About

Rabu, 26 Agustus 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 Matematika

 IDENTITAS

Nama Guru          : Fitka Afrillita, S.Pd dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Matematika
Hari, Tanggal     : Rabu, 26 Agustus 2026
Fase/Kelas          : A/II
Materi                  : Mengurutkan Bilangan
Pertemuan ke   : 7

Ø  Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid dapat Membandingkan dan mengurutkan bilangan
  • Mindful (Berkesadaran): Murid mampu mengamati dan memahami nilai setiap bilangan berdasarkan jumlah puluhan dan satuan untuk menentukan bilangan yang lebih besar, lebih kecil, serta mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya.
  • Meaningful (Bermakna): Murid mampu mengaitkan kegiatan membandingkan dan mengurutkan bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengurutkan jumlah benda, banyaknya buku, pensil, mainan, atau nomor antrean dari yang paling sedikit ke paling banyak atau sebaliknya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid mampu belajar membandingkan dan mengurutkan bilangan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan kartu bilangan, menyusun kartu angka, permainan mencari bilangan terbesar dan terkecil, lomba mengurutkan bilangan, kuis, serta tantangan mengurutkan bilangan secara berkelompok.
Ø  Alur tujuan Pembelajaran: 
   Murid mampu mengurutkan beberapa bilangan dari yang terkecil ke terbesar dan dari yang terbesar ke terkecil.
Murid mampu menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan kegiatan mengurutkan bilangan dalam kehidupan sehari-hari.
Murid mampu menunjukkan kemampuan mengurutkan bilangan melalui permainan kartu bilangan, menyusun angka, kuis, dan kegiatan kelompok.

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, tanya jawab, diskusi, permainan kartu bilangan.
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Kartu Bilangan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

Materi Matematika 

Yuk Simak Video berikut ini !

Mengurutkan bilangan adalah menyusun beberapa bilangan berdasarkan nilai bilangannya, dari yang terkecil ke terbesar atau dari terbesar ke terkecil.

1. Mengurutkan dari yang terkecil ke terbesar

Bilangan disusun mulai dari bilangan yang nilainya paling kecil.

Contoh:

24, 15, 32, 18

Urutan dari yang terkecil:
15, 18, 24, 32

2. Mengurutkan dari yang terbesar ke terkecil

Bilangan disusun mulai dari bilangan yang nilainya paling besar.

Contoh:

27, 45, 19, 36

Urutan dari yang terbesar:
45, 36, 27, 19

Cara Mengurutkan Bilangan

  1. Perhatikan semua bilangan.
  2. Bandingkan bilangan yang memiliki angka puluhan.
  3. Jika angka puluhannya sama, bandingkan angka satuannya.
  4. Susun bilangan sesuai perintah, dari kecil ke besar atau besar ke kecil.

Contoh:
Urutkan bilangan berikut dari terkecil ke terbesar:

43, 21, 35, 18

  • 18 adalah yang terkecil.
  • Kemudian 21.
  • Kemudian 35.
  • 43 adalah yang terbesar.

Jadi, urutannya adalah:

18 < 21 < 35 < 43

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Ani memiliki 25 kelereng.
Budi memiliki 18 kelereng.
Cici memiliki 32 kelereng.

Urutan jumlah kelereng dari yang paling sedikit ke paling banyak adalah:

18, 25, 32

Urutan dari yang paling banyak ke paling sedikit adalah:

32, 25, 18

Kesimpulan

  • Terkecil ke terbesar → bilangan semakin besar.
  • Terbesar ke terkecil → bilangan semakin kecil.
  • Untuk membandingkan bilangan dua angka, lihat puluhan terlebih dahulu, kemudian satuan jika puluhannya sama.

Latihan

A. Urutkan dari yang terkecil ke terbesar!

  1. 25, 12, 31, 18 → ....
  2. 42, 27, 35, 19 → ....
  3. 56, 45, 62, 38 → ....

B. Urutkan dari yang terbesar ke terkecil!

  1. 23, 41, 17, 35 → ....
  2. 52, 39, 64, 28 → ....
  3. 75, 48, 61, 33 → ....

Latihan Soal Mengurutkan Bilangan dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Rani memiliki 24 buah pensil, Siti memiliki 18 buah pensil, dan Dika memiliki 31 buah pensil.
    Urutkan jumlah pensil mereka dari yang paling sedikit ke paling banyak!
  2. Ayah membeli 45 buah jeruk, Ibu membeli 32 buah jeruk, dan Kakak membeli 27 buah jeruk.
    Urutkan jumlah jeruk dari yang paling banyak ke paling sedikit!
  3. Di perpustakaan terdapat 15 buku cerita, 23 buku pengetahuan, dan 19 buku gambar.
    Urutkan jumlah buku dari yang paling sedikit ke paling banyak!
Kunci Jawaban : 

A. Urutkan dari yang terkecil ke terbesar!

  1. 25, 12, 31, 18 → 12, 18, 25, 31
  2. 42, 27, 35, 19 → 19, 27, 35, 42
  3. 56, 45, 62, 38 → 38, 45, 56, 62

B. Urutkan dari yang terbesar ke terkecil!

  1. 23, 41, 17, 35 → 41, 35, 23, 17
  2. 52, 39, 64, 28 → 64, 52, 39, 28
  3. 75, 48, 61, 33 → 75, 61, 48, 33

🏠 Kunci Jawaban Latihan Kehidupan Sehari-hari

  1.  Jumlah pensil paling sedikit ke paling banyak:
    18, 24, 31
    Jadi, Siti → Rani → Dika.
  2. Jumlah jeruk paling banyak ke paling sedikit:
    45, 32, 27
    Jadi, Ayah → Ibu → Kakak.
  3. Jumlah buku paling sedikit ke paling banyak:
    15, 19, 23
    Jadi, buku cerita → buku gambar → buku pengetahuan.
Kesimpulan : 

Mengurutkan bilangan berarti menyusun bilangan berdasarkan nilainya. Bilangan dapat diurutkan dari yang terkecil ke terbesar atau dari yang terbesar ke terkecil. Untuk mengurutkan bilangan dua angka, kita membandingkan angka puluhan terlebih dahulu, kemudian angka satuan jika angka puluhannya sama.

Dengan memahami cara mengurutkan bilangan, murid dapat menentukan urutan jumlah benda atau banyaknya sesuatu dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.

Refleksi Pembelajaran
Pembelajaran Matematika hari ini berjalan dengan baik. Dari 20 peserta didik yang hadir, sebagian besar sudah mampu mengurutkan bilangan kombinasi sesuai dengan arahan yang diberikan. Namun, terdapat 5 peserta didik yang masih membutuhkan bimbingan dalam mengurutkan bilangan kombinasi, terutama dalam menentukan urutan bilangan dengan tepat. Guru memberikan contoh secara bertahap serta latihan tambahan untuk membantu peserta didik memahami cara membandingkan dan mengurutkan bilangan. Secara keseluruhan, peserta didik menunjukkan perkembangan yang baik, dengan beberapa peserta didik masih memerlukan pendampingan dan latihan lebih lanjut.

Selasa, 25 Agustus 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 Matematika

  IDENTITAS

Nama Guru          : Fitka Afrillita, S.Pd dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Matematika
Hari, Tanggal     : Rabu, 26 Agustus 2026
Fase/Kelas          : A/II
Materi                  : Membandingkan Bilangan
Pertemuan ke   : 7

