About

Selasa, 08 September 2026

Rabu, 9 September 2026 Seni Rupa

  IDENTITAS

Nama Guru          : Fitka Afrillita, S.Pd dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Seni Rupa
Hari, Tanggal     : Senin, 7 September 2026
Fase/Kelas          : A/II
Materi                  : Membedakan warna primer dan warna skunder
Pertemuan ke   : 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan Warna primer dan warna sekunder)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dengan saksama berbagai warna pada benda di sekitar rumah serta mengenali warna primer dan warna sekunder.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan warna primer dan sekunder dengan benda-benda yang ditemukan di rumah serta mensyukuri keindahan warna sebagai ciptaan Allah Swt.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar warna melalui kegiatan menyenangkan di rumah, seperti mencari benda sesuai warna, mencocokkan warna, mewarnai, dan mencampurkan warna dengan bantuan orang tua.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan gambar di sekitar.
  2. Mengenal pengertian warna primer dan warna sekunder.
  3. Menyebutkan tiga warna primer.
  4. Menyebutkan tiga warna sekunder.
  5. Membedakan warna primer dan warna sekunder.
  6. Menjelaskan hasil pencampuran dua warna primer.
  7. Mempraktikkan pencampuran warna primer untuk menghasilkan warna sekunder.
  8. Membuat karya sederhana menggunakan warna primer dan warna sekunder.

 

📌 MATERI: Membedakan Warna Primer dan Warna Sekunder

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, demonstrasi, mengamati gambar, eksperimen, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, benda-benda berwarna di rumah, pensil warna/crayon/cat air jika tersedia, dan alat tulis.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, hari ini kita belajar kembali ke sekolah, namun tetap memperhatikan keamanan diri dengan menggunakan masker ya nak!

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar mengenal dan mensyukuri berbagai warna ciptaan Allah. 

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan seluruh alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna bunga, buah, daun, dan langit sebagai contoh keindahan ciptaan Allah. 

  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menjaga dan menghargai keindahan warna di sekitar kita serta mengenal warna sekunder.

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita dapat mensyukuri rezeki dengan menggunakan warna secara kreatif dalam karya seni dan menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. 

✨ Anak-anak hebat, mari kita belajar dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!
Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah dan mampu menghargai keindahan ciptaan-Nya. 💖🌈

 




1. Apa Itu Warna Primer?

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari pencampuran warna lain.

Ada tiga warna primer, yaitu:

  • 🔴 Merah
  • 🟡 Kuning
  • 🔵 Biru

2. Apa Itu Warna Sekunder?

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer.

Ada tiga warna sekunder, yaitu:

  • 🟠 Jingga/Oranye
  • 🟢 Hijau
  • 🟣 Ungu

3. Pencampuran Warna Primer

Campuran Warna PrimerMenghasilkan
🔴 Merah + 🟡 Kuning🟠 Jingga/Oranye
🟡 Kuning + 🔵 Biru🟢 Hijau
🔴 Merah + 🔵 Biru🟣 Ungu

4. Perbedaan Warna Primer dan Sekunder

Warna primer adalah warna dasar yang terdiri dari merah, kuning, dan biru.

Warna sekunder adalah warna hasil pencampuran dua warna primer, yaitu jingga, hijau, dan ungu.

5. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

🔴 Merah dapat ditemukan pada apel dan bunga.
🟡 Kuning dapat ditemukan pada pisang dan bunga matahari.
🔵 Biru dapat ditemukan pada langit.
🟠 Jingga dapat ditemukan pada jeruk dan wortel.
🟢 Hijau dapat ditemukan pada daun dan rumput.
🟣 Ungu dapat ditemukan pada beberapa jenis bunga.


Rabu, 9 September 2026 Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru          : Fitka Afrillita, S.Pd dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal     :Rabu, 9 September 2026
Fase/Kelas          : A/II
Materi                  : Teks Informasi Menjaga kesehatan mata
Pertemuan ke   : 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


 Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu m
embaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang menjaga kesehatan mata dengan menemukan informasi penting serta menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat membaca teks informasi tentang kesehatan mata dengan saksama serta menyadari pentingnya menjaga kesehatan mata dalam kehidupan sehari-hari.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan informasi dalam teks dengan kebiasaan sehari-hari, khususnya saat membaca, belajar, dan menggunakan gawai.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar memahami teks informasi melalui kegiatan membaca bersama, mengamati gambar, tanya jawab, permainan benar atau salah, dan diskusi sederhana tentang kebiasaan menjaga kesehatan mata.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Membaca teks informasi sederhana tentang menjaga kesehatan mata.
  2. Mengenal kosakata baru yang terdapat dalam teks.
  3. Menemukan informasi penting berdasarkan teks yang dibaca.
  4. Menjawab pertanyaan sesuai isi teks.
  5. Mengidentifikasi kebiasaan yang baik dan tidak baik bagi kesehatan mata.
  6. Menjelaskan cara menjaga kesehatan mata dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Menerapkan kebiasaan sehat saat membaca dan menggunakan gawai

 

📌 MATERI: 

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Membaca, mengamati, tanya jawab, diskusi, permainan benar atau salah, penugasan, dan latihan memahami teks.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, teks informasi,  video pembelajaran, serta contoh penggunaan gawai yang sehat.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, hari ini kita melaksanakan pembelajaran secara daring karena adanya imbauan pemerintah terkait abu vulkanik untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita. Oleh karena itu, tetaplah berada di rumah dan ikuti pembelajaran dengan baik.

Anak-anak hebat, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, yaitu Allah Yang Maha Pencipta. Allah telah menciptakan tubuh manusia dengan sangat sempurna. Salah satu anggota tubuh yang sangat penting adalah mata.

Dengan mata, kita dapat melihat guru, membaca buku, melihat tulisan, bermain, dan menikmati keindahan ciptaan Allah. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah dengan cara menjaga kesehatan mata.

Hari ini kita menggunakan gawai untuk belajar. Nah, apakah mata kita juga perlu dijaga saat menggunakan gawai? 

Menurut kalian, apakah melihat layar gawai terlalu lama baik untuk mata?

Hari ini kita akan belajar membaca dan memahami teks informasi tentang cara menjaga kesehatan mata. ✨

 

A. Mengenal Teks Informasi

Teks informasi adalah teks yang memberikan pengetahuan atau informasi kepada pembaca.

Melalui teks informasi, kita dapat mengetahui berbagai hal baru.

Contohnya:

  • Cara menjaga kesehatan tubuh.
  • Cara menjaga kebersihan gigi.
  • Cara merawat tanaman.
  • Cara menjaga kesehatan mata.

Saat membaca teks informasi, kita perlu membaca dengan teliti agar dapat menemukan informasi penting.


B. Teks Informasi: Menjaga Kesehatan Mata

Menjaga Kesehatan Mata

Mata adalah bagian tubuh yang sangat penting. Kita menggunakan mata untuk melihat dan membaca. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan mata.

Saat membaca buku, kita harus duduk dengan posisi yang baik dan tidak membaca terlalu dekat. Gunakan cahaya yang cukup agar mata nyaman.

Saat menggunakan gawai, jangan melihat layar terlalu dekat dan terlalu lama. Mata juga perlu beristirahat.

Kita harus mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan, dan membiasakan diri melakukan kegiatan yang baik untuk kesehatan mata.


C. Informasi Penting dalam Teks

Setelah membaca teks, kita dapat menemukan beberapa informasi penting.

  1. Mata merupakan bagian tubuh yang penting.
  2. Mata digunakan untuk melihat dan membaca.
  3. Kita tidak boleh membaca terlalu dekat.
  4. Saat membaca harus menggunakan cahaya yang cukup.
  5. Kita tidak boleh melihat layar gawai terlalu lama.
  6. Mata perlu beristirahat.
  7. Kita perlu mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga kesehatan tubuh dan mata.

D. Kosakata Baru



E. Kebiasaan Baik untuk Menjaga Mata

Berikut beberapa kebiasaan baik yang dapat dilakukan:

1. Membaca dengan Jarak yang Tepat

Buku tidak boleh terlalu dekat dengan mata.

2. Menggunakan Pencahayaan yang Cukup

Saat membaca, pastikan tempat belajar memiliki cahaya yang cukup.

3. Tidak Terlalu Lama Melihat Gawai

Penggunaan gawai perlu dibatasi agar mata tidak cepat lelah.

4. Mengistirahatkan Mata

Setelah belajar atau melihat layar, mata perlu beristirahat.

5. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Makanan sehat membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk mata.


Ø Soal Asesmen / Post Test:

Diskusikan pertanyaan berikut bersama orang tua!

  1. Bagaimana posisi yang baik saat membaca buku?
  2. Apa akibatnya jika terlalu lama melihat layar gawai?
  3. Mengapa mata perlu diistirahatkan?
  4. Kebiasaan apa yang dapat dilakukan keluarga di rumah untuk menjaga kesehatan mata?
  5. Buatlah satu kalimat ajakan untuk mengingatkan teman agar menjaga kesehatan mata!

Rabu, 9 September 2026 Matematika

 IDENTITAS

Nama Guru          : Fitka Afrillita, S.Pd dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Matematika
Hari, Tanggal     :Rabu, 9 September 2026
Fase/Kelas          : A/II
Materi                  : Komposisi dan Dekomposisi Bilangan
Pertemuan ke   : 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid mampu Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

📌 MATERI MATEMATIKA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar memahami bahwa Allah menciptakan, menguasai, dan memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita juga dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan dengan teliti.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Kita dapat mengamati jumlah benda ciptaan Allah dan menyusun bilangan dari beberapa bagian, misalnya 5 dapat disusun dari 2 dan 3.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar mengurai bilangan menjadi beberapa bagian, misalnya 7 dapat diurai menjadi 5 dan 2.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita dapat menggunakan contoh makanan atau buah sebagai benda untuk menyusun dan mengurai bilangan, serta mensyukuri rezeki yang Allah berikan.

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test:



Ø Kunci Jawaban/uraian:



Ø Kesimpulan dan refleksi: