About

Kamis, 08 Januari 2026

Pendidikan Pancasila dan Seni Rupa

 Welcome to Grade 2B

Nama Guru                 : Fitka Afrillita, S.Pd & Resky Kusumawardati, S.Kom., S.Pd.

Satuan Pendidikan     : SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung

Kelas / Semester         : 2B / 1

Hari, Tanggal              : Jum'at, 9 Januari 2026


Hello, Kids! 

📌 Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

 

    📌 Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Murid mengidentifikasi dan menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah. 
  2. Murid menggunakan pengalaman visualnya sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mengeksplorasi alat  dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar.

📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid dapat mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan rumah.

  2. Murid dapat mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar (daun kering, kertas bekas, ranting, pasir, kain perca, dll) dengan aman.


📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Murid dapat mengenali berbagai nilai antikorupsi sikap kerja keras di lingkungan rumah dan sekolah
  2. Murid dapat mengenal apa itu identitas diri..
  3. Murid dapat mengidentifikasi unsur-unsur identitas diri
  4. Murid dapat menyebutkan identitas dirinya di lingkungan rumah.
  5. Murid dapat menunjukkan sikap bangga terhadap identitas dirinya.



📌 Materi Pendidikan Pancasila:

IDENTITAS DIRI

  
“Apa saja yang membuat setiap anak berbeda?”



·      A. Pengertian Identitas Diri

Identitas diri adalah keterangan tentang diri kita yang membuat kita dapat dikenali dan dibedakan dari orang lain. Setiap anak memiliki identitas yang unik dan beragam.


B. Unsur-Unsur Identitas Diri Sederhana

Unsur identitas diri yang mudah dipahami siswa SD antara lain:

  1. Nama lengkap. Contoh: Nama saya Andi Pratama
  2. Nama panggilan. Contoh: Saya dipanggil Andi
  3. Jenis kelamin. Laki-laki / Perempuan
  4. Usia. Contoh: Umur saya 7 tahun
  5. Tempat dan tanggal lahir (opsional, sesuai kemampuan siswa). Contoh: Saya lahir di Bandung
  6. Alamat atau tempat tinggal. Contoh: Saya tinggal di Desa Sukamaju
  7. Hobi atau kesukaan. Contoh: Hobi saya menggambar dan bermain bola
  8. Cita-cita. Contoh: Saya ingin menjadi guru
  9. Bahasa sehari-hari. Contoh: Saya berbicara menggunakan bahasa Indonesia dan Jawa


C. Contoh Identitas Diri Sederhana (Untuk Siswa)

Nama : Siti Aisyah
Panggilan : Siti
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 7 tahun
Hobi : Membaca
Cita-cita : Dokter


D. Tujuan Mempelajari Identitas Diri

Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat:

  1. Mengenal dan menyebutkan identitas diri sendiri
  2. Menghargai perbedaan identitas teman
  3. Percaya diri memperkenalkan diri
  4. Menumbuhkan sikap saling menghormati

LKPD








📌 Materi Seni Rupa:

 

 
  

1.      “Bahan mana yang kasar, halus, atau bertekstur?”

Pengenalan alat dan bahan seni rupa dari lingkungan

  1. Pengertian Eksplorasi Bahan Seni
    Eksplorasi bahan seni adalah kegiatan mencoba, meraba, melihat, dan menggunakan berbagai bahan untuk membuat karya seni.
  2. Macam-macam Bahan dari Lingkungan Sekitar

-      Daun kering                                  - Kain Perca

                             

- Pasir                                                  - Ranting kecil        

                     

-      Kertas bekas                                  - Kardus bekas

               

  1. Alat yang Digunakan

-      Lem           -Gunting (ujung tumpul)         -Alas kertas/kardus


2.      Perbedaan karakter kertas bekas dan kain perca.

Kertas bekas menghasilkan pola lipatan yang jauh lebih jelas dan permanen dibandingkan kain perca. 

