About

Minggu, 27 September 2026

Senin, 28 September 2026 Pendidikan Pancasila

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Senin, 28 September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Menganalisis Permasalahan Sederhana di Lingkungan Keluarga Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila

Pertemuan ke: 4

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat mengidentifikasi dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi permasalahan sederhana yang terjadi di lingkungan keluarga.
  2. Menghubungkan permasalahan keluarga dengan nilai-nilai Pancasila.
  3. Menentukan sila Pancasila yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
  4. Menjelaskan sikap yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan.
  5. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga.

 

📌 MATERI: Menganalisis Permasalahan Sederhana di Lingkungan Keluarga Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi, demonstrasi, praktik, penugasan, dan refleksi.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, kartu/gambar sila Pancasila, video pembelajaran.


Ø Apersepsi

ssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan belajar kita hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲✨

Anak-anak, coba ingat kegiatan yang kalian lakukan bersama keluarga di rumah. Pernahkah kalian membantu Ayah dan Bunda, berdoa bersama, berbagi dengan saudara, atau bekerja sama membersihkan rumah?

Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Hari ini kita akan belajar tentang nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. Kita akan belajar mengenali perilaku yang sesuai dengan Pancasila dan menghubungkannya dengan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari di rumah.

Setelah belajar, ananda akan melakukan satu kegiatan sederhana untuk mempraktikkan nilai Pancasila bersama keluarga. 🌷



Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga



Pancasila tidak hanya perlu dihafalkan, tetapi juga diterapkan ketika menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan keluarga, terkadang terdapat masalah sederhana, seperti berebut mainan, tidak mau membantu orang tua, bertengkar dengan saudara, atau tidak mau mendengarkan pendapat anggota keluarga.

Ketika menghadapi masalah, kita perlu menyelesaikannya dengan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

⭐ 1. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-1

Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh masalah:

  • Adik mengganggu kakak yang sedang salat.
  • Ada anggota keluarga yang tidak mau berdoa sebelum makan.

Sikap yang tepat:

  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
  • Mengingatkan dengan cara yang baik.
  • Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan.

⛓️ 2. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-2

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh masalah:

  • Kakak mengejek adiknya.
  • Adik berbicara kasar kepada Bunda.
  • Saudara tidak mau membantu ketika anggota keluarga membutuhkan bantuan.

Sikap yang tepat:

  • Berbicara dengan sopan.
  • Tidak mengejek atau menyakiti saudara.
  • Menyayangi dan membantu anggota keluarga.

🌳 3. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-3

Persatuan Indonesia

Contoh masalah:

  • Kakak dan adik bertengkar ketika bermain.
  • Anggota keluarga tidak mau bekerja sama membersihkan rumah.

Sikap yang tepat:

  • Hidup rukun dan saling menyayangi.
  • Mau bekerja sama.
  • Menyelesaikan masalah tanpa bertengkar.

🐂 4. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-4

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh masalah:

  • Kakak dan adik berbeda pendapat saat memilih acara televisi.
  • Anggota keluarga ingin menentukan kegiatan yang berbeda.

Sikap yang tepat:

  • Mendengarkan pendapat orang lain.
  • Berdiskusi atau bermusyawarah.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima keputusan bersama.

🌾 5. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-5

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh masalah:

  • Kakak dan adik berebut makanan.
  • Tugas membersihkan rumah hanya diberikan kepada satu orang.
  • Saudara tidak mau berbagi.

Sikap yang tepat:

  • Mau berbagi.
  • Membagi tugas dengan adil.
  • Tidak berebut.
  • Menghargai hak anggota keluarga.

Ø Contoh Analisis Masalah

Masalah:
Dina dan adiknya berebut mainan. Mereka saling menarik mainan dan mulai bertengkar.

Pertanyaan:

  1. Apa masalah yang terjadi?
  2. Apakah sikap mereka sudah baik?
  3. Nilai Pancasila apa yang seharusnya diterapkan?
  4. Apa yang sebaiknya mereka lakukan?

Penyelesaian:
Dina dan adiknya sebaiknya tidak bertengkar dan mau bergantian menggunakan mainan. Mereka dapat menyelesaikan masalah dengan rukun dan adil.

Ø Soal Asesmen / Post Test

Pilihlah jawaban yang tepat!

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

  1. Adik sedang berdoa sebelum makan, tetapi kakaknya mengajaknya bermain.
    Apa yang sebaiknya dilakukan kakak?
  2. Rani melihat Bunda sedang membawa banyak barang.
    Apa yang sebaiknya Rani lakukan? Mengapa?
  3. Kakak dan adik bertengkar karena ingin bermain dengan mainan yang sama.
    Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut?
  4. Ayah mengajak semua anggota keluarga berdiskusi untuk menentukan kegiatan pada hari Minggu.
    Apa yang sebaiknya kamu lakukan saat anggota keluarga menyampaikan pendapat?
  5. Kakak mendapatkan dua potong kue, sedangkan adik tidak mendapat kue.
    Apa yang sebaiknya dilakukan kakak agar sesuai dengan nilai Pancasila?
  6. Dito tidak mau membantu membersihkan rumah karena ingin bermain.
    Menurutmu, apakah sikap Dito sudah tepat? Jelaskan alasanmu!
  7. Sinta dan kakaknya memiliki pendapat yang berbeda saat memilih acara televisi.
    Bagaimana sebaiknya mereka menyelesaikan perbedaan pendapat tersebut?
  8. Ketika Bunda sedang berbicara, Andi terus memotong pembicaraan.
    Apa yang seharusnya dilakukan Andi?
  9. Kakak mengejek adiknya karena adiknya belum bisa membaca dengan lancar.
    Apakah sikap kakak sesuai dengan nilai Pancasila? Jelaskan dan tuliskan sikap yang seharusnya dilakukan!
  10. Di rumah, semua anggota keluarga mendapat tugas membersihkan rumah. Namun, adik tidak mau mengerjakan tugasnya sehingga pekerjaan menjadi lebih berat bagi anggota keluarga lainnya.
    Menurutmu, bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?

Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:


Senin, 28 September 2026 Seni Rupa

IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Senin, 28 September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Warna Panas, warna dingin, dan warna netral

Pertemuan ke: 5

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


 Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Warna panas, warna dingin dan warna netral)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna panas, warna dingin, dan warna netral pada benda serta karya seni di sekitarnya.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat mengaitkan warna panas, warna dingin, dan warna netral dengan kehidupan sehari-hari serta keindahan ciptaan Allah Swt., seperti warna matahari, api, daun, langit, awan, dan berbagai benda di lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar mengenal dan mengelompokkan warna panas, dingin, dan netral melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mengelompokkan gambar, dan mewarnai.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan gambar di sekitar.
  2. Mengenal pengertian warna panas, warna dingin, dan warna netral.
  3. Menyebutkan contoh warna panas.
  4. Menyebutkan contoh warna dingin.
  5. Menyebutkan contoh warna netral.
  6. Mengelompokkan warna ke dalam kelompok warna panas, dingin, dan netral.
  7. Mengidentifikasi penggunaan warna panas, dingin, dan netral pada benda atau karya seni.
  8. Membuat karya sederhana menggunakan warna panas, dingin, dan netral.

 

📌 MATERI: Warna Panas, warna dingin dan warna netral

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, demonstrasi, mengamati gambar, mengelompokkan warna, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, video pembelajaran, kartu warna, gambar, alat mewarnai, dan benda-benda di lingkungan sekitar.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Ada warna merah, kuning, biru, hijau, putih, hitam, dan masih banyak warna lainnya. Tahukah kalian bahwa warna-warna tersebut dapat memberikan kesan yang berbeda?

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna merah pada bunga, kuning pada buah, biru pada langit, hijau pada daun, serta berbagai warna lainnya. 🌈

Hari ini kita akan belajar mengenal warna panas, warna dingin, dan warna netral.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah dan beragam. Kita dapat mengamati warna pada bunga, buah, daun, langit, air, dan benda di sekitar kita.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah pemilik seluruh alam. Kita belajar menjaga lingkungan dan menghargai keindahan warna yang ada di sekitar kita.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah memberikan berbagai rezeki kepada manusia, termasuk tumbuhan dan buah-buahan yang memiliki warna beragam. Kita dapat mensyukuri nikmat tersebut dengan menjaga lingkungan dan berkarya dengan kreatif.

✨ Anak-anak hebat, mari kita belajar mengenal warna dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!

Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah Swt., mampu membedakan warna, serta menghargai keindahan ciptaan-Nya. 💖🌈

 


1. Apa Itu Warna?

Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang dapat membuat benda dan karya seni terlihat lebih indah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat berbagai macam warna pada bunga, buah, daun, langit, pakaian, mainan, dan benda lainnya.

2. Warna Panas

Warna panas adalah warna yang memberikan kesan hangat, cerah, semangat, dan berani.

Contoh warna panas:

  • 🔴 Merah
  • 🟠 Jingga/Oranye
  • 🟡 Kuning

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • 🔴 Merah seperti warna cabai dan bunga mawar.
  • 🟠 Jingga seperti warna jeruk.
  • 🟡 Kuning seperti warna matahari dan pisang.

3. Warna Dingin

Warna dingin adalah warna yang memberikan kesan sejuk, tenang, dan nyaman.

Contoh warna dingin:

  • 🔵 Biru
  • 🟢 Hijau
  • 🟣 Ungu

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • 🔵 Biru seperti warna langit dan air.
  • 🟢 Hijau seperti warna daun dan rumput.
  • 🟣 Ungu seperti warna bunga tertentu.

4. Warna Netral

Warna netral adalah warna yang memberikan kesan sederhana, tenang, dan tidak terlalu mencolok.

Contoh warna netral:

  • ⚫ Hitam
  • ⚪ Putih
  • 🩶 Abu-abu
  • 🤎 Cokelat

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • ⚪ Putih seperti warna kertas.
  • ⚫ Hitam seperti warna beberapa benda di sekitar.
  • 🩶 Abu-abu seperti warna batu.
  • 🤎 Cokelat seperti warna tanah dan kayu.

5. Mengelompokkan Warna

Kelompok WarnaContoh Warna
🔥 Warna PanasMerah, jingga, kuning
❄️ Warna DinginBiru, hijau, ungu
⚪ Warna NetralHitam, putih, abu-abu, cokelat

6. Contoh Penggunaan dalam Karya Seni

Warna panas dapat digunakan untuk memberikan kesan ceria dan bersemangat.

Warna dingin dapat digunakan untuk memberikan kesan tenang dan sejuk.

Warna netral dapat digunakan untuk memberikan kesan sederhana dan seimbang.

✨ Keanekaragaman warna merupakan salah satu bentuk keindahan ciptaan Allah Swt. yang dapat kita lihat di lingkungan sekitar.

Ø Asesmen/Post Test:


Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:

 

Senin, 28 September 2026 Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Senin, 28 September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Mater: Kata kerja akrif dan kata kerja pasif

Pertemuan ke: 1

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat membaca kalimat dengan teliti dan memperhatikan kata kerja yang menunjukkan siapa yang melakukan atau dikenai suatu kegiatan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami kata kerja aktif dan pasif melalui kegiatan sehari-hari, seperti membaca, menyapu, mencuci, memasak, dan bermain.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar, bermain tebak kata kerja, tanya jawab, mengubah kalimat, diskusi, dan latihan sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal kata kerja melalui kegiatan sehari-hari.
  2. Mengenal pengertian kata kerja aktif dan pasif.
  3. Mengidentifikasi kata kerja aktif dalam kalimat sederhana.
  4. Mengidentifikasi kata kerja pasif dalam kalimat sederhana.
  5. Membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif.
  6. Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif sederhana.
  7. Mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif sederhana.
  8. Membuat kalimat sederhana menggunakan kata kerja aktif dan pasif.


📌 MATERI: kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari kata, penugasan, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu kata, video pembelajaran


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, coba perhatikan kegiatan yang kalian lakukan setiap hari. Misalnya, Ibu memasak, Ayah mencuci mobil, atau Kakak membaca buku.

Menurut kalian, apa yang dilakukan Ibu, Ayah, dan Kakak?

Benar, mereka melakukan suatu kegiatan. Kata yang menunjukkan kegiatan disebut kata kerja.

Allah Swt. menciptakan manusia dengan kemampuan untuk melakukan berbagai kegiatan dan menggunakan anggota tubuh dengan baik. Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan kita untuk melakukan kebaikan. ✨

Hari ini kita akan belajar kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Kita akan belajar membedakan kalimat yang menunjukkan seseorang melakukan kegiatan dan kalimat yang menunjukkan seseorang atau sesuatu dikenai kegiatan. Mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. 🌷




A. Mengenal Kata Kerja

Kata kerja adalah kata yang menunjukkan suatu kegiatan atau tindakan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • menyapu
  • mencuci
  • memasak
  • bermain
  • menggambar
  • membawa
  • membuka
  • menutup

Contoh dalam kalimat:

  • Siti membaca buku.
  • Ibu memasak nasi.
  • Budi menulis surat.
  • Ayah mencuci mobil.

Kata membaca, memasak, menulis, dan mencuci merupakan kata kerja karena menunjukkan kegiatan.


B. Kata Kerja Aktif

Kata kerja aktif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek melakukan suatu kegiatan atau tindakan.

Biasanya kata kerja aktif menggunakan awalan me-, mem-, men-, meng-, atau meny-.

Contoh:

  1. Rani membaca buku.
  2. Ibu memasak nasi.
  3. Ayah mencuci mobil.
  4. Budi menulis surat.
  5. Siti menyapu lantai.

Pada kalimat:

Rani membaca buku.

  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.
  • membaca = kata kerja aktif.
  • buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.

C. Kata Kerja Pasif

Kata kerja pasif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek dikenai atau menerima suatu tindakan.

Kata kerja pasif sering menggunakan awalan di-.

Contoh:

  1. Buku dibaca oleh Rani.
  2. Nasi dimasak oleh Ibu.
  3. Mobil dicuci oleh Ayah.
  4. Surat ditulis oleh Budi.
  5. Lantai disapu oleh Siti.

Pada kalimat:

Buku dibaca oleh Rani.

  • Buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.
  • dibaca = kata kerja pasif.
  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.











Cara mudah mengingat:

🟢 Aktif = melakukan
🔵 Pasif = dikenai kegiatan















F. Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif

Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif.

Contoh 1

Aktif: Ibu memasak nasi.
⬇️
Pasif: Nasi dimasak oleh Ibu.

Contoh 2

Aktif: Ayah mencuci mobil.
⬇️
Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.

Contoh 3

Aktif: Siti membaca buku.
⬇️
Pasif: Buku dibaca oleh Siti.

Contoh 4

Aktif: Budi menulis surat.
⬇️
Pasif: Surat ditulis oleh Budi.


G. Mengubah Kalimat Pasif Menjadi Aktif

Kalimat pasif juga dapat diubah menjadi kalimat aktif.

Contoh 1

Pasif: Bola ditendang oleh Raka.
⬇️
Aktif: Raka menendang bola.

Contoh 2

Pasif: Buku dibaca oleh Siti.
⬇️
Aktif: Siti membaca buku.

Contoh 3

Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.
⬇️
Aktif: Ayah mencuci mobil.


H. Kosakata Baru

Kata kerja: kata yang menunjukkan kegiatan atau tindakan.

Aktif: melakukan suatu kegiatan.

Pasif: dikenai atau menerima suatu kegiatan.

Pelaku: orang yang melakukan suatu kegiatan.

Tindakan: kegiatan yang dilakukan.

Awalan: bagian yang ditambahkan pada awal kata, seperti me- dan di-.


Ø Soal Asesmen / Post Test:

A. Berilah tanda A untuk kata kerja aktif dan P untuk kata kerja pasif!

  1. Ibu memasak nasi. (___)
  2. Buku dibaca oleh Rina. (___)
  3. Ayah mencuci mobil. (___)
  4. Lantai disapu oleh Siti. (___)
  5. Budi menulis surat. (___)

B. Lingkarilah kata kerja pada kalimat berikut!

  1. Kakak membawa tas ke sekolah.
  2. Adik bermain bola di halaman.
  3. Buku itu dibaca oleh Dita.
  4. Ibu membeli buah.
  5. Kue dimakan oleh Andi.

C. Ubahlah kalimat aktif menjadi kalimat pasif!

  1. Ibu memasak nasi.
    Jawab: __________________________
  2. Ayah mencuci mobil.
    Jawab: __________________________
  3. Siti membaca buku.
    Jawab: __________________________

D. Ubahlah kalimat pasif menjadi kalimat aktif!

  1. Bola ditendang oleh Raka.
    Jawab: __________________________
  2. Surat ditulis oleh Budi.
    Jawab: __________________________ 


Ø Jawaban atau uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi: