About
Selasa, 26 Maret 2019
jenis jenis sudut
Jenis-jenis sudut
Sudut adalah bagian yang terletak diantara
2 garis yang berpotongan, Atau Sudut adalah himpunan semua titik dari dua sinar
yang bersekutu pangkalnya.
<ABC
= <CBA
B disebut titik sudut
BA dan BC adalah kaki
kaki sudut
ABC adalah titik sudut
1. SUDUT SIKU-SIKU
Sudut siku-siku lebih dikenal dengan sudut tegak lurus yang besarnya adalah 90 derajat. Seperti terlihat pada gambar 1 berikut.
Sudut siku-siku lebih dikenal dengan sudut tegak lurus yang besarnya adalah 90 derajat. Seperti terlihat pada gambar 1 berikut.
Sudut B kurang dari sama
dengan 90 derajat
Sudut B sama dengan sudut siku-siku (90 derajat)
Sudut B sama dengan sudut siku-siku (90 derajat)
2. SUDUT LANCIP
Sudut lancip lebih dikenal dengan sudut"runcing/tajam". Besar sudute lancip adalah kurang dari 90 derajat. Berikut gambar beberapa sudut lancip.
Sudut lancip lebih dikenal dengan sudut"runcing/tajam". Besar sudute lancip adalah kurang dari 90 derajat. Berikut gambar beberapa sudut lancip.
Gambar 2 sudut lancip
Sudut B kurang dari 90
derajat
Sudut B sama dengan sudut lancip (kurang dari 90 derajat)
Sudut B sama dengan sudut lancip (kurang dari 90 derajat)
0 < b < 90
3. SUDUT TUMPUL
Sudut tumpul lebih dikenal dengan sudut"rebah/roboh". Besar sudut tumpul lebih dari 90 derajat dan kurang dari 180 derajat. Berikut gambar sudut tumpul.
Sudut tumpul lebih dikenal dengan sudut"rebah/roboh". Besar sudut tumpul lebih dari 90 derajat dan kurang dari 180 derajat. Berikut gambar sudut tumpul.
Gambar
3 sudut tumpul
Sudut B lebih dari
90 derajat
Sudut B sama dengan sudut tumpul (lebih besar dari 90 derajat tetapi kurang dari 180 derajat)
Sudut B sama dengan sudut tumpul (lebih besar dari 90 derajat tetapi kurang dari 180 derajat)
4. SUDUT LURUS
Besar sudut lurus adalah 180 derajat. Berikut gambarnya.
Besar sudut lurus adalah 180 derajat. Berikut gambarnya.
Sudut
B sama dengan 180 derajat
Sudut B sama dengan sudut lurus 180 derajat
Sudut B sama dengan sudut lurus 180 derajat
b
= 180
5. SUDUT REFLEKS.
Sudut refleks besarnya lebih dari 180 derajat tetapi kurang dari 360 derajat.
Berikut gambarnya.
Sudut refleks besarnya lebih dari 180 derajat tetapi kurang dari 360 derajat.
Berikut gambarnya.
Gambar
5. Sudut Refleks
Senin, 25 Maret 2019
materi tema 8 subtema 1
Teks fiksi adalah teks yang berisi rekaan atau khayalan yang
tidak berdasarkan kenyataan.
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam teks fiksi :
a.
Tema adalah dasar cerita/ sesuatu yang menjadi
pokok terbentuknya suatu cerita.
b.
Alur adalah rangkaian peristiwa atau kejadian
yang terdapat dalam suatu cerita.
c.
Latar merupakan keterangan yang menjelaskan
keadaan dalam suatu cerita. Berupa waktu,tempat dan keadaan.
d.
Amanat adalah pesan yang terkandung dalam sebuah
cerita.
Cerpen
adalah cerita yang memfokuskan satu tokoh pada satu keadaan atau kejadian.
Fabel
adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang tokohnya
diperankan oleh hewan.
Tokoh
utama adalah pemeran yang sering muncul dalam cerita peristiwa.
Tokoh
tambahan adalah peran pendamping yang mempercantik atau mempermanis cerita
Tokoh
yang berwatak positif disebut protagonis
Tokoh
yang berwatak negative disebut antagonis
Gaya
dapat berupa dorongan dan tarikan
Gaya
otot dapat mempengaruhi :
a.
Benda diam menjadi bergerak
b.
Mempercepat/memperlambat gerak benda
c.
Mengubah arah gerak benda
d.
Mengubah bentuk benda
Gaya dorongan adalah gaya yang diberikan dengan cara
menjauhi anggota tubuh kita
Contoh : mengayuh sepeda, menekan tombol menutup pintu,
mendorong gerobak, dll
Gaya tarikan adalah gaya yang diberikan dengan mendekati
anggota tubuh kita.
Contoh : mengerek bendera, mengangkat ember, mebuka pintu
dll.
Tempo dalam musik adalah cepat lambatnya sebuah lagu saat
dinyanyikan. Tempo dapat diartikan sebagai banyaknya jumlah ketukan dalam satu
menit. Ada lagu yang dinyanyikan dengan cepat, lambat atau sedang.
Lagu ampar – ampar pisang berasal dari daerah Kalimantan
Selatan dengan tempo sedang (Moderato).
Alat untuk mengukur tempo disebut metronome meilzel.
Jenis jenis pekerjaan daerah pekotaan adalah PNS, Karyawan
Swasta, Dokter dll.
Jenis pekerjaan daerah pedesaan adalah Petani, Peternakan,
Perdagangan dll.
Kenampakan alam daratan dibagi menjadi 3 yaitu, dataran rendah, dataran tinggi dan sungai
Bentuk muka bumi disebut relif bumi.
Kegiatan Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau
jasa. Orang yang melakukan kegiatan produksi disebut Produsen
Kegiatan distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang atau
jasa. Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
Kegiatan komsumsi adalah kegiatan menggunakan barang dan
jasa. Orang yang menggunakan barang dan jasa disebut konsumen.
Sabtu, 15 November 2014
Sumpah Pemuda
Pada 1908, rakyat Indonesia
mulai memiliki kesadaran untuk bersatu melawan penjajah. Para pemuda di
berbagai wilayah di Indonesia mulai membentuk perkum pulan untuk menentang
penjajah. Perkumpulan pemuda tersebut membawa nama daerah asalnya.
Pada 28 Oktober 1928 dilaksanakan Kongres Pemuda II di Jakarta. Kongres Pemuda II berhasil merumuskan suatu ikrar. Ikrar tersebut dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda. Isi Sumpah Pemuda, di antaranya sebagai berikut.
Beberapa
perkumpulan pemuda atau sering disebut organisasi pemuda yang ada di daerah Nusantara,
di antaranya sebagai berikut.
1. Jong Java, yaitu
(Perkumpulan para pemuda Jawa).
2. Jong Sumatranen Bond,
yaitu (Perkumpulan para pemuda Sumatra).
3. Jong Ambon, yaitu
(Perkumpulan para pemuda Ambon).
4. Jong Minahasa, yaitu
(Perkumpulan para pemuda Minahasa).
5. Jong Celebes, yaitu
(Perkumpulan para pemuda Sulawesi).
Organisasi pemuda yang telah terbentuk masih bersifat
kedaerahan. Mereka berjuang untuk daerah asalnya saja sehingga sulit sekali menciptakan
rasa persatuan. Namun pada 30 April–2 Mei 1926, para pemuda yang ingin
mewujudkan persatuan nasional, mengadakan Kongres Pemuda I di Jakarta. Tujuan
kongres ini adalah menanamkan semangat kerja sama antarperkumpulan pemuda di
Indonesia. Kongres Pemuda I menjadi dasar bagi Persatuan Indonesia. Tetapi,
Kongres Pemuda I belum berhasil mempersatukan kegiatan pemuda dalam satu wadah.
Kongres Pemuda I menghasilkan gagasan persatuan dalam perjuangan untuk
Indonesia merdeka. dari kongres pemuda I akan diadakan kongres Pemuda II.Pada 28 Oktober 1928 dilaksanakan Kongres Pemuda II di Jakarta. Kongres Pemuda II berhasil merumuskan suatu ikrar. Ikrar tersebut dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda. Isi Sumpah Pemuda, di antaranya sebagai berikut.
Kamis, 21 November 2013
pengalaman menyenangkan dan menyedihkan
PENGALAMAN
pengalaman diri
bu guru masuk kelas
kemarin memberi tugas
anak anak diminta
membuat cerita
cerita pengalaman diri
boleh pengalaman berkesan
boleh pengalaman lucu
boleh pengalaman menyedihkan
hari ini tugas dikumpulkan
anak anak mengerjakan dengan baik
pak guru membacanya
membaca satu per satu
berikut cerita anak anak
a jatuh dari sepeda
bacalah dengan nyaring
jika belum lancar
ejalah dengan jelas
berikut cerita ana
dodi punya sepeda
dodi suka bersepeda
dodi suka berkeliling
ketika dia akan berbelok tiba-tiba keseimbangannya tak terkendali dan braak....
sepeda dodi jatuh
dodi ikut jatuh
dan lutut dodi pun terluka
pengalaman yang di alami ana adalah pengalaman yang menyedihkan
Rachel pergi berlibur
Rachel dan keluarga pergi ke pantai
Rachel dan kakaknya dan ayahnya bermain dengan riang gembira
mereka berenang di pantai bercanda dan tertawa bersama di pinggir pantai
pengalaman yang dialami budi adalah pengalaman yang menyenangkan.
pengalaman menyenangkan dapat di jadikan kenangan terindah
pengalaman menyedihkan dapat dijadikan pelajaran.
pengalaman diri
bu guru masuk kelas
kemarin memberi tugas
anak anak diminta
membuat cerita
cerita pengalaman diri
boleh pengalaman berkesan
boleh pengalaman lucu
boleh pengalaman menyedihkan
hari ini tugas dikumpulkan
anak anak mengerjakan dengan baik
pak guru membacanya
membaca satu per satu
berikut cerita anak anak
a jatuh dari sepeda
bacalah dengan nyaring
jika belum lancar
ejalah dengan jelas
berikut cerita ana
dodi punya sepeda
dodi suka bersepeda
dodi suka berkeliling
ketika dia akan berbelok tiba-tiba keseimbangannya tak terkendali dan braak....
dodi ikut jatuh
dan lutut dodi pun terluka
pengalaman yang di alami ana adalah pengalaman yang menyedihkan
Rachel pergi berlibur
Rachel dan keluarga pergi ke pantai
Rachel dan kakaknya dan ayahnya bermain dengan riang gembira
mereka berenang di pantai bercanda dan tertawa bersama di pinggir pantai
pengalaman yang dialami budi adalah pengalaman yang menyenangkan.
pengalaman menyenangkan dapat di jadikan kenangan terindah
pengalaman menyedihkan dapat dijadikan pelajaran.
Rabu, 20 November 2013
Sabtu, 16 November 2013
Teori Model Pembelajaran Jigsaw
1.
Pengertian
Cooperative Learning Tipe Jigsaw
Arti
jigsaw dalam bahasa Inggris adalah gergaji ukir dan ada juga yang
menyebutkan dengan istilah puzzle yaitu sebuah teka-teki menyusun
potongan gambar. Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini mengambil pola
cara bekerja gergaji (zigzag), yaitu siswa melakukan suatu kegiatan
belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan
bersama (Rusman 2011: 217). Sejalan dengan Isjoni (2007: 54) pembelajaran
kooperatif jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang
mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran
untuk mencapai prestasi yang maksimal.
Slavin
(2010: 246) mengemukakan bahwa jigsaw adalah salah satu dari
metode-metode kooperatif yang paling fleksibel. Dan menurut Trianto
(2009: 74) dalam belajar kooperatif tipe jigsaw, secara umum siswa
dikelompokkan secara heterogen dalam kemampuan.
Menurut
Suwangsih & Tiurlina (2006: 164) pembelajaran kooperatif tipe jigsaw,
setiap anggota kelompok ditugaskan mempelajari satu topik tertentu, kemudian
akan bertemu dengan kelompok lain yang mempelajari topik yang sama. Setelah
berdiskusi dan bertukar pikiran, para siswa kembali ke kelompoknya
masing-masing untuk menjelaskan atau mendiskusikan apa yang telah dipelajarinya
kepada teman-teman kelompoknya.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa cooperative
learning tipe jigsaw adalah model pembelajaran yang mendorong siswa
lebih aktif, dimana siswa, bukan guru yang memiliki tanggung jawab lebih besar
dalam melaksanakan pembelajaran, siswa dituntut bekerja sama positif dimana
setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi
yang diberikan dan menyampaikan materi atau mengajarkan materi tersebut kepada
anggota kelompok yang lain. Selain itu model cooperative learning tipe jigsaw
memiliki kelompok awal dan kelompok ahli.
2.
Langkah-langkah
Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw
Dalam
pembelajaran cooperative learning terdapat beberapa langkah-langkah pada
implementasinya dalam proses pembelajaran. Begitu pula dalam model pembelajaran
Cooperative learning tipe jigsaw.
Langkah-langkah
pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw menurut Komalasari
(2011: 65-66) yang juga sejalan sama dengan pendapat Stephen, Sikes, and Snapp
(dalam Rusman, 2011: 220) yaitu sebagai berikut:
1.
Siswa
dikelompokkan ke dalam ± 4 orang anggota tim.
2.
Tiap orang
dalam tim diberi bagian yang berbeda
3.
Tiap orang
dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
4.
Anggota dari
tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/subbab yang sama bertemu dalam
kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan subbab mereka.
5.
Setelah selesai
diskusi sebagian tim ahli, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian
mengajar teman satu tim mereka tentang subbab yang mereka kuasai dan tiap
anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
6.
Tiap tim ahli
mempresentasikan hasil diskusi
7.
Guru memberi
evaluasi
8.
Penutup
Menurut
Miftahul Huda (2011: 118) mengemukakan bahwa teknis pelaksanaan model
pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw yang pertama,
setiap kelompok disajikan informasi yang sama. Kemudian, setiap anggota
kelompok yang mendapatkan bagian persoalan yang sama berkumpul menjadi
“kelompok ahli” untuk bersama-sama mempelajari dan memecahkan persoalan
tersebut. Setelah itu, mereka kembali kekelompoknya masing-masing untuk
mengajarkan topik yang lebih spesifik dari informasi tersebut kepada
teman-teman satu kelompoknya. Pengajaran ini dibutuhkan agar dirinya dan
teman-teman satu kelompoknya bisa siap mengahadapi ujian individu berikutnya.
Setelah itu, setiap anggota diuji secara individual melalui kuis. Skor yang
diperoleh setiap anggota dari hasil kuis ini akan menentukan skor yang
diperoleh oleh kelompok mereka.
Sejalan dengan Slavin (2010: 241) yang juga mengemukakan bahwa
kegiatan-kegiatan pengajaran dalam pembelajaran cooperative learning tipe
jigsaw adalah sebagai berikut:
1.
Membaca. Para
siswa menerima topik ahli dan membaca materi yang diminta untuk menemukan
informasi.
2.
Diskusi
kelompok-ahli. Para siswa dengan keahlian yang sama bertemu untuk
mendiskusikannya dalam kelompok-kelompok ahli.
3.
Laporan tim.
Para ahli kembali ke dalam kelompok mereka masing-masing untuk mengajari
topik-topik mereka kepada teman satu timnya.
4.
Tes. Para siswa
mengerjakan kuis-kuis individual yang mencakup semua topik.
5.
Rekognisi tim.
Skor tim dihitung seperti dalam STAD.
Dengan
demikian model cooperative learning tipe jigsaw merupakan model
pembelajaran yang mendorong siswa lebih aktif, dimana siswa, bukan guru yang
memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran, siswa
dituntut bekerja sama positif dimana setiap anggota bertanggung jawab untuk
mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi
atau mengajarkan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Pelaksanaaannya
terdiri dari 6 langkah seperti yang telah peneliti simpulkan dari berbagai
pendapat para ahli, yaitu
1)
Siswa
dibentuk kelompok yang heterogen beranggotakan 4-6 orang;
2)
Membaca
dan mempelajari materi yang diminta untuk menemukan informasi;
3)
Siswa
dengan materi yang sama bertemu untuk mendiskusikannya dalam kelompok ahli;
4)
Setelah
selesai para siswa dalam kelompok ahli kembali ke kelompok semula untuk
mengajari atau menjelaskan materi mereka kepada teman satu timnya;
5)
Siswa
mengerjakan tes atau post test yang
dikerjakan secara individual yang mencakup semua materi yang telah dipelajari;
6)
Menghitung
perubahan nilai pre test siswa dengan nilai hasil post test.
Kemudian nilai semua anggota kelompok dijumlah dan dirata-rata, sebagai nilai
penghargaan kelompok.
Langganan:
Postingan (Atom)
















