About

Senin, 14 September 2026

Selasa, 15 September 2026 - Pendidikan Pancasila

IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Senin, 14  September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Pertemuan ke: 1

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak pembelajaran daring dengan tertib dan memperhatikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan perilaku yang dilakukan bersama keluarga di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui kegiatan pengamatan dan checklist penerapan Pancasila di rumah bersama orang tua.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyebutkan simbol-simbol sila Pancasila.
  2. Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan setiap sila.
  4. Menghubungkan nilai Pancasila dengan kegiatan sehari-hari di rumah.
  5. Mempraktikkan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

📌 MATERI: Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi bersama orang tua, praktik, dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, dan Lingkungan rumah sebagai sumber belajar


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga kita semua sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan hari ini penuh berkah. 🤲✨

Anak-anak, hari ini kita belajar secara daring dari rumah karena adanya imbauan pemerintah terkait abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita. Oleh karena itu, tetap ikuti pembelajaran dengan semangat meskipun dari rumah. 🌷

Anak-anak, walaupun hari ini belajar dari rumah, kita tetap bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, membantu Ayah dan Bunda, berdoa, menyayangi keluarga, bekerja sama, dan berbagi dengan saudara.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang penerapan nilai-nilai Pancasila di rumah. Setelah belajar, kalian akan melakukan sebuah tantangan kecil bersama Ayah, Bunda, atau anggota keluarga. 🌟

 



Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Rumah

Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

⭐ Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh di rumah:

  • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
  • Melaksanakan ibadah.
  • Bersyukur kepada Allah Swt.
  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh di rumah:

  • Menyayangi anggota keluarga.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Membantu orang tua.
  • Tidak mengejek saudara.

🌳 Sila ke-3: Persatuan Indonesia

Contoh di rumah:

  • Hidup rukun bersama keluarga.
  • Bekerja sama membersihkan rumah.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Menjaga kerukunan keluarga.

🐂 Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh di rumah:

  • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
  • Berdiskusi ketika menentukan kegiatan bersama.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima keputusan bersama.

🌾 Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh di rumah:

  • Berbagi dengan saudara.
  • Membagi tugas rumah dengan adil.
  • Tidak berebut.
  • Menghargai hak anggota keluarga. 

Ø Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihlah jawaban yang tepat!

  1. Sebelum belajar bersama keluarga, sebaiknya kita ....

    a. berdoa

    b. bermain

    c. bertengkar

  2. Siti membantu Bunda merapikan meja makan. Sikap Siti sesuai dengan nilai ....

    a. membantu keluarga

    b. malas membantu

    c. tidak peduli

  3. Andi dan kakaknya bekerja sama membersihkan rumah. Perilaku tersebut sesuai dengan sila ke-....

    a. 1

    b. 3

    c. 5

  4. Ketika Ayah dan Bunda sedang berbicara, kita sebaiknya ....

    a. mendengarkan

    b. memotong pembicaraan

    c. berteriak

  5. Rani berbagi makanan dengan adiknya. Perilaku Rani sesuai dengan sila ke-....

    a. 2

    b. 4

    c. 5

B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

  1. Berdoa sebelum makan merupakan contoh penerapan sila ke-____ Pancasila.
  2. Kita harus berbicara kepada Ayah dan Bunda dengan bahasa yang ____.
  3. Membersihkan rumah bersama keluarga merupakan contoh sikap ____.
  4. Saat bermusyawarah, kita tidak boleh memaksakan ____.
  5. Berbagi secara adil dengan saudara merupakan contoh penerapan sila ke-____.

Ø Kunci Jawaban/uraian:



Ø Kesimpulan dan refleksi:

Minggu, 13 September 2026

Senin, 14 September 2026 - Pendidkan Pancasila

  IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Senin, 14  September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Pengamalan sila pancasila

Pertemuan ke: 5

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak pembelajaran daring dengan tertib dan memperhatikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan perilaku yang dilakukan bersama keluarga di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui kegiatan pengamatan dan checklist penerapan Pancasila di rumah bersama orang tua.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyebutkan simbol-simbol sila Pancasila.
  2. Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan setiap sila.
  4. Menghubungkan nilai Pancasila dengan kegiatan sehari-hari di rumah.
  5. Mempraktikkan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

📌 MATERI: Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi bersama orang tua, praktik, dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, dan Lingkungan rumah sebagai sumber belajar


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga kita semua sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan hari ini penuh berkah. 🤲✨

Anak-anak, hari ini kita belajar secara daring dari rumah karena adanya imbauan pemerintah terkait abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita. Oleh karena itu, tetap ikuti pembelajaran dengan semangat meskipun dari rumah. 🌷

Anak-anak, walaupun hari ini belajar dari rumah, kita tetap bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, membantu Ayah dan Bunda, berdoa, menyayangi keluarga, bekerja sama, dan berbagi dengan saudara.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang penerapan nilai-nilai Pancasila di rumah. Setelah belajar, kalian akan melakukan sebuah tantangan kecil bersama Ayah, Bunda, atau anggota keluarga. 🌟

 



Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Rumah

Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

⭐ Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh di rumah:

  • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
  • Melaksanakan ibadah.
  • Bersyukur kepada Allah Swt.
  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh di rumah:

  • Menyayangi anggota keluarga.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Membantu orang tua.
  • Tidak mengejek saudara.

🌳 Sila ke-3: Persatuan Indonesia

Contoh di rumah:

  • Hidup rukun bersama keluarga.
  • Bekerja sama membersihkan rumah.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Menjaga kerukunan keluarga.

🐂 Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh di rumah:

  • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
  • Berdiskusi ketika menentukan kegiatan bersama.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima keputusan bersama.

🌾 Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh di rumah:

  • Berbagi dengan saudara.
  • Membagi tugas rumah dengan adil.
  • Tidak berebut.
  • Menghargai hak anggota keluarga. 
Kesimpulan Materi :
Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di rumah. Setiap sila mengajarkan kita untuk beribadah, menyayangi keluarga, hidup rukun, menghargai pendapat, bekerja sama, berbagi, dan bersikap adil. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, kehidupan keluarga menjadi lebih harmonis, damai, dan saling menghargai.

Senin, 14 September 2026 - Seni Rupa

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Senin, 14  September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Warna Panas, warna dingin dan warna netral

Pertemuan ke: 3

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Warna panas, warna dingin dan warna netral)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna panas, warna dingin, dan warna netral pada benda serta karya seni di sekitarnya.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat mengaitkan warna panas, warna dingin, dan warna netral dengan kehidupan sehari-hari serta keindahan ciptaan Allah Swt., seperti warna matahari, api, daun, langit, awan, dan berbagai benda di lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar mengenal dan mengelompokkan warna panas, dingin, dan netral melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mengelompokkan gambar, dan mewarnai.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan gambar di sekitar.
  2. Mengenal pengertian warna panas, warna dingin, dan warna netral.
  3. Menyebutkan contoh warna panas.
  4. Menyebutkan contoh warna dingin.
  5. Menyebutkan contoh warna netral.
  6. Mengelompokkan warna ke dalam kelompok warna panas, dingin, dan netral.
  7. Mengidentifikasi penggunaan warna panas, dingin, dan netral pada benda atau karya seni.
  8. Membuat karya sederhana menggunakan warna panas, dingin, dan netral.

 

📌 MATERI: Warna Panas, warna dingin dan warna netral

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, demonstrasi, mengamati gambar, mengelompokkan warna, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, video pembelajaran, kartu warna, gambar, alat mewarnai, dan benda-benda di lingkungan sekitar.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Ada warna merah, kuning, biru, hijau, putih, hitam, dan masih banyak warna lainnya. Tahukah kalian bahwa warna-warna tersebut dapat memberikan kesan yang berbeda?

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna merah pada bunga, kuning pada buah, biru pada langit, hijau pada daun, serta berbagai warna lainnya. 🌈

Hari ini kita akan belajar mengenal warna panas, warna dingin, dan warna netral.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah dan beragam. Kita dapat mengamati warna pada bunga, buah, daun, langit, air, dan benda di sekitar kita.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah pemilik seluruh alam. Kita belajar menjaga lingkungan dan menghargai keindahan warna yang ada di sekitar kita.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah memberikan berbagai rezeki kepada manusia, termasuk tumbuhan dan buah-buahan yang memiliki warna beragam. Kita dapat mensyukuri nikmat tersebut dengan menjaga lingkungan dan berkarya dengan kreatif.

✨ Anak-anak hebat, mari kita belajar mengenal warna dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!

Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah Swt., mampu membedakan warna, serta menghargai keindahan ciptaan-Nya. 💖🌈

 


1. Apa Itu Warna?

Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang dapat membuat benda dan karya seni terlihat lebih indah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat berbagai macam warna pada bunga, buah, daun, langit, pakaian, mainan, dan benda lainnya.

2. Warna Panas

Warna panas adalah warna yang memberikan kesan hangat, cerah, semangat, dan berani.

Contoh warna panas:

  • 🔴 Merah
  • 🟠 Jingga/Oranye
  • 🟡 Kuning

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • 🔴 Merah seperti warna cabai dan bunga mawar.
  • 🟠 Jingga seperti warna jeruk.
  • 🟡 Kuning seperti warna matahari dan pisang.

3. Warna Dingin

Warna dingin adalah warna yang memberikan kesan sejuk, tenang, dan nyaman.

Contoh warna dingin:

  • 🔵 Biru
  • 🟢 Hijau
  • 🟣 Ungu

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • 🔵 Biru seperti warna langit dan air.
  • 🟢 Hijau seperti warna daun dan rumput.
  • 🟣 Ungu seperti warna bunga tertentu.

4. Warna Netral

Warna netral adalah warna yang memberikan kesan sederhana, tenang, dan tidak terlalu mencolok.

Contoh warna netral:

  • ⚫ Hitam
  • ⚪ Putih
  • 🩶 Abu-abu
  • 🤎 Cokelat

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • ⚪ Putih seperti warna kertas.
  • ⚫ Hitam seperti warna beberapa benda di sekitar.
  • 🩶 Abu-abu seperti warna batu.
  • 🤎 Cokelat seperti warna tanah dan kayu.

5. Mengelompokkan Warna

Kelompok WarnaContoh Warna
🔥 Warna PanasMerah, jingga, kuning
❄️ Warna DinginBiru, hijau, ungu
⚪ Warna NetralHitam, putih, abu-abu, cokelat

6. Contoh Penggunaan dalam Karya Seni

Warna panas dapat digunakan untuk memberikan kesan ceria dan bersemangat.

Warna dingin dapat digunakan untuk memberikan kesan tenang dan sejuk.

Warna netral dapat digunakan untuk memberikan kesan sederhana dan seimbang.

✨ Keanekaragaman warna merupakan salah satu bentuk keindahan ciptaan Allah Swt. yang dapat kita lihat di lingkungan sekitar.

Ø Asesmen/Post Test

  1. Sebutkan tiga contoh warna panas!
  2. Sebutkan tiga contoh warna dingin!
  3. Sebutkan dua contoh warna netral!
  4. Merah termasuk warna panas, dingin, atau netral?
  5. Biru termasuk warna panas, dingin, atau netral?
  6. Hitam termasuk warna panas, dingin, atau netral?
  7. Kelompokkan warna berikut: merah, biru, kuning, hijau, hitam, dan putih sesuai kelompoknya!

Ø Kunci Jawaban:

  1. Merah, jingga/oranye, dan kuning.

  2. Biru, hijau, dan ungu.

  3. Hitam dan putih. (Jawaban lain: abu-abu atau cokelat.)

  4. Merah termasuk warna panas.

  5. Biru termasuk warna dingin.

  6. Hitam termasuk warna netral.

    • Warna panas: merah dan kuning.

    • Warna dingin: biru dan hijau.

    • Warna netral: hitam dan putih.

Ø Kesimpulan Materi:

Warna merupakan salah satu unsur seni rupa yang dapat membuat benda dan karya seni menjadi lebih indah. Warna dibedakan menjadi warna panas, warna dingin, dan warna netral. Warna panas meliputi merah, jingga, dan kuning. Warna dingin meliputi biru, hijau, dan ungu, sedangkan warna netral meliputi hitam, putih, abu-abu, dan cokelat.

Ø Kendala:

Sebagian peserta didik sudah dapat mengenali dan mengelompokkan warna panas, dingin, dan netral. Namun, masih terdapat beberapa peserta didik yang belum dapat membedakan kelompok warna dengan tepat, terutama dalam membedakan warna dingin dan warna netral. Beberapa peserta didik masih memerlukan contoh gambar dan bimbingan dari guru.

Ø Solusi/Lanjutan:

Guru memberikan penguatan melalui contoh warna yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta menggunakan kartu warna dan gambar agar peserta didik lebih mudah memahami perbedaan warna panas, dingin, dan netral. Peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan latihan mengelompokkan warna secara bertahap. Pada pembelajaran berikutnya akan dilakukan pengulangan dan penguatan materi melalui permainan mencocokkan serta mengelompokkan warna.

Ø Kesimpulan Keseluruhan:

Pembelajaran Seni Rupa tentang warna panas, warna dingin, dan warna netral telah terlaksana dengan baik. Peserta didik dapat mengenal, menyebutkan, dan mengelompokkan berbagai warna berdasarkan kelompoknya serta menghubungkannya dengan benda-benda di lingkungan sekitar. Meskipun masih terdapat beberapa peserta didik yang memerlukan bimbingan, secara keseluruhan peserta didik menunjukkan antusiasme dan mulai memahami perbedaan warna panas, dingin, dan netral. Pembelajaran akan terus diperkuat melalui kegiatan yang menyenangkan dan praktik sederhana agar pemahaman peserta didik semakin baik.