About

Kamis, 03 September 2026

Jum'at, 4 September 2026 Pembiasaan Adab

Jumat, 4 September 2026 - 2.D - Pembiasaan Adab 


IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S.Pd.

MataPembelajaran: Pembiasaan Adab

Hari/Tanggal: Jum'at, 04 September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Menghormati orang tua di rumah. 

Pertemuan ke: 2

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membiasakan sikap menghormati, menyayangi, dan menaati orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu m
enghormati orang tua di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak cerita atau percakapan tentang sikap kepada orang tua dengan saksama serta menyadari pentingnya bersikap sopan dan menghormati orang tua.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi menghormati orang tua dengan pengalaman dan kegiatan sehari-hari di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan, gambar, percakapan sederhana, tanya jawab, dan kegiatan memilih sikap yang baik kepada orang tua.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak cerita atau percakapan tentang menghormati orang tua.
  2. Mengenal pentingnya menghormati orang tua.
  3. Menyebutkan contoh adab kepada orang tua di rumah.
  4. Membedakan sikap yang baik dan tidak baik kepada orang tua.
  5. Mempraktikkan cara berbicara dan bersikap sopan kepada orang tua.
  6. Membiasakan membantu, menaati, dan menyayangi orang tua.

 

📌 MATERI: Menghormati orang tua di rumah. 

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, bercerita, bermain peran, mengamati gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar kegiatan menghormati orang tua, kartu gambar sikap baik dan tidak baik, teks cerita, video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, coba ingat kembali. Siapa yang selalu merawat dan menyayangi kalian di rumah?

“Ayah dan Ibu.” ❤️

Ayah dan Ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita. Karena itu, kita harus menyayangi dan menghormati mereka. Hari ini kita akan belajar tentang “Menghormati Orang Tua di Rumah.”

Coba pikirkan:

⭐ Apakah kamu selalu berbicara dengan sopan kepada Ayah dan Ibu?

⭐ Apakah kamu membantu Ayah dan Ibu di rumah?

⭐ Apakah kamu mendengarkan nasihat orang tua?

⭐ Apakah kamu mengucapkan terima kasih setelah dibantu?

Mari kita belajar menjadi anak yang sopan, penyayang, suka membantu, dan menghormati orang tua. ❤️

 

Orang tua adalah orang yang sangat berjasa dalam merawat, menyayangi, mendidik, dan memenuhi kebutuhan kita. Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi orang tua. Menghormati orang tua merupakan salah satu akhlak yang baik.

A. Mengapa Kita Harus Menghormati Orang Tua?

Kita harus menghormati orang tua karena:

  • Orang tua merawat dan menyayangi kita.
  • Orang tua bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
  • Orang tua mendidik dan membimbing kita.
  • Orang tua selalu mendoakan kebaikan untuk kita.
  • Menghormati orang tua merupakan perbuatan yang baik dan disukai Allah Swt.

B. Contoh Adab Menghormati Orang Tua di Rumah

Beberapa contoh sikap menghormati orang tua adalah:

  1. Mengucapkan salam ketika bertemu orang tua.
  2. Berbicara dengan bahasa yang sopan dan lembut.
  3. Mendengarkan ketika orang tua berbicara.
  4. Menaati nasihat dan perintah orang tua yang baik.
  5. Membantu pekerjaan orang tua.
  6. Meminta izin ketika hendak melakukan sesuatu.
  7. Tidak membentak atau berkata kasar kepada orang tua.
  8. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu orang tua.
  9. Meminta maaf jika melakukan kesalahan.
  10. Mendoakan orang tua.

C. Contoh Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1: Membantu Ibu

Ibu sedang membersihkan rumah.

Sikap yang baik: “Ibu, aku boleh membantu?”

Anak membantu ibu merapikan rumah.

Contoh 2: Menaati Ayah

Ayah berkata: “Nak, tolong rapikan mainanmu.”

Sikap yang baik: “Baik, Ayah.”

Kemudian anak segera merapikan mainannya.

Contoh 3: Berbicara dengan Sopan

Ketika meminta sesuatu kepada orang tua, kita menggunakan kata:

  • Tolong.
  • Terima kasih.
  • Maaf.
  • Permisi.

