggunaan Tanda Baca Titik (.)


Tanda titik (.) digunakan pada akhir kalimat berita atau pernyataan.

Contoh:

  • Saya suka bermain bersama teman.
  • Ayah membaca buku.
  • Rina merasa senang hari ini.

💡 Ingat:
Huruf kapital → digunakan di awal kalimat.
Tanda titik (.) → digunakan di akhir kalimat berita.

5. Penggunaan Tanda Koma (,)

Tanda koma (,) digunakan untuk memberikan jeda dalam kalimat, terutama:

  • Memisahkan beberapa benda atau kata dalam satu kalimat.
    Contoh: Ibu membeli apel, jeruk, mangga, dan pisang.
  • Memisahkan nama orang dalam sapaan.
    Contoh: Aisyah, tolong ambilkan buku.
  • Memisahkan bagian-bagian dalam sebuah kalimat agar lebih mudah dibaca.
    Contoh: Setelah pulang sekolah, Rani langsung makan.

💡 Ingat:
Koma (,) = memberi jeda dalam kalimat.
Titik (.) = mengakhiri kalimat berita.


Ø  Soal Sumatif Harian:

Pilihlah jawaban a, b atau c pada jawaban yang paling tepat!

1.   Mengapa Rani merasa senang?

a.   Karena mendapatkan hadiah dari ayah

b.  Karena kucingnya sembuh

c.   Karena pergi bermain

 

2.   Mengapa Budi mrasa sedih?

a. Karena mendapatkan nilai jelek

b. Karena tidak memiliki teman

c. Karena kucing kesayangnnya sakit


3.   Bagaimana perasaan rani Ketika mendapatkan nilai bagus?

a.   Sedih

b.  Senang

c.   Marah

 

4.   Kalimat yang sesuai menggunakan huruf kapital dengan benar adalah...

a.   Rara pergi Ke sekolah

b.  Rara pergi ke sekolah

c.   Rara pergi ke Sekolah

 

5.  “pada hari minggu, dewi pergi ke rumah nenek”

Penulisan yang benar adalah…..

a.  Pada hari minggu, Dewi pergi Ke rumah nenek

b.  Pada Hari Minggu, Dewi pergi ke rumah nenek

c.   Pada hari Minggu, Dewi pergi ke rumah nenek

 

6.  Kalimat yang Menggunakan tanda koma yang benar adalah ....

a.  Ibu membeli buah apel, anggur, dan jeruk.

b.  Ibu, membeli buah apel, anggur dan, jeruk.

c.   Ibu membeli, buah, apel anggur, dan jeruk.

 

7.  “__________ kamu tinggal?

Kata tanya yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah….

a.  Siapa

b.  Dimana

c.   Bagaimana

 

8.  “_________ kamu menangis?

Kata tanya yang tepat untukmelengkapi kalimat tersebut adalah….

a.  Mengapa

b.  Siapa

c.   Dimana

 

9.  Penggunaan kata tanya “Siapa” digunakan untuk menanyakan?

a.  Alasan

b.  Tempat

c.   Nama/orang

 

10. Kalimat tanya yang Menggunakan tanda baca dengan tepat adalah ....
a.
Mengapa Rudi menangis.

b. Mengapa Rudi menangis?
c.
Mengapa Rudi menangis!

 

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Perbaiki kalimat berikut ini dengan Menggunakan huruf kapital Yang tepat!

“andi pergi kerumah nenek”

 

______________________________________________

 

2. Berikan tanda baca yang tepat pada kalimat berikut!

“riska membeli pena pencil dan penghapus”

 

 _______________________________________________

 

3. Lengkapilah kalimat tanya berikut dengan kata tanya yang tepat!

 

__________ nama temanmu?

 

4. Buatlah satu kalimat Menggunakan kata “bagaimana”

 

_________________________________________________

 

5. Siti kehilangan mainan kesayangannya, bagaimana perasaan Siti?

 

___________________


Ø  Kunci jawaban dan uraian:

      

📌 Mata Pelajaran Matematika:

Ø  Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Ø  Tujuan Pembelajaran: Membandingkan dan mengurutkan bilangan

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1.       Mengenal simbol > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).
  2.       Membandingkan dua bilangan sampai 100 dengan tepat.
  3.       Mengurutkan bilangan dari terkecil ke terbesar dan sebaliknya.
  4.       Menjelaskan perbandingan bilangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.

Ø  Materi Pokok: Membandingkan bilangan (>, <, =)

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Demonstrasi, tanya jawab, diskusi, dan latihan terbimbing.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, gambar simbol (>, <, =), benda (Stik es krim, pensil, pena, buku)

Ø  Apersepsi:

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran kedua yaitu matematika. Pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengetahui bagaimana cara mengurutkan bilangan, Nah, sekarang kita akan melanjutkan dengan membandingkan bilangan.

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Qamar ayat 49:

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat. Dalam matematika, kita juga belajar membandingkan jumlah atau nilai bilangan, apakah lebih besar (>), lebih kecil (<), atau sama dengan (=). Contohnya, 7 lebih besar dari 5, maka ditulis 7 > 5. Yuk, kita belajar membandingkan bilangan dengan teliti dan penuh semangat!


Ø  Materi Pembelajaran:

 MEMBANDINGKAN BILANGAN



Apa itu membandingkan bilangan?
Membandingkan bilangan adalah melihat dua bilangan untuk mengetahui apakah suatu bilangan lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya.

Kita menggunakan tiga tanda:

> artinya lebih besar dari

< artinya lebih kecil dari

= artinya sama dengan

 

Contoh 1: Lebih besar (>)

🍎 🍎 🍎 🍎 🍎 Ada 5 apel

🍎 🍎 🍎 Ada 3 apel

Karena 5 lebih banyak daripada 3, maka: 5 > 3

Dibaca: Lima lebih besar dari tiga.


Contoh 2: Lebih kecil (<)

Ada 2 bintang

Ada 4 bintang

Karena 2 lebih sedikit daripada 4, maka: 2 < 4

Dibaca: Dua lebih kecil dari empat.


Contoh 3: Sama dengan (=)

🟢 🟢 🟢 Ada 3 lingkaran

🔵 🔵 🔵 Ada 3 lingkaran

Jumlahnya sama, maka: 3 = 3

Dibaca: Tiga sama dengan tiga.

 

Cara mudah membandingkan bilangan

Perhatikan nilai tempat.

Contoh:

Bandingkan puluhan:

4 puluhan > 3 puluhan

Jadi: 42 > 35

Dibaca: Empat puluh dua lebih besar dari tiga puluh lima.


 Jika puluhannya sama

Contoh: 47 dan 43

Puluhan sama-sama 4.
Maka kita bandingkan satuannya.

7 > 3 Jadi: 47 > 43

 

Ø  Soal/Post Pest:

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Bilangan yang lebih besar dari 24 adalah ....
    • A. 14
    • B. 20
    • C. 26
  2. Pernyataan yang benar tentang bilangan 37 dan 42 adalah ....
    • A. 37 > 42
    • B. 37 < 42
    • C. 37 = 42
  3. Bilangan 56 dan 53 memiliki angka puluhan yang sama. Bilangan yang lebih besar adalah ....
    • A. 53, karena 3 lebih besar dari 6
    • B. 56, karena 6 lebih besar dari 3
    • C. Keduanya sama besar
  4. Rani memiliki 48 kelereng, sedangkan Budi memiliki 54 kelereng. Siapakah yang memiliki kelereng lebih banyak?
    • A. Rani
    • B. Budi
    • C. Jumlahnya sama
  5. Diketahui bilangan 35, 53, dan 45. Urutan dari yang terkecil ke terbesar adalah ....
    • A. 53, 45, 35
    • B. 35, 45, 53
    • C. 45, 35, 53
  1. Isilah dengan tanda > , < , atau =!

    67 .... 76

  2. Isilah dengan tanda > , < , atau =!

    45 .... 45

  3. Siti memiliki 39 pensil. Dika memiliki 36 pensil.
    Jumlah pensil Siti adalah .... jumlah pensil Dika.

  1. Perhatikan bilangan 62 dan 68.
    Bilangan manakah yang lebih besar? Jelaskan mengapa!
  2. Andi berkata, “47 lebih besar dari 52 karena angka 7 lebih besar dari 2.”
    Apakah pendapat Andi benar? Jelaskan alasanmu berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.

Ø  Kunci jawaban dan uraian:


📌 Mata Pelajaran Seni Rupa:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar .

Ø  Kriteria Pembelajaran: 
  1. Menyebutkan minimal 4 unsur rupa dengan benar.
  2. Mengidentifikasi unsur rupa pada benda-benda di sekitar.
  3. Menjelaskan hubungan sederhana antara unsur rupa dengan karakteristik benda.

Ø  Materi Pokok: Unsur seni rupa tekstur

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Demonstrasi, tanya jawab, diskusi, dan latihan terbimbing.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, benda konkret (kapas, kain, pena, buku)

Ø  Apersepsi:

     Guru membawa atau menunjukkan beberapa benda yang memiliki permukaan berbeda, misalnya batu, daun, kain, kapas, kulit jeruk, dan kertas. Guru mengajak peserta didik mengamati dan meraba benda-benda tersebut, kemudian bertanya: Coba pegang benda ini, bagaimana rasanya?” Apakah permukaannya terasa halus atau kasar?


Ø  Materi Pembelajaran:

1. Pengertian Tekstur

Tekstur adalah sifat atau keadaan permukaan suatu benda yang dapat dirasakan melalui sentuhan atau dilihat.

Tekstur membuat benda terasa atau tampak berbeda, misalnya halus, kasar, lembut, licin, keras, atau bergelombang.

2. Jenis-Jenis Tekstur

a. Tekstur Halus
Permukaan benda terasa lembut dan tidak kasar.
Contoh: kertas, kaca, kain satin.

b. Tekstur Kasar
Permukaan benda terasa tidak rata dan kasar.
Contoh: batu, kulit pohon, amplas.

c. Tekstur Lembut
Permukaan benda terasa empuk atau nyaman ketika disentuh.
Contoh: kapas, bulu, spons.

d. Tekstur Licin
Permukaan benda terasa sangat rata dan mudah disentuh atau digeser.
Contoh: kaca, keramik, plastik.

e. Tekstur Bergelombang
Permukaan benda memiliki bagian yang naik dan turun.
Contoh: karton bergelombang, kulit jeruk, daun tertentu.

3. Tekstur di Sekitar Kita

Kita dapat menemukan tekstur pada berbagai benda:

BendaTekstur
BatuKasar
KapasLembut
KacaLicin dan halus
Kulit pohonKasar
KainLembut/halus
Kulit jerukKasar/bergelombang
DaunHalus atau sedikit kasar
SponsLembut dan berpori

4. Tekstur dalam Karya Seni Rupa

Tekstur dapat digunakan untuk membuat karya seni menjadi lebih menarik dan memiliki kesan tertentu.

Contohnya:

  • Menggambar batang pohon dengan garis-garis agar terlihat kasar.
  • Menggunakan kapas untuk membuat awan yang tampak lembut.
  • Menempelkan pasir atau daun kering pada gambar untuk menghasilkan tekstur yang dapat diraba.

5. Kesimpulan

Tekstur adalah sifat permukaan benda yang dapat dirasakan atau dilihat.
Tekstur dapat berupa halus, kasar, lembut, licin, dan bergelombang.

Soal/Post Pest:

  • 1. Sifat permukaan benda disebut __________.
  • 2. Kapas memiliki tekstur __________.
  • 3. Batang pohon memiliki tekstur __________.
  • 4. Tekstur benda dapat diketahui dengan cara melihat dan __________ permukaan benda.
  • 5. Batu biasanya memiliki tekstur yang __________.
  • Ø  Kunci jawaban dan uraian:
        1. Tekstur
        2. Lembut
        3. Kasar
        4. Meraba
        5. Kasar


    Bahasa Indonesia : Alhamdulillah hasil asesmen sumatif Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik telah mencapai KKTP yang ditetapkan. Namun, masih terdapat 4 peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKTP, sehingga diperlukan tindak lanjut berupa pembelajaran remedial, pendampingan, dan latihan tambahan sesuai dengan materi atau kompetensi yang belum dikuasai. Sementara itu, peserta didik yang telah mencapai KKTP diberikan pengayaan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia secara lebih optimal.

    Seni Rupa : Alhamdulillah hasil asesmen sumatif Seni Rupa menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik telah mencapai KKTP yang ditetapkan. Namun, masih terdapat 2 peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKTP, sehingga perlu diberikan tindak lanjut berupa pembelajaran remedial, bimbingan, serta latihan praktik untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam berkarya seni rupa. Peserta didik yang telah mencapai KKTP diberikan kegiatan pengayaan agar dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kemampuan berekspresi melalui karya seni rupa.

    Matematika Setelah mengikuti pembelajaran tentang membandingkan bilangan, peserta didik diharapkan dapat memahami bahwa dua bilangan dapat dibandingkan untuk menentukan bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan. Peserta didik belajar menggunakan tanda > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan) serta membandingkan bilangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.

    Berdasarkan hasil post-test, sebagian besar peserta didik telah mampu membandingkan bilangan dengan tepat dan memahami penggunaan tanda perbandingan. Namun, masih terdapat beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan, terutama dalam menentukan bilangan berdasarkan nilai tempat dan memberikan alasan dari hasil perbandingan.

    Sebagai tindak lanjut, guru akan memberikan bimbingan dan latihan tambahan (remedial) bagi peserta didik yang belum mencapai KKTP. Peserta didik yang telah mencapai KKTP diberikan kegiatan pengayaan melalui soal perbandingan bilangan yang lebih bervariasi.