Berikut adalah alasan mengapa kertas bekas lebih unggul dalam hal ini:

  • Struktur Serat: Kertas terbuat dari serat tanaman (kayu) yang diproses hingga menyisakan serat yang kaku. Ketika dilipat, serat-serat ini akan patah atau tertekuk secara permanen pada garis lipatan, sehingga meninggalkan bekas yang tajam dan sulit dihilangkan.
  • Kemampuan Menahan Tekanan: Lipatan pada kertas dihasilkan dengan memberikan tekanan sepanjang garis tertentu, yang membuat kertas mempertahankan bentuk tersebut secara otomatis tanpa bantuan alat lain.
  • Karakteristik Kain: Sebaliknya, kain perca (terutama yang mengandung serat sintetis atau elastis seperti spandex) cenderung kembali ke bentuk aslinya karena sifatnya yang lentur dan tidak mudah patah seratnya. Untuk membuat lipatan yang jelas pada kain, biasanya diperlukan bantuan panas (setrika) atau teknik jahitan khusus seperti patchwork dan quilting.

LKPD Teknik Rubbing



Siapkan alat dan bahan berikut ini !

Alat dan Bahan

  • Daun dengan tekstur jelas (misalnya daun jati, mangga, pepaya, atau kering)
  • Kertas gambar / kertas HVS
  • Pensil, krayon, atau pastel minyak
  • Alas datar (meja/buku)
  • Selotip (opsional)

Langkah-Langkah

  1. Menyiapkan Daun
    Pilih daun yang permukaannya berurat jelas dan tidak terlalu basah agar hasil gosokan terlihat kuat.
  2. Meletakkan Daun
    Letakkan daun di atas alas datar dengan posisi tulang daun menghadap ke atas.
  3. Menutup dengan Kertas
    Letakkan kertas di atas daun secara hati-hati. Jika perlu, rekatkan sedikit dengan selotip agar tidak bergeser.
  4. Menggosok Permukaan Kertas
    Gosokkan pensil/krayon/pastel secara perlahan dan merata di atas kertas. Gunakan sisi pensil atau krayon agar tekstur daun muncul jelas.
  5. Mengatur Tekanan Gosokan
    Atur tekanan tangan—tidak terlalu keras—agar detail urat daun tercetak dengan baik.
  6. Mengulang dan Berkreasi
    Ulangi langkah dengan daun lain atau susun beberapa daun untuk membuat pola atau komposisi menarik.
  7. Finishing
    Tambahkan warna, latar belakang, atau judul sesuai kreativitas. Rapikan bagian yang perlu.

Tips

  • Coba berbagai jenis daun untuk hasil tekstur yang berbeda.
  • Gunakan beberapa warna agar karya terlihat lebih hidup.
  • Pastikan kertas tidak bergeser saat menggosok.

📌 Refleksi Pembelajaran:

Rabu, 07 Januari 2026

Matematika dan Bahasa Indonesia

 Welcome to Grade 2B

Nama Guru                 : Fitka Afrillita, S.Pd & Resky Kusumawardati, S.Kom., S.Pd.

Satuan Pendidikan     : SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung

Kelas / Semester         : 2B / 1

Hari, Tanggal              : Kamis, 8 Januari 2026


Hello, Kids! 

Good morning sholeh-sholehah kelas 2B SD AL-AZHAR 2

Bagaimana kabarnya hari ini? Alhamdulillah, luar biasa, tetap semangat, ALLAHUAKBAR. MasyaAllah alhamdulillah ya nak semuanya hari ini pasti semangat sholeh-sholehah bu guru. Selanjutnya anak-anak akan melaksanakan sholat dhuha berjamaah dan murojaah surat pendek.

Membaca doa belajar sebelum pembelajaran dimulai :                      

Ayo sebelum kita memulai pembelajaran pada hari ini, bu guru mau cek kehadiran terlebih dahulu ya, siapa yang hari ini tidak hadir?

Baik kita lanjutkan pembelajaran hari ini ya, ayo dipelajari materinya..

📌 Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

 

    📌 Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Murid mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan. 
  2. Murid menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100. Murid dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20. Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
  2. Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).


📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Murid dapat mengenal konsep “bagian dari keseluruhan” menggunakan benda konkret.
  2. Murid dapat membagi satu benda menjadi 2 bagian sama besar dan mengenal konsep ½ (setengah).
  3. Murid dapat membagi satu benda menjadi 4 bagian sama besar dan mengenal konsep ¼ (seperempat).
  4. Murid 1.   Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
  5. Murid dapat mengidentifikasi maksud, tujuan, atau pesan dari tuturan yang didengar.
  6. Murid dapat menyampaikan kembali isi percakapan atau cerita pendek yang didengar dengan kata-kata sendiri.
  7. Murid dapat membedakan perasaan atau sikap tokoh dalam cerita yang didengarkan.


📌 Materi Bahasa Indonesia:


FABEL

Fabel adalah cerita yang tokohnya hewan dan berperilaku seperti manusia (bisa berbicara, berpikir, dan bertindak).
Cerita fabel biasanya mengandung pesan kebaikan atau nasihat.


🐾 Ciri-ciri Fabel

  1. Tokohnya adalah hewan

  2. Hewan dapat berbicara seperti manusia

  3. Ceritanya pendek dan menarik

  4. Mengandung pesan moral

  5. Bersifat khayalan


🦊 Tokoh dalam Fabel

Contoh tokoh hewan dalam fabel:

  • Kancil

  • Singa

  • Kelinci

  • Gajah

  • Burung

  • Ayam

Setiap tokoh memiliki sifat berbeda, misalnya:

  • Kancil → cerdik

  • Singa → kuat

  • Kelinci → pintar dan cepat


💡 Pesan Moral dalam Fabel

Pesan moral adalah pelajaran baik yang bisa kita ambil dari cerita.
Contoh pesan moral:

  • Kita harus jujur

  • Jangan sombong








📌 Materi Matematika:

  KONSEP PECAHAN SETENGAH (1/2)


“Menurut kalian, jika kue ini dibagi untuk dua anak, bagaimana caranya supaya adil?”


·         Pecahan adalah bagian dari keseluruhan benda. Keseluruhan → benda yang masih utuh.

·         Bagian → sebagian dari benda utuh yang dibagi sama besar.

Contoh:

·         Sebuah kue utuh → keseluruhan

·         Kue dibagi 2 → setiap potongan = ½

·         Kue dibagi 3 → setiap potongan = 

·         Kue dibagi 4 → setiap potongan = ¼


D. Simbol Pecahan

Pecahan

Nama Bagian

Contoh

½

Setengah

Kue dibagi 2

Sepertiga

Pizza dibagi 3

¼

Seperempat

Roti dibagi 4


E. Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari

·         Membagi kue saat ulang tahun.

·         Membagi apel atau roti dengan teman.

·         Membagi kertas untuk prakarya.

         

          LKPD

         Ayo Mencoba!

         Petunjuk Kegiatan:

  1.        Ambillah kertas / plastisin / gambar kueyang diberikan guru.
  2.      Bagilah benda tersebut menjadi dua bagian sama besar.
  3.          Gunakan cara yang menurutmu paling tepat (melipat, memotong, atau memberi garis).

Tugas

1. Bagilah benda menjadi dua bagian sama besar.

2. Gambarlah hasil pembagian tersebut di bawah ini.

🖍️ Gambar hasil pembagian benda:

(Tempat gambar)


Ayo Mengamati dan Menyebutkan!

Jawablah pertanyaan berikut:

1.       Apakah kedua bagian benda sama besar?
☐ Ya
☐ Tidak

2.       Setiap bagian dari benda tersebut disebut:
☐ Satu
☐ Setengah (½)
☐ Seperempat

3.       Tuliskan lambang setengah!
✏️ Jawaban: …………………


E. Ayo Menyimpulkan!

Lengkapilah kalimat berikut:

Jika satu benda dibagi menjadi dua bagian yang sama besar, maka setiap bagian disebut ……………… (½).



📌 Refleksi Pembelajaran: