About

Minggu, 01 November 2026

Senin, 02 November 2026 - Seni Rupa

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Senin, 02 November 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Mengenal Pola

Pertemuan ke: 2

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengenal, membuat, dan mengapresiasi pola sederhana dalam karya seni rupa.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan mengenali pola melalui pengulangan bentuk, garis, warna, atau gambar secara teliti.

  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan pola dengan benda-benda di lingkungan sekitar, seperti motif pakaian, ubin lantai, taplak meja, dan hiasan dinding.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal, melanjutkan, dan membuat pola sederhana melalui kegiatan menggambar, mewarnai, mencocokkan, dan menempel potongan gambar.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian pola dalam seni rupa.

  2. Mengidentifikasi pola warna, pola bentuk, dan pola gambar.

  3. Melanjutkan susunan pola sederhana dengan tepat.

  4. Membuat karya seni rupa sederhana menggunakan pola berulang.

  5. Mengidentifikasi dan menyampaikan apresiasi terhadap karya sendiri dengan bahasa yang santun.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Latihan, pengamatan, tanya jawab, demonstrasi, dan penugasan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar pola, kertas gambar, pensil, penghapus, pensil warna atau krayon, serta potongan kertas warna.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Pernahkah kalian melihat motif pada baju, susunan ubin lantai, atau hiasan yang memiliki bentuk dan warna berulang?

Misalnya, merah – biru – merah – biru. Menurut kalian, warna apa yang muncul berikutnya?

Nah, susunan yang berulang secara teratur disebut pola.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam semesta dengan keteraturan dan keindahan. Kita dapat menemukan berbagai pola pada bunga, daun, dan ciptaan Allah lainnya. 🌿✨

Hari ini kita akan belajar tentang pola dalam seni rupa, mulai dari mengenal pola warna, pola bentuk, dan pola gambar hingga membuat pola sederhana.

Mari belajar dengan teliti, kreatif, dan gembira. Semoga kita dapat menghasilkan karya yang indah dan menghargai karya sendiri maupun karya teman. 💖

Ø Materi: Mengenal Pola dalam Seni Rupa

1. Pengertian Pola

Pola adalah susunan bentuk, garis, warna, atau gambar yang teratur dan berulang.

Pola dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti motif baju, ubin lantai, taplak meja, dan hiasan dinding.

2. Macam-Macam Pola

A. Pola warna

Pola yang terbentuk dari pengulangan warna.

Contoh: merah – biru – merah – biru.

B. Pola bentuk

Pola yang terbentuk dari pengulangan bentuk.

Contoh: lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga.

C. Pola gambar

Pola yang terbentuk dari pengulangan gambar.

Contoh: bunga – daun – bunga – daun.

3. Cara Membuat Pola

  1. Menentukan bentuk, gambar, atau warna yang akan digunakan.

  2. Menyusun bentuk atau gambar secara berurutan.

  3. Mengulangi susunan tersebut secara teratur.

  4. Mewarnai pola agar terlihat menarik.

4. Kegiatan Praktik

Peserta didik mengerjakan LKPD dengan kegiatan:

  • Mengamati dan mengenali jenis pola.

  • Memasangkan gambar dengan jenis pola yang sesuai.

  • Melanjutkan pola yang belum selesai.

  • Membuat pola sederhana menggunakan gambar atau potongan kertas warna.

  • Mewarnai pola dan menunjukkan hasil karya kepada guru atau teman.

Ø Asesmen/Post Test

A. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan pola?

  2. Sebutkan tiga macam pola dalam seni rupa!

  3. Perhatikan pola berikut: merah – biru – merah – biru – merah – .... Warna apa yang tepat untuk melanjutkan pola tersebut?

  4. Perhatikan pola berikut: lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga – .... Bentuk apa yang tepat untuk melanjutkan pola tersebut?

  5. Sebutkan satu contoh pola yang dapat kamu temukan di lingkungan sekitar!

B. Praktik

Buatlah satu pola sederhana menggunakan bentuk atau warna kesukaanmu pada kotak yang tersedia di LKPD. Warnai dengan rapi, kemudian ceritakan pola yang kamu buat.


Ø Kunci Jawaban/Uraian


Ø Kesimpulan Materi

  

Senin, 02 November 2026 - Pendidikan Pancasila

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita , S.Pd. dan Diah Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Senin, 02 November 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Pertemuan ke: 4

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian aturan.
  2. Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga.
  3. Membedakan perilaku mematuhi dan melanggar aturan.
  4. Menjelaskan manfaat mematuhi aturan.
  5. Menunjukkan sikap mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI:Mematuhi Aturan di Lingkungan Keluarga

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi, penugasan, dan refleksi.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, video pembelajaran.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲

Anak-anak, siapa yang setiap pagi merapikan tempat tidur? Siapa yang meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum bermain?

Mengapa kita harus melakukan hal tersebut?

Di rumah terdapat aturan yang harus kita patuhi agar keluarga hidup tertib, nyaman, dan rukun.

Hari ini kita akan belajar tentang mematuhi aturan di lingkungan keluarga, mengetahui contoh aturannya, manfaat mematuhinya, serta akibat jika kita tidak mematuhi aturan.

Materi



A. Apa Itu Aturan?

Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.

Aturan dapat ditemukan di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Di dalam keluarga, aturan dibuat agar semua anggota keluarga dapat hidup rukun, tertib, saling menghormati, dan bertanggung jawab.

B. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

Contoh aturan yang dapat dilakukan di rumah:

  • Bangun dan tidur tepat waktu.
  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  • Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
  • Berbicara dengan sopan kepada orang tua.
  • Meminta izin sebelum bermain atau pergi.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Merapikan mainan setelah digunakan.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Mendengarkan nasihat Ayah dan Bunda.
  • Makan dengan tertib.
  • Menggunakan barang milik keluarga dengan baik.

C. Sikap Mematuhi Aturan

Mematuhi aturan berarti melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati atau diberikan oleh orang tua.

Contoh:

Aturan: Merapikan mainan setelah bermain.
Sikap: Setelah bermain, kita mengembalikan mainan ke tempatnya.

Aturan: Meminta izin sebelum bermain di luar.
Sikap: Kita meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum pergi bermain.

Aturan: Membantu orang tua.
Sikap: Kita membantu merapikan meja makan atau menyapu sesuai kemampuan.

D. Manfaat Mematuhi Aturan

Jika semua anggota keluarga mematuhi aturan, kehidupan di rumah menjadi:

🌷 Tertib
🌷 Aman
🌷 Nyaman
🌷 Bersih
🌷 Rukun
🌷 Saling menyayangi

Mematuhi aturan juga merupakan bentuk tanggung jawab dan menghormati anggota keluarga.

E. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi:

  • Rumah menjadi tidak tertib.
  • Pekerjaan menjadi terbengkalai.
  • Orang lain merasa terganggu.
  • Terjadi pertengkaran.
  • Lingkungan menjadi kotor.
  • Kita dapat mendapat teguran dari orang tua.

Oleh karena itu, kita harus berusaha mematuhi aturan dengan penuh tanggung jawab.


🇮🇩 F. Aturan Keluarga dan Nilai-Nilai Pancasila

Mematuhi aturan di rumah merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila.

⭐ Sila ke-1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Contoh: berdoa sebelum makan dan menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Contoh: berbicara sopan dan menyayangi anggota keluarga.

🌳 Sila ke-3 – Persatuan Indonesia
Contoh: hidup rukun dan bekerja sama membersihkan rumah.

🐂 Sila ke-4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Contoh: berdiskusi dan mendengarkan pendapat anggota keluarga.

🌾 Sila ke-5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Contoh: berbagi dan melaksanakan tugas rumah dengan adil.


🌸 G. Contoh Perilaku di Rumah

Perhatikan contoh berikut!

1. Rani selesai bermain. Ia segera merapikan mainannya.

➡️ Rani mematuhi aturan.

2. Budi ingin bermain di luar rumah. Ia meminta izin kepada Bunda.

➡️ Budi mematuhi aturan.

3. Siti diminta membantu merapikan meja makan, tetapi ia tidak mau.

➡️ Siti belum mematuhi aturan.

4. Ali dan kakaknya bekerja sama membersihkan kamar.

➡️ Ali dan kakaknya mematuhi aturan dan bekerja sama.

🌟 Ingat!

Aturan → Dipatuhi → Rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diamalkan melalui perilaku sehari-hari di keluarga.

Ø Soal Latihan/Asesmen:


Senin, 02 November 2026 - Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita , S.Pd. dan Ruza Nafisah, S.Pd.

Mata Pembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Senin, 02 November 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Tanda-tanda peringatan di tempat umum

Pertemuan ke:2
 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

 


 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengenali, membaca, dan menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum serta merespons informasi secara lisan dengan baik dan santun. Murid juga mampu menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan yang ditemukan di lingkungan sekitar.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid mengamati tanda-tanda peringatan di tempat umum dengan teliti dan memahami pesan yang disampaikan.

  • Meaningful (Bermakna): Murid memahami fungsi tanda peringatan sebagai petunjuk untuk menjaga keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan bersama.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu gambar, tebak makna tanda, tanya jawab, dan latihan menentukan tindakan yang tepat sesuai tanda peringatan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenali berbagai tanda peringatan yang terdapat di tempat umum.

  2. Membaca tulisan atau simbol pada tanda peringatan sederhana.

  3. Menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum.

  4. Mengidentifikasi tempat ditemukannya tanda peringatan.

  5. Menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan.

  6. Menanggapi pertanyaan tentang tanda peringatan dengan bahasa yang baik dan santun.

Ø Apersepsi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran. Mari kita awali kegiatan hari ini dengan berdoa agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, pernahkah kalian melihat tanda bergambar orang terpeleset di lantai, tanda dilarang merokok, atau tanda bergambar petir di tempat umum? ⚠️

Menurut kalian, apa arti tanda-tanda tersebut? Mengapa kita harus memperhatikan dan mematuhinya?

Nah, anak-anak, gambar dan tulisan tersebut disebut tanda-tanda peringatan. Tanda peringatan membantu kita mengetahui adanya bahaya, larangan, atau hal yang perlu diperhatikan agar kita tetap aman dan tertib saat berada di tempat umum.

Allah Swt. mengajarkan kita untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan tidak membahayakan orang lain. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri untuk berhati-hati, mematuhi aturan, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan yang ada di sekitar kita. 🌷

Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai tanda-tanda peringatan di tempat umum, memahami maknanya, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika melihat tanda tersebut. Mari kita belajar dengan penuh perhatian, semangat, dan gembira! ✨


📌 MATERI: Tanda-Tanda Peringatan di Tempat Umum



A. Pengertian Tanda Peringatan

Tanda peringatan adalah tanda berupa gambar, simbol, atau tulisan yang memberikan informasi tentang bahaya, larangan, atau hal-hal yang perlu diperhatikan. Tanda ini membantu masyarakat agar lebih berhati-hati dan menjaga keselamatan saat berada di tempat umum.

B. Macam-Macam Tanda Peringatan

1. Awas Lantai Licin

  • Makna: Lantai dapat menyebabkan seseorang terpeleset.

  • Tindakan: Berjalan dengan hati-hati.

2. Dilarang Merokok

  • Makna: Pengunjung tidak boleh merokok di area tersebut.

  • Tindakan: Mematuhi larangan merokok.

3. Awas Tegangan Tinggi

  • Makna: Terdapat bahaya listrik yang dapat membahayakan tubuh.

  • Tindakan: Tidak menyentuh peralatan listrik dan menjauhi area tersebut.

4. Awas Bahaya

  • Makna: Ada kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

  • Tindakan: Berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas.

5. Dilarang Masuk

  • Makna: Pengunjung tidak diperbolehkan memasuki area tertentu.

  • Tindakan: Tidak memasuki area tersebut.

6. Awas Jalan Licin atau Berbahaya

  • Makna: Jalan perlu dilalui dengan hati-hati.

  • Tindakan: Mengurangi kecepatan dan memperhatikan keadaan sekitar.

C. Tempat Ditemukannya Tanda Peringatan

Tanda peringatan dapat ditemukan di berbagai tempat umum, seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, jalan raya, stasiun, dan taman.

