About

Selasa, 22 September 2026

Rabu, 22 September 2026 - Outing Class

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Rabu/23 September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Outing Class Membuat Batik

Pertemuan ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui kegiatan mengamati, mengeksplorasi, dan membuat karya sederhana yang terinspirasi dari batik. Peserta didik mampu mengenali motif, warna, alat, bahan, serta proses sederhana pembuatan batik dan menunjukkan sikap bangga, peduli, serta menghargai budaya Indonesia.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Mengenal, mengamati, dan menjelaskan motif, warna, alat, bahan, serta proses sederhana pembuatan batik, kemudian membuat motif batik sederhana dan menunjukkan sikap kreatif serta menghargai batik sebagai salah satu budaya Indonesia.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1. Mengenal batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.
  2. Mengidentifikasi berbagai motif, bentuk, garis, dan warna yang terdapat pada batik.
  3. Mengenal alat dan bahan sederhana yang digunakan dalam proses pembuatan batik.
  4. Mengamati dan menjelaskan secara sederhana tahapan pembuatan batik berdasarkan hasil kunjungan.
  5. Menunjukkan sikap menghargai karya pengrajin batik dan keberagaman budaya Indonesia.
  6. Mempraktikkan pembuatan motif batik sederhana melalui kegiatan menggambar atau mewarnai.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 2D SD Al-Azhar 2. 🌷

Apa kabarnya hari ini?

Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! 🤲✨

Semoga hari ini kita semua diberikan kesehatan, kebahagiaan, semangat belajar, dan menjadi anak-anak yang baik, kreatif, serta mencintai budaya Indonesia.

💛 Sebelum kegiatan dimulai, jangan lupa adabnya ya:

😊 Senyum dan memberi salam.
🙏 Berdoa sebelum kegiatan.
👂 Mendengarkan penjelasan guru dan pengrajin batik.
✋ Mengangkat tangan sebelum bertanya.
🤝 Saling menghormati dan menyayangi teman.
🌱 Menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar.
🧵 Tidak menyentuh atau menggunakan peralatan batik tanpa izin.

🌺 Rincian Kegiatan Kokurikuler Kunjungan Batik

Tema: “Mengenal dan Menghargai Budaya Indonesia melalui Batik”
Kelas: 2D SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung
Tempat: Pengrajin Batik Gabovira

1. Penyambutan dan Pengarahan

Kegiatan diawali dengan:

  • Berkumpul bersama guru dan teman-teman.

  • Berdoa sebelum kegiatan.

  • Mendengarkan sambutan dan arahan dari guru serta pengrajin batik.

  • Mengenal tujuan kegiatan kunjungan batik.

  • Mengenal aturan dan tata tertib selama berada di tempat pengrajin batik.

  • Mengingatkan siswa untuk menjaga sikap, kebersihan, dan keamanan selama kegiatan.

Siswa diajak memahami bahwa kegiatan kunjungan bukan hanya untuk bermain, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar secara langsung tentang budaya Indonesia.

2. Mengenal Batik sebagai Budaya Indonesia 🎨

Siswa diajak mengenal batik dengan cara mengamati dan mendengarkan penjelasan dari pengrajin.

Siswa dapat:

  • Mengenal pengertian sederhana tentang batik.

  • Mengenal batik sebagai salah satu budaya Indonesia.

  • Mengamati berbagai motif batik.

  • Mengenal bentuk dan pola yang terdapat pada kain batik.

  • Mengenal berbagai warna yang digunakan dalam batik.

  • Mengetahui bahwa setiap daerah di Indonesia dapat memiliki motif batik yang berbeda.

  • Menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia.

Kegiatan ini dapat dikaitkan dengan pembelajaran Seni Rupa, Pendidikan Pancasila, matematika dan Bahasa Indonesia, khususnya dalam mengenal karya seni, keberagaman budaya, serta kemampuan mengamati dan menceritakan pengalaman.

3. Mengenal Alat dan Bahan Membatik 🧵

Siswa diajak melihat secara langsung alat dan bahan yang digunakan untuk membuat batik.

Siswa dapat mengenal:

  • Kain yang digunakan untuk membatik.

  • Canting.

  • Malam/lilin batik.

  • Pewarna.

  • Berbagai alat pendukung lainnya.

  • Motif atau pola batik.

Pengrajin memberikan penjelasan sederhana mengenai fungsi alat dan bahan tersebut serta bagaimana penggunaannya dalam proses pembuatan batik.

Siswa diingatkan untuk tidak menyentuh alat atau bahan tanpa izin, terutama alat yang membutuhkan kehati-hatian dalam penggunaannya.

4. Mengamati Proses Pembuatan Batik 🖌️

Siswa mengamati secara langsung proses pembuatan batik yang dilakukan oleh pengrajin.

Rangkaian kegiatan dapat meliputi:

  • Mengamati kain yang akan diberi motif.

  • Mengamati proses membuat atau menggambar pola.

  • Mengamati penggunaan canting.

  • Mengamati proses pemberian malam.

  • Mengamati proses pewarnaan.

  • Mengenal tahapan hingga kain menjadi batik yang siap digunakan.

Siswa diberikan pemahaman bahwa membuat batik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan ketekunan.

5. Praktik Membuat Motif Batik Sederhana 🌸

Dengan bimbingan guru dan pengrajin, siswa dapat melakukan kegiatan praktik sederhana.

Siswa dapat:

  • Mengenal dan memilih motif sederhana.

  • Menggambar pola atau motif batik.

  • Mengembangkan kreativitas melalui bentuk dan garis.

  • Memberikan warna pada motif batik.

  • Membuat karya dengan rapi dan hati-hati.

Kegiatan praktik ini bertujuan agar siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat karya seni yang terinspirasi dari budaya Indonesia.

6. Mengenal Nilai dan Makna di Balik Batik 🇮🇩

Siswa diajak memahami bahwa batik bukan sekadar kain bermotif indah, tetapi merupakan bagian dari budaya Indonesia yang perlu dikenal, dihargai, dijaga, dan dilestarikan.

Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk:

  • Bangga menggunakan dan mengenal batik Indonesia.

  • Menghargai karya para pengrajin.

  • Menghargai keberagaman motif dan budaya Indonesia.

  • Menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

  • Mengembangkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

7. Refleksi dan Berbagi Pengalaman 🌱

Setelah kegiatan selesai, siswa diajak melakukan refleksi sederhana.

Guru dapat mengajak siswa menjawab pertanyaan:

  • Apa yang kamu ketahui tentang batik hari ini?

  • Alat apa saja yang kamu lihat?

  • Bagaimana proses membuat batik?

  • Motif batik apa yang paling kamu sukai?

  • Apa yang kamu rasakan setelah mengunjungi pengrajin batik?

  • Mengapa kita harus menghargai dan melestarikan batik Indonesia?

Siswa dapat menceritakan pengalaman mereka kepada guru dan teman-teman.

🌟 Refleksi/Kesimpulan

Kesimpulan Materi

Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki beragam motif, bentuk, garis, dan warna. Dalam proses pembuatannya, batik membutuhkan alat dan bahan seperti kain, canting, malam, dan pewarna. Membuat batik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan ketekunan. Melalui kegiatan outing class, peserta didik dapat mengenal proses pembuatan batik secara langsung serta belajar menghargai karya pengrajin dan keberagaman budaya Indonesia. Batik perlu dikenal, dihargai, dijaga, dan dilestarikan sebagai bagian dari budaya bangsa.


Refleksi Pembelajaran

Pembelajaran Seni Rupa melalui kegiatan outing class membuat batik diikuti oleh 22 peserta didik. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di luar sekolah dengan mengunjungi pengrajin batik untuk mengenal batik sebagai salah satu budaya Indonesia. Seluruh peserta didik mengikuti kegiatan dengan senang, gembira, dan antusias. Peserta didik aktif mengamati berbagai motif batik, mengenal alat dan bahan yang digunakan, menyimak proses pembuatan batik, serta mengikuti kegiatan praktik dengan baik. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar secara langsung dan menyenangkan bagi peserta didik.


Kesimpulan Keseluruhan

Kegiatan outing class diikuti oleh 22 peserta didik. Seluruh peserta didik mengikuti kegiatan dengan senang, gembira, dan antusias. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dengan mengenal batik, motif batik, alat dan bahan, proses pembuatan batik, serta mempraktikkan pembuatan motif sederhana. Kegiatan berlangsung dengan baik dan menyenangkan serta memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan semakin kreatif, percaya diri, serta memiliki rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia.

Senin, 21 September 2026

Selasa, 22 September 2026 - Pendidikan Pancasila

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila 

Hari/Tanggal: Senin/21 September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Pertemuan ke: 6

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat mengidentifikasi dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak pembelajaran dengan tertib dan mengenali perilaku sehari-hari di rumah yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan kegiatan yang dilakukan bersama Ayah, Bunda, dan anggota keluarga di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui kegiatan mengamati gambar, menjawab pertanyaan, dan melakukan praktik sederhana penerapan nilai Pancasila bersama keluarga.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.
  2. Menghubungkan perilaku sehari-hari di rumah dengan sila-sila Pancasila.
  3. Menjelaskan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga.
  4. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.
  5. Mempraktikkan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan rumah/keluarga

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi, demonstrasi, praktik, penugasan, dan refleksi.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, kartu/gambar sila Pancasila, video pembelajaran.


Ø Apersepsi

ssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan belajar kita hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲✨

Anak-anak, coba ingat kegiatan yang kalian lakukan bersama keluarga di rumah. Pernahkah kalian membantu Ayah dan Bunda, berdoa bersama, berbagi dengan saudara, atau bekerja sama membersihkan rumah?

Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Hari ini kita akan belajar tentang nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. Kita akan belajar mengenali perilaku yang sesuai dengan Pancasila dan menghubungkannya dengan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari di rumah.

Setelah belajar, ananda akan melakukan satu kegiatan sederhana untuk mempraktikkan nilai Pancasila bersama keluarga. 🌷



Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga



Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga.

Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh penerapan di keluarga:

  • Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
  • Melaksanakan ibadah dengan tertib.
  • Bersyukur kepada Allah Swt.
  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh penerapan:

  • Menyayangi Ayah, Bunda, dan saudara.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Membantu orang tua.
  • Tidak mengejek atau menyakiti saudara.

🌳 Sila ke-3: Persatuan Indonesia

Contoh penerapan:

  • Hidup rukun bersama keluarga.
  • Bekerja sama membersihkan rumah.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Saling menyayangi dan menjaga kerukunan.

🐂 Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh penerapan:

  • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
  • Berdiskusi ketika menentukan kegiatan keluarga.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima keputusan bersama.

🌾 Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh penerapan:

  • Berbagi dengan saudara.
  • Melaksanakan tugas rumah dengan adil.
  • Tidak berebut.
  • Menghargai hak anggota keluarga.

Ø Soal Asesmen / Post Test

Pilihlah jawaban yang tepat!

1. Sebelum makan bersama keluarga, Rani mengajak keluarganya berdoa.
Sikap Rani sesuai dengan sila ke-....

a. 1
b. 2
c. 3

2. Setelah bermain, Dito membantu Bunda merapikan mainan.
Sikap Dito menunjukkan ....

a. membantu orang tua
b. mengganggu keluarga
c. malas bekerja

3. Ayah meminta semua anggota keluarga membantu membersihkan rumah. Siti dan kakaknya bekerja bersama-sama.
Sikap tersebut sesuai dengan sila ke-....

a. 1
b. 3
c. 5

4. Ketika Bunda sedang berbicara, Andi mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan.
Sikap Andi menunjukkan ....

a. menghargai pendapat
b. memaksakan kehendak
c. tidak peduli

5. Rina memiliki dua buah kue. Ia memberikan satu kue kepada adiknya.
Sikap Rina sesuai dengan nilai ....

a. keadilan dan berbagi
b. bertengkar
c. memaksakan kehendak

6. Ketika kakaknya sedang beribadah, Fajar tidak mengganggunya.
Sikap Fajar merupakan penerapan sila ke-....

a. 1
b. 2
c. 4

7. Beni selalu berbicara dengan sopan kepada Ayah dan Bunda.
Perilaku Beni merupakan contoh sikap ....

a. menyayangi dan menghormati keluarga
b. memaksakan kehendak
c. tidak menghargai keluarga

8. Kakak dan adik ingin memilih acara televisi. Mereka berdiskusi dan menerima keputusan bersama.
Sikap tersebut sesuai dengan sila ke-....

a. 2
b. 4
c. 5

9. Saat bermain bersama saudaranya, Lala tidak berebut mainan. Ia mau bergantian menggunakan mainan.
Sikap Lala menunjukkan ....

a. keadilan
b. pertengkaran
c. memaksakan kehendak

10. Keluarga Edo membersihkan rumah bersama-sama pada hari Minggu.
Manfaat sikap tersebut adalah ....

a. pekerjaan menjadi lebih ringan dan keluarga semakin rukun
b. pekerjaan menjadi lebih sulit
c. anggota keluarga menjadi bertengkar

Minggu, 20 September 2026

Senin, 21 September 2026 - Pendidikan Pancasila

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila 

Hari/Tanggal: Senin/21 September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Pertemuan ke: 5

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak pembelajaran daring dengan tertib dan memperhatikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan perilaku yang dilakukan bersama keluarga di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui kegiatan pengamatan dan checklist penerapan Pancasila di rumah bersama orang tua.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1. Menyebutkan simbol-simbol sila Pancasila.
  2. Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan setiap sila.
  4. Menghubungkan nilai Pancasila dengan kegiatan sehari-hari di rumah.
  5. Mempraktikkan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

📌 MATERI PENDIDIKAN PANCASILA

Ø  Model: Discovery Learning
Ø  Metode pembelajaran : Tanya jawab, pengamatan, diskusi, dan penugasan
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga:  LKPD, Video pembelajaran

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Lima sila Pancasila memiliki simbol pada perisai Garuda Pancasila. Nilai-nilai Pancasila dapat kita hubungkan dengan mengenal Allah melalui Asmaul Husna Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq
  • Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan. Kita menerapkan nilai Pancasila dengan menghargai teman, menyayangi sesama, dan hidup rukun.
  • Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Kita menerapkan nilai Pancasila dengan menaati aturan, bermusyawarah, menghargai pendapat, dan menjaga persatuan.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita bersyukur atas rezeki Allah dengan berbagi, membantu teman, bersikap adil, dan tidak membeda-bedakan orang lain.
  •  


    Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Rumah

    Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

    ⭐ Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

    Contoh di rumah:

    • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
    • Melaksanakan ibadah.
    • Bersyukur kepada Allah Swt.
    • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

    ⛓️ Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

    Contoh di rumah:

    • Menyayangi anggota keluarga.
    • Berbicara dengan sopan.
    • Membantu orang tua.
    • Tidak mengejek saudara.

    🌳 Sila ke-3: Persatuan Indonesia

    Contoh di rumah:

    • Hidup rukun bersama keluarga.
    • Bekerja sama membersihkan rumah.
    • Tidak bertengkar dengan saudara.
    • Menjaga kerukunan keluarga.

    🐂 Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

    Contoh di rumah:

    • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
    • Berdiskusi ketika menentukan kegiatan bersama.
    • Tidak memaksakan kehendak.
    • Menerima keputusan bersama.

    🌾 Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

    Contoh di rumah:

    • Berbagi dengan saudara.
    • Membagi tugas rumah dengan adil.
    • Tidak berebut.
    • Menghargai hak anggota keluarga. 

    Ø Soal Asesmen / Post Test

    Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang nilai-nilainya harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan keluarga, sila pertama dapat diterapkan dengan berdoa, beribadah, dan bersyukur kepada Allah Swt. Sila kedua dapat diterapkan dengan menyayangi keluarga, berbicara sopan, dan membantu orang tua. Sila ketiga dapat diterapkan dengan hidup rukun dan bekerja sama. Sila keempat dapat diterapkan dengan mendengarkan pendapat dan bermusyawarah. Sila kelima dapat diterapkan dengan berbagi, bersikap adil, dan menghargai hak anggota keluarga. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, peserta didik dapat membiasakan diri hidup rukun, saling menghargai, dan berbuat baik dalam keluarga.


    Refleksi Pembelajaran

    Pembelajaran Pendidikan Pancasila tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari diikuti oleh 20 peserta didik. Sebanyak 17 peserta didik sudah tuntas dan mampu memahami serta menyebutkan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. Peserta didik juga sudah mampu menghubungkan perilaku sehari-hari dengan sila-sila Pancasila. Namun, terdapat 3 peserta didik yang belum tuntas dan masih memerlukan bimbingan dalam mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan setiap sila Pancasila. Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan dengan baik dan peserta didik mengikuti kegiatan dengan antusias.

    Kendala Pembelajaran

    Kendala yang ditemukan yaitu 3 peserta didik masih mengalami kesulitan dalam membedakan contoh perilaku yang sesuai dengan sila-sila Pancasila, terutama ketika menghubungkan kegiatan sehari-hari di rumah dengan sila yang tepat.

    Solusi/Tindak Lanjut

    Guru memberikan bimbingan secara bertahap menggunakan gambar dan contoh kegiatan yang dekat dengan kehidupan peserta didik di rumah. Peserta didik diajak melakukan tanya jawab, mengelompokkan contoh perilaku berdasarkan sila Pancasila, serta mengerjakan checklist penerapan nilai-nilai Pancasila bersama orang tua. Pada pembelajaran berikutnya, peserta didik yang belum tuntas akan diberikan latihan dan pendampingan kembali.


    Kesimpulan 

    Pembelajaran Pendidikan Pancasila diikuti oleh 20 peserta didik. Sebanyak 17 peserta didik sudah tuntas, sedangkan 3 peserta didik belum tuntas dan masih memerlukan bimbingan. Sebagian besar peserta didik sudah mampu memahami dan menerapkan contoh nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Pembelajaran berlangsung dengan baik melalui kegiatan pengamatan, tanya jawab, diskusi, dan penugasan. Peserta didik yang belum tuntas akan diberikan penguatan dan latihan agar semakin memahami penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.