Contoh: “Ibu, tolong ambilkan buku saya. Terima kasih, Ibu.”

D. Sikap yang Tidak Baik kepada Orang Tua

Kita harus menghindari sikap seperti:

  • Membentak orang tua.
  • Berkata kasar.
  • Tidak mau mendengarkan nasihat.
  • Melawan ketika diberi nasihat yang baik.
  • Berbohong kepada orang tua.
  • Membuat orang tua sedih.
  • Tidak mau membantu orang tua.

E. Adab Berbicara kepada Orang Tua

Ketika berbicara kepada orang tua, kita harus:

  1. Menggunakan suara yang lembut.
  2. Menggunakan kata-kata yang sopan.
  3. Mendengarkan dengan baik.
  4. Tidak memotong pembicaraan.
  5. Tidak membentak.
  6. Menatap dengan sikap hormat.
  7. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu.

F. Percakapan Sederhana

Ibu: “Nak, tolong rapikan mainanmu.”

Alya: “Baik, Ibu. Aku akan merapikannya.”

Ibu: “Terima kasih, Alya.”

Alya: “Sama-sama, Ibu.”

Dari percakapan tersebut, Alya menunjukkan sikap menghormati orang tua dengan berbicara sopan dan menaati permintaan ibu.

Ø Soal Asesmen / Post Test

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

  1. Siapakah orang yang harus kita hormati di rumah?
  2. Mengapa kita harus menghormati orang tua?
  3. Sebutkan dua contoh sikap menghormati orang tua!
  4. Bagaimana cara berbicara kepada orang tua?
  5. Apa yang harus kita ucapkan ketika meminta bantuan kepada orang tua?
  6. Apa yang harus kita lakukan ketika orang tua memberikan nasihat yang baik?
  7. Apakah membentak orang tua merupakan sikap yang baik?
  8. Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika ibu sedang membersihkan rumah?
  9. Apa yang kita ucapkan setelah mendapatkan bantuan dari orang tua?
  10. Sebutkan satu contoh kegiatan membantu orang tua di rumah!

Ø Kunci Jawaban/uraian:

1. Ayah dan Ibu/orang tua.

2. Karena orang tua merawat, menyayangi, mendidik, dan memenuhi kebutuhan kita.

3. Berbicara dengan sopan dan membantu pekerjaan orang tua.

4. Dengan suara lembut, sopan, dan tidak membentak.

5. “Tolong.”

6. Mendengarkan dan menaati nasihat yang baik.

7. Tidak, membentak orang tua adalah sikap yang tidak baik.

8. Membantu Ibu membersihkan atau merapikan rumah.

9. “Terima kasih.”

10. Merapikan mainan, menyapu, atau membantu pekerjaan rumah lainnya.


Refleksi Pembelajaran

Jum'at, 4 September 2026 PAK

 IDENTITAS

Nama Guru: Fitka Afrillita, S.Pd. dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S.Pd.

MataPembelajaran: PAK

Hari/Tanggal: Jumat, 04 September 2026

Fase/Kelas: A/II.D

Materi: Sikap Disiplin

Pertemuan ke: 5

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu menjelaskan arti disiplin serta menunjukkan contoh perilaku disiplin di rumah dan di sekolah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan menyadari pentingnya menaati aturan serta menggunakan waktu dengan baik.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan sikap disiplin dengan kegiatan sehari-hari, seperti datang tepat waktu, belajar sesuai jadwal, merapikan barang, dan menaati aturan.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal sikap disiplin melalui gambar, permainan, tanya jawab, dan kegiatan memilih perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan sikap disiplin.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap disiplin.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di rumah.
  3. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di sekolah.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap disiplin.
  5. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.
  6. Membiasakan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Sikap Disiplin dalam Kehidupan Sehari-hari

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan, pengamatan gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku disiplin, kartu aktivitas, video pembelajaran, dan papan tulis.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, Allah Swt. menyukai anak yang tertib dan bertanggung jawab. Salah satu cara menjadi anak yang baik adalah dengan membiasakan diri disiplin.

Coba perhatikan kegiatan kalian setiap hari. Apakah kalian bangun tepat waktu? Apakah kalian datang ke sekolah tepat waktu? Apakah kalian merapikan mainan setelah bermain?

Nah, hari ini kita akan kembali belajar tentang sikap disiplin dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mari belajar dengan tertib, semangat, dan penuh tanggung jawab. 

 


A. Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

Anak yang disiplin akan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tidak suka melanggar aturan.

Contoh:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.
  • Mengerjakan tugas tepat waktu.
  • Mengikuti aturan sekolah.
  • Merapikan barang setelah digunakan.

B. Sikap Disiplin di Sekolah

Contoh sikap disiplin di sekolah:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Memakai seragam sesuai aturan.
  3. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  4. Mendengarkan guru saat menjelaskan.
  5. Mengerjakan tugas tepat waktu.
  6. Membuang sampah pada tempatnya.
  7. Merapikan alat belajar setelah digunakan.
  8. Mematuhi aturan sekolah.

C. Sikap Disiplin di Rumah

Contoh sikap disiplin di rumah:

  1. Bangun tidur tepat waktu.
  2. Merapikan tempat tidur.
  3. Makan sesuai waktu.
  4. Belajar sesuai jadwal.
  5. Merapikan mainan setelah bermain.
  6. Membantu orang tua.
  7. Tidur tepat waktu.

D. Mengapa Kita Harus Disiplin?

Kita harus disiplin karena disiplin dapat:

🌱 Membuat hidup lebih tertib.
🌱 Melatih kita menjadi bertanggung jawab.
🌱 Membantu menggunakan waktu dengan baik.
🌱 Membuat kita dipercaya oleh orang lain.
🌱 Membiasakan kita melakukan kebaikan.

Sebagai anak yang sholeh dan sholehah, kita harus berusaha menjadi anak yang disiplin karena Allah Swt. menyukai kebaikan dan ketertiban.

E. Contoh Perilaku Disiplin dan Tidak Disiplin

Perilaku DisiplinPerilaku Tidak Disiplin
Datang tepat waktuDatang terlambat
Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda tugas
Merapikan mainanMembiarkan mainan berserakan
Menaati aturanMelanggar aturan
Membuang sampah pada tempatnyaMembuang sampah sembarangan
Mendengarkan guruBermain saat guru menjelaskan

🌟 Ingat!

Disiplin = menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.

Ø Soal Asesmen / Post Test

  1. Sikap menaati aturan disebut sikap __________.
  2. Kita harus datang ke sekolah tepat __________.
  3. Setelah bermain, kita harus __________ mainan.
  4. Mengerjakan tugas tepat waktu merupakan contoh sikap __________.
  5. Salah satu contoh disiplin di sekolah adalah __________.
  6. Salah satu contoh disiplin di rumah adalah __________.
  7. Jika guru sedang menjelaskan, sebaiknya kita __________.
  8. Membuang sampah sebaiknya di __________.
  9. Mengapa kita harus datang ke sekolah tepat waktu?
  10. Sebutkan dua contoh sikap disiplin yang dapat kamu lakukan setiap hari?


Ø Kunci Jawaban/uraian:

  1. Disiplin
  2. Waktu
  3. Merapikan
  4. Disiplin
  5. Datang ke sekolah tepat waktu / mengerjakan tugas tepat waktu
  6. Merapikan tempat tidur / belajar sesuai jadwal
  7. Mendengarkan guru dengan baik
  8. Tempat sampah
  9. Agar tidak terlambat, pembelajaran dapat diikuti dengan baik, dan melatih sikap disiplin.
  10. Contoh jawaban: datang tepat waktu, mengerjakan tugas tepat waktu, merapikan barang, menaati aturan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Ø Kesimpulan dan refleksi:

Rabu, 02 September 2026

Kamis, 3 September 2026 - Bahasa Indonesia

  IDENTITAS

Nama Guru          : Fitka Afrillita, S.Pd dan Riza Nafisah Salsabila Wijaya, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal     : Rabu, 2 September 2026
Fase/Kelas          : A/II
Materi                  :  Membuat Kalimat S-P-O
Pertemuan ke   : 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم



Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mmahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. (kalimat kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek))

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar )kalimat dengan kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) dengan tepat).