D. Sikap yang Tepat terhadap Tanda Peringatan

  • Membaca dan memperhatikan tanda dengan teliti.

  • Mematuhi larangan dan petunjuk yang diberikan.

  • Berhati-hati ketika melihat tanda bahaya.

  • Tidak merusak tanda peringatan.

  • Mengingatkan teman dengan bahasa yang baik dan santun apabila melakukan tindakan yang membahayakan.

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST

  1. Apa yang dimaksud dengan tanda peringatan?

  2. Apa arti tanda bergambar orang terpeleset di lantai?

  3. Di mana kita dapat menemukan tanda dilarang merokok?

  4. Apa yang harus dilakukan ketika melihat tanda awas tegangan tinggi?

  5. Mengapa kita harus mematuhi tanda peringatan di tempat umum?

Ø Jawaban atau Uraian

  1. Tanda peringatan adalah tanda berupa gambar, simbol, atau tulisan yang memberikan informasi tentang bahaya, larangan, atau hal yang perlu diperhatikan.

  2. Tanda tersebut menunjukkan bahwa lantai licin sehingga kita harus berjalan dengan hati-hati.

  3. Tanda dilarang merokok dapat ditemukan di sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan tempat umum lainnya.

  4. Menjauhi area tersebut dan tidak menyentuh peralatan listrik karena dapat membahayakan keselamatan.

  5. Agar keselamatan diri sendiri dan orang lain tetap terjaga serta tercipta ketertiban di tempat umum.


Kamis, 29 Oktober 2026

Jum'at 30 Oktober 2026 PAK

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: PAK

Hari/Tanggal: Jumat, 30 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Mengenal sikap tanggung jawab

Pertemuan ke: 3

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


  

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menjelaskan arti tanggung jawab serta menunjukkan contoh perilaku tanggung jawab di lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa setiap tugas dan kewajiban harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk tanggung jawab.
  • Meaningful (Bermakna): Murid menghubungkan materi sikap tanggung jawab dengan kebiasaan sehari-hari, seperti mengerjakan tugas, menjaga barang, melaksanakan piket, merapikan tempat belajar, dan membantu orang lain.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid mengikuti kegiatan pembelajaran dan sumatif dengan suasana tenang dan menyenangkan melalui soal bergambar atau soal sederhana yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap tanggung jawab.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap tanggung jawab di lingkungan sekolah.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku tidak bertanggung jawab.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap tanggung jawab.
  5. Membedakan perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.
  6. Membiasakan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

📌 MATERI: Sikap Tanggung Jawab

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Latihan dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D. Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan dalam kegiatan kita. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah.

Anak-anak, siapa yang tadi sudah merapikan tempat tidur? Siapa yang sudah menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri? Ketika mendapat tugas dari guru, apa yang harus kita lakukan?

Nah, melaksanakan tugas dengan baik, menjaga barang, melaksanakan piket, dan membantu orang tua sesuai kemampuan merupakan contoh sikap tanggung jawab.

Hari ini kita akan belajar dan mengerjakan Sumatif Harian 2 tentang sikap tanggung jawab. Bacalah setiap soal dengan teliti, kerjakan dengan jujur, tenang, dan percaya diri. 🌷


A. Apa Itu Tanggung Jawab?

Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik serta bersedia menjaga dan menyelesaikan apa yang menjadi tugas kita.

Anak yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugasnya dan tidak menyalahkan orang lain.

Contoh sikap tanggung jawab:

  • mengerjakan tugas sekolah;
  • menjaga barang milik sendiri;
  • merapikan tempat belajar;
  • melaksanakan piket;
  • menjaga kebersihan;
  • mengembalikan barang ke tempatnya;
  • membantu orang tua sesuai kemampuan.

B. Sikap Tanggung Jawab di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap tanggung jawab di sekolah:

  1. Mengerjakan tugas yang diberikan guru.
  2. Membawa perlengkapan belajar sendiri.
  3. Menjaga buku dan alat tulis.
  4. Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  5. Menjaga kebersihan kelas.
  6. Merapikan meja dan kursi setelah digunakan.
  7. Mengembalikan buku ke tempatnya.
  8. Menjaga fasilitas sekolah.
  9. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik.
  10. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.

C. Sikap Tanggung Jawab di Lingkungan Keluarga

Contoh sikap tanggung jawab di rumah:

  1. Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  2. Menyimpan mainan setelah digunakan.
  3. Menjaga barang milik sendiri.
  4. Membantu orang tua sesuai kemampuan.
  5. Menjaga kebersihan rumah.
  6. Merapikan perlengkapan sekolah.
  7. Mengerjakan pekerjaan rumah yang menjadi tugasnya.
  8. Merawat hewan atau tanaman jika diberi tugas.
  9. Menyelesaikan tugas sekolah di rumah.
  10. Mematuhi aturan yang telah disepakati keluarga.

D. Perilaku Tidak Bertanggung Jawab

Perilaku tidak bertanggung jawab adalah tidak melaksanakan tugas atau kewajiban yang menjadi tanggungannya dengan baik.

Contohnya:

  1. Tidak mengerjakan tugas sekolah.
  2. Menyuruh teman mengerjakan tugasnya.
  3. Tidak melaksanakan piket.
  4. Merusak barang lalu tidak mau mengaku.
  5. Membiarkan mainan berserakan.
  6. Tidak menjaga barang milik sendiri.
  7. Membuang sampah sembarangan.
  8. Menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri.
  9. Tidak menyelesaikan tugas kelompok.
  10. Tidak mau memperbaiki kesalahan.

E. Manfaat Bersikap Tanggung Jawab

Kita harus membiasakan sikap tanggung jawab karena dapat:

🌱 melatih kita menjadi anak yang mandiri;
🌱 membuat kita dapat dipercaya oleh guru dan teman;
🌱 membuat pekerjaan selesai dengan baik;
🌱 melatih kita menjaga amanah;
🌱 menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman;
🌱 membiasakan kita berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.


Ø Soal Asesmen/Latihan

A. Pilihan Ganda

1. Rani mendapat tugas dari guru. Rani mengerjakan tugas tersebut sampai selesai. Sikap Rani adalah ....
A. malas
B. tanggung jawab
C. tidak peduli

2. Setelah bermain, sebaiknya kita ....
A. meninggalkan mainan
B. menyuruh orang lain merapikannya
C. merapikan mainan

3. Andi mendapat jadwal piket. Sikap yang bertanggung jawab adalah ....
A. melaksanakan piket
B. pulang lebih dahulu
C. bersembunyi dari teman

4. Jika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, sebaiknya kita ....
A. menyalahkan teman
B. mengaku dan meminta maaf
C. meninggalkannya

5. Contoh tanggung jawab di rumah adalah ....
A. membiarkan kamar berantakan
B. merapikan tempat tidur
C. membuang mainan sembarangan

B. Isian

1. Melaksanakan tugas dengan baik merupakan sikap ....

2. Setelah menggunakan mainan, kita harus .... kembali.

3. Siswa yang mendapat jadwal piket harus melaksanakan ....

4. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani .... kesalahan.

5. Menjaga barang milik sendiri merupakan contoh sikap ....


Ø Kunci Jawaban/uraian:

A. Pilihan Ganda

  1. B. tanggung jawab

    (Rani mengerjakan tugas dari guru hingga selesai merupakan ciri anak yang bertanggung jawab).

  2. C. merapikan mainan

    (Merapikan barang setelah digunakan adalah bentuk menjaga kebersihan dan ketertiban).

  3. A. melaksanakan piket

    (Siswa yang bertanggung jawab wajib menjalankan tugas piket sesuai jadwal).

  4. B. mengaku dan meminta maaf

    (Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah bentuk sikap bertanggung jawab).

  5. B. merapikan tempat tidur

    (Merapikan tempat tidur setelah bangun adalah contoh tanggung jawab di rumah).

B. Isian

  1. Tanggung jawab (atau mandiri/terpuji)

  2. Merapikan / mengembalikan

  3. Piket / tugasnya

  4. Mengakui

  5. Tanggung jawab