About

Kamis, 17 September 2026

Jum'at 18 September 2026 Pembiasaan Adab

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Pembiasaan Adab 

Hari/Tanggal: Jum'at, 18 September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Menghormati Orang Tua di Rumah

Pertemuan ke: 4

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Jum'at, 18 September 2026 - PAK

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: PAK

Hari/Tanggal: Kamis, 18 September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Sikap Disiplin

Pertemuan ke: 5

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu menjelaskan arti disiplin serta menunjukkan contoh perilaku disiplin di lingkungan sekolah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan menyadari pentingnya menaati aturan, menghargai waktu, serta melaksanakan kewajiban dengan tertib di sekolah.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan sikap disiplin dengan kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti datang tepat waktu, mengikuti pembelajaran dengan tertib, mengerjakan tugas, melaksanakan piket, dan menaati aturan sekolah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal sikap disiplin di sekolah melalui gambar, permainan, tanya jawab, pengamatan, dan kegiatan memilih perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan sikap disiplin.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap disiplin.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di lingkungan sekolah.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku tidak disiplin di sekolah.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap disiplin di sekolah.
  5. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.
  6. Membiasakan sikap disiplin dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.

 

📌 MATERI: Sikap Disiplin di Lingkungan Sekolah

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan, pengamatan gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku disiplin, video pembelajaran, dan papan tulis.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, coba Ibu tanya. Siapa yang tadi datang ke sekolah tepat waktu? 🙋‍♀️🙋‍♂️

Ketika bel berbunyi, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita tetap bermain atau segera masuk kelas?

Bagaimana sikap kita ketika guru sedang menjelaskan? Lalu, apa yang harus kita lakukan jika mendapat jadwal piket?

Nah, semua kebiasaan tersebut berkaitan dengan sikap disiplin di sekolah.

Hari ini kita akan belajar bagaimana menjadi anak yang disiplin dengan cara menaati aturan, menghargai waktu, melaksanakan tugas, dan menjaga ketertiban di sekolah.

Mari belajar dengan tertib, semangat, dan penuh tanggung jawab. 🌷



A. Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

Di sekolah, sikap disiplin berarti kita mematuhi aturan sekolah dan melaksanakan kewajiban dengan baik.

Anak yang disiplin akan:

  • datang tepat waktu;
  • mengikuti pembelajaran dengan tertib;
  • mendengarkan guru;
  • mengerjakan tugas;
  • menjaga kebersihan;
  • melaksanakan piket;
  • menaati aturan sekolah.

B. Sikap Disiplin di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap disiplin di sekolah:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Memakai seragam sesuai aturan.
  3. Berbaris dengan rapi.
  4. Masuk kelas ketika bel berbunyi.
  5. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  6. Mendengarkan guru saat menjelaskan.
  7. Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  8. Mengerjakan tugas tepat waktu.
  9. Membawa perlengkapan belajar.
  10. Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  11. Membuang sampah pada tempatnya.
  12. Merapikan meja dan alat belajar setelah digunakan.
  13. Meminta izin ketika ingin keluar kelas.
  14. Mengikuti kegiatan sekolah dengan tertib.
  15. Menaati peraturan sekolah.

C. Perilaku Tidak Disiplin di Sekolah

Perilaku tidak disiplin adalah perilaku yang tidak menaati aturan atau tidak melaksanakan kewajiban dengan baik.

Contohnya:

  1. Datang terlambat ke sekolah.
  2. Tidak memakai seragam sesuai aturan.
  3. Bermain ketika guru sedang menjelaskan.
  4. Berbicara sendiri saat pembelajaran.
  5. Tidak mengerjakan tugas.
  6. Tidak membawa perlengkapan belajar.
  7. Tidak melaksanakan piket.
  8. Membuang sampah sembarangan.
  9. Keluar kelas tanpa izin.
  10. Mengganggu teman saat belajar.

D. Manfaat Bersikap Disiplin di Sekolah

Kita harus membiasakan sikap disiplin karena dapat:

🌱 membuat kegiatan belajar menjadi tertib;
🌱 membantu kita menggunakan waktu dengan baik;
🌱 membuat kelas menjadi nyaman;
🌱 melatih rasa tanggung jawab;
🌱 membuat kita dipercaya oleh guru dan teman;
🌱 membantu kita menjadi anak yang mandiri.


Ø Soal Asesmen / Post Test

Pilihlah jawaban yang tepat!

  1. Sikap menaati aturan disebut sikap ....
    a. malas
    b. disiplin
    c. nakal
  2. Kita sebaiknya datang ke sekolah ....
    a. terlambat
    b. sesuka hati
    c. tepat waktu
  3. Ketika guru sedang menjelaskan, kita harus ....
    a. mendengarkan
    b. bermain
    c. berlari
  4. Anak yang mendapat jadwal piket harus ....
    a. menghindar
    b. melaksanakan piket
    c. pulang lebih dahulu
  5. Sampah di sekolah harus dibuang ....
    a. di lantai
    b. di halaman
    c. pada tempatnya
  6. Jika ingin keluar kelas, kita sebaiknya ....
    a. meminta izin
    b. langsung pergi
    c. berlari keluar
  7. Mengerjakan tugas tepat waktu merupakan contoh sikap ....
    a. disiplin
    b. malas
    c. tidak peduli
  8. Setelah menggunakan alat belajar, kita harus ....
    a. membiarkannya
    b. merapikannya
    c. membuangnya
  9. Datang terlambat ke sekolah merupakan perilaku ....
    a. disiplin
    b. tertib
    c. tidak disiplin
  10. Sikap disiplin membuat kegiatan belajar menjadi ....
    a. tertib
    b. kacau
    c. berantakan

Ø Kunci Jawaban/uraian:

Rabu, 16 September 2026

Kamis, 17 September 2026 - Matematika

  IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Kamis, 17 September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Operasi penjumlahan sampai 100

Pertemuan ke: 3

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم



Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
  2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
  6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
  8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

Tanda penjumlahan adalah: +

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh: 3 + 2 = 5

Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

Jadi: 3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

Jadi: 4 + 3 = 7


C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh: 34 + 25

Bilangan 34 terdiri dari:

  • 3 puluhan = 30
  • 4 satuan = 4

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

30 + 20 = 50

4 + 5 = 9

Jadi:

34 + 25 = 59


D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh 1

23 + 14 = ...

Puluhan: 20 + 10 = 30

Satuan: 3 + 4 = 7

Jadi: 23 + 14 = 37


Contoh 2

42 + 25 = ...

Puluhan: 40 + 20 = 60

Satuan: 2 + 5 = 7

Jadi: 42 + 25 = 67


E. Penjumlahan dengan Menyimpan

Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

Contoh: 27 + 15

Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

Jadi: 27 + 15 = 42


Contoh lainnya

38 + 24 = ...

Satuan: 8 + 4 = 12

12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

Jadi: 38 + 24 = 62


F. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  24
+ 35
----
  59

Langkah:

  1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
  2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
  3. Jadi, 24 + 35 = 59

Contoh dengan menyimpan

  27
+ 15
----
  42

Langkah:

  1. Satuan: 7 + 5 = 12
  2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
  3. Simpan 1 puluhan.
  4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
  5. Jadi, 27 + 15 = 42.

G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 25 pensil.
Ibu memberikan lagi 13 pensil.

Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

25 + 13 = 38

Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
Kemudian datang 18 buku baru.

Berapa jumlah buku sekarang?

42 + 18 = 60

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


🌟 INGAT!

Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

Contoh: 20 + 5 = 25

Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan
➡️ Perhatikan satuan
➡️ Hitung dengan teliti

Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


Ø Soal Asesmen / Post Test:

  1. 25 + 14 = ....
  2. 31 + 26 = ....
  3. 42 + 17 = ....
  4. 23 + 35 = ....
  5. 36 + 24 = ....
  6. 27 + 15 = ....
  7. 38 + 22 = ....
  8. 46 + 18 = ....
  9. Rani memiliki 25 pensil. Ibu memberikan 12 pensil lagi. Jumlah pensil Rani sekarang adalah .... pensil.
  10. Di perpustakaan ada 34 buku cerita. Kemudian datang 25 buku baru. Jumlah buku sekarang adalah .... buku.

Kunci Jawaban Post Test

  1. 25 + 14 = 39

  2. 31 + 26 = 57

  3. 42 + 17 = 59

  4. 23 + 35 = 58

  5. 36 + 24 = 60

  6. 27 + 15 = 42

  7. 38 + 22 = 60

  8. 46 + 18 = 64

  9. 25 + 12 = 37 pensil

  10. 34 + 25 = 59 buku

Kesimpulan Materi

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan atau menambahkan dua bilangan atau lebih. Dalam menjumlahkan bilangan sampai 100, peserta didik perlu memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan. Penjumlahan dapat dilakukan menggunakan benda konkret maupun cara bersusun. Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan dan dilakukan penyimpanan.

Refleksi Pembelajaran

Pembelajaran Matematika tentang operasi penjumlahan sampai 100 diikuti oleh 19 peserta didik. Sebanyak 17 peserta didik sudah mampu memahami dan menyelesaikan soal penjumlahan sampai 100 dengan baik, baik penjumlahan tanpa menyimpan maupun dengan menyimpan. Namun, terdapat 2 peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam melakukan penjumlahan, terutama dalam memahami nilai tempat puluhan dan satuan serta penjumlahan dengan menyimpan. Peserta didik yang mengalami kesulitan masih memerlukan bimbingan dan latihan secara bertahap. Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan dengan baik dan peserta didik antusias mengikuti kegiatan berhitung.

Kendala Pembelajaran

Sebagian besar peserta didik sudah mampu melakukan operasi penjumlahan sampai 100. Namun, 2 peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menjumlahkan bilangan dua angka, terutama ketika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih sehingga perlu melakukan penyimpanan ke puluhan.

Solusi/Lanjutan

Guru memberikan bimbingan menggunakan benda konkret seperti stik es krim dan papan nilai tempat puluhan dan satuan. Peserta didik dilatih memahami penjumlahan satuan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan puluhan. Latihan penjumlahan tanpa menyimpan diberikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke penjumlahan dengan menyimpan. Pada pembelajaran berikutnya akan diberikan latihan tambahan secara bertahap.


Kesimpulan 

Pembelajaran Matematika diikuti oleh 19 peserta didik. Sebanyak 17 peserta didik sudah memahami operasi penjumlahan sampai 100, sedangkan 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan. Sebagian besar peserta didik sudah mampu menjumlahkan bilangan dua angka, baik tanpa menyimpan maupun dengan menyimpan, serta menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran berjalan dengan baik dan pemahaman peserta didik yang masih mengalami kesulitan akan diperkuat melalui latihan dan bimbingan pada pembelajaran berikutnya.