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak percakapan dengan saksama dan menemukan informasi penting serta mengenali bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kalimat S-P-O dengan kegiatan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun kalimat S-P-O melalui permainan menyusun kartu kata, melengkapi kalimat, membaca percakapan, dan membuat kalimat sederhana.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: Mengenal pengertian Subjek, Predikat, dan Objek.

📌 MATERI BAHASA INDONESIA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.D! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Lima sila Pancasila memiliki simbol pada perisai Garuda Pancasila. Nilai-nilai Pancasila dapat kita hubungkan dengan mengenal Allah melalui Asmaul Husna Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh alam. Hal ini dapat kita hubungkan dengan sila ke-1, Bintang – Ketuhanan Yang Maha Esa. Kita menunjukkan rasa syukur dengan beribadah, menjaga ciptaan Allah, dan menghargai sesama.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, yang memiliki dan mengatur seluruh alam. Hal ini dapat kita hubungkan dengan nilai persatuan dan hidup tertib dalam Pancasila. Kita dapat menerapkannya dengan menaati aturan, hidup rukun, menghargai teman, dan menjaga lingkungan.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Hal ini dapat kita hubungkan dengan sila ke-5, Padi dan Kapas – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kita dapat menerapkannya dengan bersyukur, berbagi, saling menolong, dan bersikap adil kepada semua teman.

Perhatikan Video berikut!

 

 

A. Apa Itu Kalimat?

Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki makna.

Contoh:

Ibu memasak nasi.

Kalimat tersebut memiliki tiga bagian:

  • S (Subjek): Ibu → orang yang melakukan kegiatan.
  • P (Predikat): memasak → kegiatan yang dilakukan.
  • O (Objek): nasi → sesuatu yang dikenai kegiatan.

Jadi:

Ibu | memasak | nasi.
  S   |        P         |  O

 

B. Mengenal S-P-O

1. Subjek (S)
Subjek adalah orang atau benda yang melakukan kegiatan.

Contoh:

  • Ayah
  • Ibu
  • Rani
  • Kakak

2. Predikat (P)
Predikat adalah kata yang menunjukkan kegiatan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • membawa
  • membeli
  • mencuci

3. Objek (O)
Objek adalah sesuatu yang dikenai kegiatan.

Contoh:

  • buku
  • pensil
  • makanan
  • baju
  • bola

 

C. Contoh Kalimat S-P-O

  1. Rani membaca buku.
    S = Rani
    P = membaca
    O = buku
  2. Ayah mencuci mobil.
    S = Ayah
    P = mencuci
    O = mobil
  3. Ibu membeli sayur.
    S = Ibu
    P = membeli
    O = sayur
  4. Kakak membawa tas.
    S = Kakak
    P = membawa
    O = tas.

 

💬 D. Percakapan Sederhana

Alya: “Rani, apa yang kamu lakukan?”
Rani: “Aku membaca buku.”
Alya: “Buku apa yang kamu baca?”
Rani: “Aku membaca buku cerita.”

 

Contoh kalimat S-P-O dalam percakapan:

Aku | membaca | buku cerita.
       |                        O


Refleksi Pembelajaran

Pembelajaran Bahasa Indonesia hari ini membahas materi kalimat S-P-O dan berlangsung dengan baik. Dari 22 peserta didik yang hadir, sebagian besar sudah memahami materi dan mampu mengenali serta menyusun kalimat berdasarkan unsur Subjek, Predikat, dan Objek. Namun, terdapat 1 peserta didik yang masih membutuhkan bimbingan dalam memahami dan menyusun kalimat S-P-O. Secara keseluruhan, peserta didik mengikuti pembelajaran dengan baik dan menunjukkan pemahaman yang cukup baik terhadap materi.

Kesimpulan

Pembelajaran kalimat S-P-O telah terlaksana dengan baik. Dari 22 peserta didik, 21 peserta didik sudah memahami materi, sedangkan 1 peserta didik masih memerlukan bimbingan dan latihan tambahan. Secara keseluruhan, tujuan pembelajaran telah tercapai dengan baik.