Ø  Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
Ø  Tujuan PembelajaranMurid dapat membaca dan menulis bilangan sampai 100, menentukan nilai tempat, serta membandingkan bilangan menggunakan tanda > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).
  • Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan memahami nilai suatu bilangan dengan memperhatikan jumlah puluhan dan satuan. Murid menyadari bahwa setiap bilangan memiliki nilai yang dapat dibandingkan untuk menentukan bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.
  • Meaningful (Bermakna) : Murid dapat menjelaskan dan mengaitkan kegiatan membandingkan bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah pensil, buku, mainan, atau jumlah benda yang dimiliki. Dengan demikian, murid memahami bahwa membandingkan bilangan membantu mengetahui jumlah benda yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama.
  • Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang membandingkan bilangan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan kartu bilangan, membandingkan jumlah benda, permainan memilih tanda >, <, atau =, kuis, serta tantangan membandingkan bilangan secara berkelompok.
Ø  Alur tujuan Pembelajaran: 
   Murid dapat membandingkan dua bilangan sampai 100 menggunakan tanda > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, tanya jawab, diskusi.
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Kartu Bilangan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

1. Apa Itu Membandingkan Bilangan?

Membandingkan bilangan adalah melihat dua bilangan untuk mengetahui bilangan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.

Dalam membandingkan bilangan, kita menggunakan tiga tanda:

  • > artinya lebih besar dari
  • < artinya lebih kecil dari
  • = artinya sama dengan

2. Cara Membandingkan Bilangan

Untuk membandingkan bilangan sampai 100, kita dapat melihat nilai tempat puluhan terlebih dahulu.

Contoh:

45 dan 32

  • 45 memiliki 4 puluhan
  • 32 memiliki 3 puluhan

Karena 4 puluhan lebih banyak daripada 3 puluhan, maka:

45 > 32

Dibaca: 45 lebih besar dari 32.


3. Jika Puluhannya Sama

Jika nilai puluhan sama, kita membandingkan angka satuannya.

Contoh:

47 dan 43

  • Sama-sama memiliki 4 puluhan
  • Satuannya adalah 7 dan 3
  • 7 lebih besar daripada 3

Jadi:

47 > 43

Dibaca: 47 lebih besar dari 43.


4. Membandingkan dengan Tanda <

Contoh:

25 dan 38

  • 25 memiliki 2 puluhan
  • 38 memiliki 3 puluhan
  • 2 puluhan lebih sedikit daripada 3 puluhan

Jadi:

25 < 38

Dibaca: 25 lebih kecil dari 38.


5. Membandingkan Bilangan yang Sama

Jika kedua bilangan memiliki nilai yang sama, gunakan tanda =.

Contoh:

56 = 56

Dibaca: 56 sama dengan 56.

6. Cara Mudah Mengingat Tanda

Kita dapat membayangkan tanda > dan < seperti mulut buaya yang selalu terbuka ke arah bilangan yang lebih besar.

Contoh:

72 > 51

Mulut terbuka ke arah 72 karena 72 lebih besar.

34 < 61

Mulut terbuka ke arah 61 karena 61 lebih besar.

7. Langkah-Langkah Membandingkan Bilangan

  1. Lihat kedua bilangan.
  2. Bandingkan angka puluhannya.
  3. Jika puluhannya sama, bandingkan angka satuannya.
  4. Tentukan bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.
  5. Gunakan tanda >, <, atau =.

8. Latihan

Isilah dengan tanda >, <, atau =!

  1. 25 ___ 32
  2. 48 ___ 41
  3. 67 ___ 76
  4. 55 ___ 55
  5. 89 ___ 79
  6. 34 ___ 43
  7. 62 ___ 62
  8. 91 ___ 87

Kesimpulan :

Pembelajaran Matematika berlangsung dengan baik dan peserta didik cukup antusias mengikuti kegiatan. Dari 21 peserta didik yang hadir, sebagian besar sudah mampu memahami materi yang diberikan. Namun, terdapat 4 peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam mengurutkan bilangan, sehingga membutuhkan bimbingan dan latihan tambahan. Guru memberikan contoh secara bertahap dan mengajak peserta didik berlatih mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar maupun sebaliknya. Secara keseluruhan, peserta didik menunjukkan perkembangan yang baik dalam memahami materi.


Rabu, 26 Agustus 2026 Seni Rupa

  IDENTITAS

Nama Guru          : Fitka Afrillita, S.Pd dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Seni Rupa
Hari, Tanggal     : Rabu, 26 Agustus 2026
Fase/Kelas          : A/II
Materi                  : Unsur Seni Rupa Tekstur
Pertemuan ke   : 4

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid dapat menyebutkan unsur rupa berupa tekstur yang terdapat pada benda-benda di sekitar.

  • Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali tekstur pada benda-benda di sekitar melalui penglihatan dan perabaan. Murid menyadari bahwa setiap benda memiliki tekstur yang berbeda, seperti halus, kasar, lembut, keras, dan licin.
  • Meaningful (Bermakna) : Murid dapat menjelaskan dan mengaitkan tekstur dengan benda-benda yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti meja yang halus, batu yang kasar, kapas yang lembut, dan kaca yang licin. Dengan demikian, murid memahami bahwa tekstur merupakan salah satu unsur rupa yang dapat ditemukan pada berbagai benda di lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat mengekspresikan pemahamannya tentang tekstur secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan “Tebak Tekstur”, mengelompokkan benda berdasarkan teksturnya, bermain mencari benda dengan tekstur tertentu, serta menyebutkan nama benda sesuai dengan teksturnya.
Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 
     Murid mengamati berbagai benda yang ada di lingkungan sekitar dan memperhatikan permukaan benda tersebut.
      Murid dapat membedakan tekstur benda, seperti halus, kasar, lembut, keras, licin, dan bergelombang.
      Murid dapat menyebutkan contoh benda di sekitar berdasarkan teksturnya dengan tepat.

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Demonstrasi, tanya jawab, diskusi, dan latihan terbimbing.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, benda konkret (kapas, kain, pena, buku)


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

1. Pengertian Tekstur

Tekstur adalah sifat atau keadaan permukaan suatu benda yang dapat dirasakan melalui sentuhan atau dilihat.

Tekstur membuat benda terasa atau tampak berbeda, misalnya halus, kasar, lembut, licin, keras, atau bergelombang.

2. Jenis-Jenis Tekstur

a. Tekstur Halus
Permukaan benda terasa lembut dan tidak kasar.
Contoh: kertas, kaca, kain satin.

b. Tekstur Kasar
Permukaan benda terasa tidak rata dan kasar.
Contoh: batu, kulit pohon, amplas.

c. Tekstur Lembut
Permukaan benda terasa empuk atau nyaman ketika disentuh.
Contoh: kapas, bulu, spons.

d. Tekstur Licin
Permukaan benda terasa sangat rata dan mudah disentuh atau digeser.
Contoh: kaca, keramik, plastik.

e. Tekstur Bergelombang
Permukaan benda memiliki bagian yang naik dan turun.
Contoh: karton bergelombang, kulit jeruk, daun tertentu.

3. Tekstur di Sekitar Kita

Kita dapat menemukan tekstur pada berbagai benda:

BendaTekstur
BatuKasar
KapasLembut
KacaLicin dan halus
Kulit pohonKasar
KainLembut/halus
Kulit jerukKasar/bergelombang
DaunHalus atau sedikit kasar
SponsLembut dan berpori

4. Tekstur dalam Karya Seni Rupa

Tekstur dapat digunakan untuk membuat karya seni menjadi lebih menarik dan memiliki kesan tertentu.

Contohnya:

  • Menggambar batang pohon dengan garis-garis agar terlihat kasar.
  • Menggunakan kapas untuk membuat awan yang tampak lembut.
  • Menempelkan pasir atau daun kering pada gambar untuk menghasilkan tekstur yang dapat diraba.

5. Kesimpulan

Tekstur adalah sifat permukaan benda yang dapat dirasakan atau dilihat.
Tekstur dapat berupa halus, kasar, lembut, licin, dan bergelombang.

Soal/Post Pest:


Kesimpulan : 

Pembelajaran Seni Rupa berlangsung dengan menyenangkan dan peserta didik menunjukkan antusiasme yang baik. Dari 21 peserta didik yang hadir, seluruhnya sudah mampu memahami dan menyebutkan berbagai jenis tekstur yang telah dipelajari. Peserta didik dapat mengenali perbedaan tekstur melalui contoh yang diberikan serta aktif menjawab pertanyaan selama pembelajaran. Secara keseluruhan, seluruh peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dengan baik dan mampu mengikuti kegiatan dengan antusias.

Rabu, 26 Agustus 2026 Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru          : Fitka Afrillita, S.Pd dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal     : Rabu, 26 Agustus 2026
Fase/Kelas          : A/II
Materi                  Kata tanya dan kalimat tanya
Pertemuan ke   : 4

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

Ø Tujuan Pembelajaran: Murid dapat menyebutkan dan menggunakan kata tanya sederhana dalam percakapan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar menyimak dan memperhatikan percakapan yang dibacakan. Murid menyadari bahwa kata tanya seperti apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana digunakan untuk memperoleh informasi.
  • Meaningful (Bermakna) : Murid dapat menjelaskan dan mengaitkan penggunaan kata tanya dengan kehidupan sehari-hari, seperti bertanya tentang kegiatan keluarga, teman, sekolah, dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, murid memahami bahwa kata tanya membantu memperoleh informasi dengan tepat dan jelas.
  • Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat mengekspresikan pemahamannya tentang kata tanya secara kreatif dan menyenangkan melalui permainan tebak kata tanya, kuis, bermain peran percakapan sederhana, serta kegiatan mencocokkan kata tanya dengan jawaban yang sesuai.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1.       Mengidentifikasi kata tanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
  2.       Menjelaskan fungsi kata tanya dengan tepat.
  3.       Memahami informasi dari percakapan sederhana.
  4.       Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang didengar.
  5.       Membuat kalimat tanya sederhana dengan penggunaan kata tanya dan tanda tanya (?) yang tepat.

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, latihan, dan penugasan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, Gambar/Kartu kata tanya: Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Kata Tanya dan Kalimat Tanya


Kata tanya adalah kata yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Beberapa kata tanya yang sering digunakan, yaitu:

·         Apa → menanyakan benda, hal, atau kegiatan.

·         Siapa → menanyakan orang.

·         Di mana → menanyakan tempat.

·         Kapan → menanyakan waktu.

·         Mengapa → menanyakan alasan.

·         Bagaimana → menanyakan cara atau keadaan.

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk memperole h informasi dan biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).

 

Contoh:

1.       Siapa nama temanmu?

2.       Apa makanan kesukaanmu?

3.       Di mana kamu tinggal?

4.       Kapan kamu pergi ke sekolah?

5.       Mengapa kita harus menjaga kebersihan?

6.       Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?

 

Ø  Soal/Post test:

Simak percakapan berikut!

Alya: “Rani, kamu pergi ke mana pagi ini?”
Rani: “Aku pergi ke sekolah.”
Alya: “Siapa yang mengantarmu?”
Rani: “Ayah yang mengantarku.”

Jawablah pertanyaan berikut!

1.       Ke mana Rani pergi pagi ini?

2.       Siapa yang mengantar Rani ke sekolah?

3.       Kata tanya “ke mana” digunakan untuk menanyakan ....

4.       Kata tanya “siapa” digunakan untuk menanyakan ....

5.       Buatlah satu kalimat tanya menggunakan kata “kapan”!

 LKPD:

Kesimpulan :
Pembelajaran Bahasa Indonesia hari ini berlangsung dengan baik. Dari 21 peserta didik yang hadir, sebagian besar sudah mampu memahami materi yang disampaikan dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan cukup baik. Namun, terdapat 4 peserta didik yang masih membutuhkan bimbingan dalam memahami materi kata tanya, terutama dalam menentukan penggunaan kata tanya yang sesuai dengan suatu pertanyaan. Guru memberikan pendampingan dan contoh-contoh sederhana agar peserta didik lebih mudah memahami materi. Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan lancar dan sebagian besar peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran.